MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Senin, 10 Januari 2022

Renungan Pagi

GB. 13 : 2,4 – Berdoa

TETAP BERPIHAK KEPADANYA

Bilangan 14 : 20 – 38

Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya…… (ay. 24) 

Tuhan kita tidak pernah berubah-ubah. Manusia cenderung dan bisa berubah-ubah. Tuhan kita tidak bisa dipengaruhi oleh bujukan atau permohonan siapapun. Musa sekali pun tidak akan mampu melunakkan hati Tuhan, meski ia adalah hamba Tuhan yang dipilih secara khusus dan yang pernah berhadapan muka dengan Tuhan. lni membuktikan, bahwa Tuhan tidak kompromi dengan kejahatan dan ketidakadilan yang dilakukan. Sebab keadilan harus tetap ditegakkan; yang salah harus tetap dihukum sebagai konsekuensi pemberontakannya; yang menolak rencana Tuhan, tidak akan menerima penggenapan janji-Nya. Yang harus dihukum adalah mereka yang telah berkali-kali mengalami mujizat Tuhan, yaitu generasi yang keluar dari Mesir.

Tuhan menghitung, mereka sudah sepuluh kali menista Tuhan, sehingga mereka akan mati di padang gurun; yang tidak dihukum mati pun akan mengalami penderitaan panjang di padang gurun. Perjalanan memasuki Kanaan diperpanjang menjadi 4O tahun. Keadilan-Nya juga berlaku atas para pengintai yang menghasut orang Israel; mereka mati kena tulah. Sebagai pengecualian, Kaleb dan Yosua tidak dihukum, karena iman dan keberpihakannya pada Tuhan; yang berumur di bawah 20 tahun, boleh masuk ke tanah perjanjian.

Sesungguhnya Tuhan menganggap serius terhadap penolakan orang yang tidak percaya. Tuhan memang panjang sabar dan maha pengampun, tetapi bukan berarti Dia membiarkan diri-Nya dinistai. Karena itu, percayalah kepada Tuhan dan jangan pernah menolak kehendak-Nya. Berdirilah teguh di dalam iman kepadaNya, karena orang yang berdiri di pihak-Nya, tidak akan ditinggalkan. Walau ada tantangan dari pihak lain yang Iebih kuat dari manusia, kita harus tetap taat kepada Tuhan. Mari masuki tahun rahmat-Nya dengan meyakini, bahwa persoalan yang sedang dihadapi, jika berpihak kepada Tuhan, pastilah akan ada jalan keluarnya.

GB. 240 : 1,3 

Doa : (Ya Tuhan, berilah pengampunan-Mu dan ajarlah kami tetap terus berpihak kepada-Mu, dan tidak ragu akan karya selamat-Mu)

MINGGU I SESUDAH EPIFANI
Senin, 10 Januari 2022

Renungan Malam

GB. 46 : – Berdoa

JANGAN ABAI DAN LALAI

Bilangan 14 : 39 – 45

Tetapi kata Musa: “Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN?” …… (ay. 41)

Dalam keseharian ada orang yang menyesali ketidaktaatannya dan benar-benar bertobat. Namun demikian, ada pula yang menyesali tindakan, tetapi tidak menyesali sikap hati yang melahirkan tindakan itu. lnilah yang terjadi pada orang Israel.

Menyadari bahwa Allah tidak memperbolehkan mereka memasuki Kanaan, membuat mereka menyesali penolakan mereka. Mereka siap berperang karena ingin merebut tanah itu dari orang Kanaan. Upaya untuk menduduki tanah itu justru menjadi tindakan ketidaktaatan yang berlanjut. Musa mengerti bahwa keputusan Tuhan tidak mungkin dibatalkan. Karenanya ia tidak menyetujui ajakan bangsa Israel untuk maju berperang melawan penduduk Kanaan. Jelaslah, bangsa Israel menolak dan mengabaikan perintah Tuhan. Akhirnya mereka dikalahkan. Karena itu janganlah sering menganggap bahwa kita lebih kuat dari Tuhan. Kita masih merasa belum aman jika belum ada tambahan pegangan yang lain, bila akan memutuskan atau melakukan sesuatu.

Sebuah sikap yang bodoh, ketika Tuhan menyertai umat Israel, tetapi mereka menganggap bahwa penyertaan-Nya tidaklah cukup untuk melawan orang Kanaan. Namun, ketika Tuhan tidak menyertai mereka, maka pikirannya Kanaan dapat dikalahkan. Bukankah kita pun sering melakukan hal yang sama dengan mereka? Kita juga sering menganggap bahwa penyertaan Tuhan belum cukup. Kita masih merasa belum aman jika belum ada tambahan pegangan yang Iain, bila akan memutuskan atau melakukan sesuatu. lni merupakan tindakan yang meremehkan Tuhan. Sebuah sikap yang abai dan lalai akan kehendak-Nya.

Marilah kita belajar mematuhi segala perintah-Nya walau itu terasa berat sekali pun. Kita ikuti tuntunan Tuhan, belajar taat kepada Tuhan. Apa pun yang Tuhan perintahkan melalui gereja kita, taatilah. Kegagalan Israel adalah ‘ngeyel’ dan sok tau. Kita akan gagal jika tidak mengerti maunya Tuhan.

GB. 120 : 1,2 

Doa : (Tolonglah kami Tuhan, agar tidak berdalih, bahkan abai terhadap kehendak-Mu, tetapi hidup setia dan taat pada perintah-Mu)

Scroll to Top