HARI MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 10 Oktober 2021

Renungan Pagi

KJ. 252 : 1,3 – Berdoa

GEREJA ITU ESA, TIDAK BOLEH PECAH

1 Korintus 1 : 10 – 17

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (ay. 10)

Bacaan kita berisi nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, agar mereka seia sekata atau erat bersatu. Hal itu sebagaimana dinyatakan pada ayat 10, “… supaya kamu sehati sepikir”. Nasihat ini disampaikan karena di sana sedang terjadi perselisihan dan perpecahan. Paulus mendapat laporan tentang pertengkaran, penggolongan dan perpecahan itu dari sumber yang dapat dipercaya, yaitu keluarga Kloe, seorang perempuan Kristen yang dikenal oleh orang-orang Korintus (ay.11). Nama keluarga Kloe disebut sebagai bukti, bahwa Paulus paham akan situasi yang terjadi di Jemaat Korintus.

Perikop kita dengan jelas menunjukkan penyebab perselisihan dan perpecahan yang terjadi yaitu pengelompokkan atau peng-golongan di jemaat. Ungkapan “Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan kefas. Atau aku dari golongan Kristus” (ayat 12), bagi Paulus tidak perlu dinyatakan. Karena hal tersebut akan menimbulkan salah pengertian dan pengkultusan individu yang pada akhirnya nanti mengakibatkan perpecahan. Paulus memberi kritik terhadap sikap mereka tersebut. Ia mengatakan, ”Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan, karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? (ayat 13).

Pesan dari Rasul Paulus ini hendaknya juga menjadi nasihat untuk kita, warga jemaat GPIB. Jangan biarkan persekutuan jemaat terpecah-pecah, terbagi-bagi karena terjadi kelompok-kelompok dalam jemaat yang menganggap diri lebih baik dari yang lain. Gereja dan Jemaat harus tetap utuh. Gereja jangan terpecah-pecah hanya karena hawa nafsu manusia yang ingin diakui sebagai yang paling baik dan benar. Ingat! Kristus tidak terbagi-bagi. Kristus bahkan mendoakan kita agar bersatu seperti Diri-Nya dan Bapa-Nya. Mari bersatu dalam kasih-Nya. Selamat berjuang untuk menjaga dan merawat keesaan Gereja.

KJ. 252 : 5

Doa : (Tuhan Yesus, tolonglah kami dalam menjaga keesaan Gereja-Mu di dunia ini. Mohon lindungilah Gereja-Mu dari bahaya perpecahan)

HARI MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 10 Oktober 2021

Renungan Malam

KJ. 169 : 1 – Berdoa

KEKUATAN ALLAH DALAM PEMBERITAAN SALIB

1 Korintus 1 : 18

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah (ay. 18)

Mendengar kata “SALIB”, tentu bukan hal yang asing bagi kita sebagai orang percaya. Bahkan mungkin ada di antara kita yang memakai kalung salib di leher atau memasang tanda salib di dinding rumah. Salib tidak dapat dipisahkan dari simbol agama Kristen. Pertanyaannya adalah apa sebenarnya makna dari salib tersebut dalam keyakinan iman Kristen? Mari kita belajar sejenak dari penjelasan ringkas Rasul Paulus dalam bacaan malam ini.

Ayat 18 adalah kelanjutan dari ungkapan dalam ayat 17 bagian akhir “supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia”. Melalui perkataan ini, Rasul Paulus hendak menekankan bahwa salib Kristus itu sangat berharga serta bernilai dalam rangka menebus dan menyelamatkan manusia. Janganlah salib itu menjadi sia-sia hanya karena pewarta Injil yang memberitakannya mengandalkan hikmat dan perkataan manusia semata.

Paulus dalam firman Tuhan malam ini menekankan bahwa pemberitaan tentang salib bagi mereka yang akan binasa adalah suatu kebodohan, namun menjadi kekuatan Allah bagi mereka yang diselamatkan. Maksudnya, bagi orang yang tidak percaya (Yunani), pemberitaan salib yang berasal dari Allah adalah suatu kebodohan, karena menandakan kelemahan, ketidakberdayaan dan kehinaan. Sebaliknya, bagi orang percaya merupakan kekuatan Allah yang berkuasa untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Sebab, pemberitaan salib menekankan tentang penebusan dosa yang dilakukan Kristus melalui kematian-Nya di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia.

Bagi kita umat-Nya, jangan ragu dan bimbang dengan pemberitaan salib Kristus, meskipun manusia modern yang merasa maju dan berhikmat mengejek, menghina serta menganggapnya bodoh. Sebab kita yakin bahwa justru di dalam berita salib itu nyatalah kekuatan Allah yang membebaskan dan menyelamatkan manusia.

KJ. 169 : 2

Doa : (Ya Tuhan, mohon mampukan kami memahami kuasa karya penebusan-Mu melalui pemberitaan salib Kristus)

Scroll to Top