MINGGU VI PRAPASKAH
Jumat, 11 Maret 2022
Renungan Pagi
KJ. 395 : 1 – Berdoa
ALLAH HADIR DI TENGAH KEHIDUPAN KITA
lmamat 26 : 9 – 13
Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. (ay.11)
Dalam ketaatan pada ketetapan-ketetapan-Nya, berkat-berkat-Nya terus mengalir dalam kehidupan umat-Nya. la membuat mereka beranak cucu, sehingga bertambah banyak. Perjanjian dengan umat-Nya diteguhkan-Nya (ay.9). Kebutuhan mereka dicukupkan-Nya terus-menerus secara berlimpah (ay.10). Allah meneguhkan perjanjian-Nya dengan menempatkan Kemah Suci di tengah kehidupan mereka. Dengan kehadiran Kemah Suci, Allah hendak menyatakan kepada umat bahwa la hadir dan diam di tengah kehidupan mereka. Allah hadir menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umat-Nya.
Allah menyatakan kepada umat bahwa Dialah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Dialah yang membebaskan mereka dari penindasan yang membuat umat menderita di Mesir. Melaluinya Allah menjadikan mereka orang-orang merdeka.
Allah hadir di tengah kehidupan kita juga (manusia). Ia hadir dan “memancangkan kemah-Nya” di tengah kehidupan kita. Dengan demikian, Dia bukan Allah yang jauh, tapi Allah yang dekat. Kehadiran-Nya bukan sekadar menyinggung kehidupan kita, tapi hadir di tengah kehidupan kita. Ia turut merasakan seluruh pergumulan dan penderitaan hidup kita (Yoh.1 :14). la adalah Bapa kita. Dialah yang telah membebaskan kita dari perbudakan dosa melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. la melepaskan kita dari kuk perhambaan dosa dan menjadikan kita orang-orang merdeka.
Siapakah kita tanpa Yesus? Keberadaan kita seperti “ranting anggur” yang tidak bisa hidup tanpa pokok anggur. Karena itu, Yesus berkata: “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh.1525). Kehadiran-Nya menjadi jaminan hidup kita kini dan di masa mendatang. Kelimpahan, sukacita, damai sejahtera dan kebahagiaan akan terus-menerus kita alami, karena kehadiran-Nya di tengah kehidupan kita.
KJ. 395 : 3
Doa : (Terima kasih ya Tuhan Yesus. Engkau hadir di tengah kehidupan kami, menjadi jawaban untuk seluruh persoalan hidup kami)
MINGGU VI PRAPASKAH
Jumat, 11 Maret 2022
Renungan Malam
KJ. 362 : 1 – Berdoa
TIDAK MELAKUKAN PERINTAH TUHAN
Imamat 26 : 14 – 17
jikalau kamu menolak ketetapan-Ku dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku, sehingga kamu tidak melakukan segala perintah-Ku dan kamu mengingkari perjanjan-Ku. (ay.15)
Bila umat Tuhan mengingkari perjanjian dengan Tuhan, maka mereka akan menerima hukuman Tuhan. Jika mereka tidak mendengar segala perintah Tuhan, menolak melakukan ketetapan-Nya; muak mendengar peraturan-Nya, hukuman Tuhan tak dapat dihindari lagi. Tuhan akan mendatangkan batuk kering serta demam yang merusak mata, sehingga mereka mengalami ketidak-tenangan hidup. Hasil-hasil pertanian tidak bisa mereka nikmati, karena habis dimakan musuh. Saat menghadapi peperangan, mereka mengalami kekalahan. Orang-orang yang membenci mereka akan mengusai mereka. Mereka akan lari karena takut, padahal tidak ada yang mengejar mereka (ay.14-17).
Kita hidup dalam dunia yang penuh tantangan dan kejahatan. Karena itu, kita harus berjuang. Kekuatan, kemenangan dan keberhasilan akan kita peroleh sebagai berkat-berkat-Nya melalui perjuangan kalau kita menaati ketetapan-ketetapan-Nya. Jika kita tidak taat, Tuhan akan mendatangkan sakit penyakit. Ada sakit penyakit yang kita alami sebagai .teguran atau “hukuman” Tuhan, karena kita gagal hidup sesuai kehendak-Nya. Kalau itu yang terjadi, kita harus bertobat dan memohon pengampunan-Nya, karena sakit penyakit akibat dosa membuat kita tidak tenang. Penyakit yang demikian ini hanya sembuh kalau kita bertobat.
Kalau kita tidak taat pada firman-Nya, maka segala pekerjaan dan usaha kita tidak akan mendatangkan keberhasilan. Hasil-hasilnya akan hilang begitu saja, tanpa kita bisa menikmatinya. Dalam menghadapi berbagai tantangan hidup kita selalu kalah, karena Tuhan tidak berpihak pada orang-orang yang tidak mematuhi perintah-Nya. Kalau kita menaati perintah-Nya, Allah selalu ada di pihak kita. Apa pun tatangan kehidupan, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya (Rm.11 :31 ,37-39). Taatilah ketetapan-ketetapan-Nya, maka hidupmu akan bahagia.
KJ. 362 : 4
Doa : (Ya Tuhan, ampunilah kami, karena sering tidak taat kepada ketetapan-ketetapan-Mu)
