MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 10 September 2021

Renungan Pagi

KJ. 402 : 1 – Berdoa

MEYAKINI KUASA TUHAN

1 Raja-Raja 18 : 20 – 29

Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia”. Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun. (ay. 21)

Ahab adalah raja Israel yang selalu mendapat teguran dari Allah, karena pada masa pemerintahannya ada begitu banyak praktek penyembahan kepada baal di Israel. Nabi Elia diutus oleh Allah untuk menyatakan dosa dan pelanggaran orang Israel yang menyembah baal. Teguran-teguran yang disampaikan tidak diterima Ahab dengan baik. Sebaliknya Ahab justru menantang nabi Elia. Ahab memperhadapkan Elia dengan para nabi baal dan nabi Asyera yang jumlah seluruhnya ada 850 orang (ay.19).

Nabi Elia tetap mengajak umat Israel untuk kembali menyem-bah Allah, tetapi mereka tidak memberi jawaban (ay. 21). Walau-pun tidak ada yang mau bersamanya, tetapi Elia yakin bahwa ia disertai TUHAN Allah yang mengutusnya. Karena itu Elia menan-tang iman orang Israel dan para nabi baal melalui tindakan ritual yaitu membuat persembahan korban (ay 22-23). Para nabi baal melakukan upacara dengan memanggil baal yang mereka sembah. Mulai dari upacara sederhana sampai mereka melakukan tindakan yang mengerikan (ay 26-28). Meskipun segala cara dilakukan untuk memanggil baal, bahkan sampai dengan menyiksa diri, namun para nabi baal tidak berhasil menyalakan mezbah untuk persembahan korban. Elia tidak gentar sedikit pun, ketika berhadapan dengan banyaknya nabi baal dan umat yang menyembah baal. Karena Elia percaya pada TUHAN Allah dan menyakini-Nya.

Dimanakah posisi kita sekarang? Apakah kita pada posisi umat Allah yang sudah jatuh pada penyembahan berhala? Apakah kita malah sudah menjadi tokoh untuk melakukan penyembahan berhala? Atau sebaliknya, kita tetap setia kepada TUHAN sekalipun berhadapan dengan banyak orang yang tidak percaya. Mestinya kita berada pada posisi yang bukan hanya di mulut berani mengaku percaya. Kita juga harus percaya dalam keutuhan hidup yang sungguh-sungguh meyakini kuasa TUHAN.

KJ. 402 : 2

Doa : (Ya TUHAN, mohon teguhkanlah iman percaya kami pada kuasa-Mu)

MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 10 September 2021

Renungan Malam

KJ. 388 : 1 – Berdoa

PADA TUHAN ADA KEMENANGAN

1 Raja-Raja 18 : 30 – 46

pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu (ay. 36)

Bacaan kita yang sebelumnya bercerita tentang kisah Nabi Elia yang menantang nabi-nabi Baal untuk melakukan persembahan korban dengan memohon pada baal yang mereka percaya. Upaya nabi baal tidak membuahkan hasil, bahkan mezbah tempat persembahan korban menjadi runtuh. Tiba giliran Elia untuk membakar korban dengan memohon pertolongan TUHAN. Elia kemudian mengambil dua belas batu, menurut jum-lah suku keturunan Yakub. –Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN, ”Engkau akan bernama Israel”– Elia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN. Ia membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.

Sesuai tantangannya, Elia mempersiapkan korban. Ia bahkan menyiram korban sampai air mengalir ke sekeliling mezbah. Lalu nabi Elia berdoa memohon, supaya persembahan korban itu dibakar oleh api dari TUHAN. Hal ini penting untuk menyatakan kuasa TUHAN di mata jemaat yang sudah dipengaruhi oleh nabi baal. Kemudian TUHAN menjawab permohonan Elia. Api dari TUHAN membakar persembahan korban sampai habis (ay.38).

Jawaban TUHAN atas permohonan nabi Elia adalah bukti, bahwa Dia ada dan berkuasa. Pada sisi lain, kita juga mengetahui bagaimana kehidupan beriman dari nabi Elia yang dekat dengan TUHAN. Kedekatan nabi Elia dengan TUHAN membuahkan kemenangan. Inilah kemenangan atas baal dan nabi nabinya. Inilah juga kemenangan atas umat Israel, sehingga mereka kembali percaya kepada TUHAN (ay.39-40). Pada ayat 41-46, Ahab dan umat Israel semakin bergantung kepada TUHAN melalui nabi-Nya, yaitu Elia. Mari kita memelihara dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan. Biarlah kita terus hidup intim melalui doa, pujian dan pembacaan Firman Tuhan. Sebab hanya orang yang mau datang mendekat kepada Tuhan yang akan memperoleh kemenangan.

KJ. 388 : 2,3

Doa : (Ya Bapa, mohon ajarlah kami untuk terus-menerus mau memperbaiki diri. Tolonglah kami untuk mencapai maksud itu)

Scroll to Top