SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 9 Januari 2021
Renungan Pagi
KJ. 2 : 1, 2 – Berdoa
TAHIRKANLAH DIRIMU
Kejadian 35 : 1 – 8
“Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu” (ay. 2)
Sebuah ungkapan yang menyatakan: “Bersih pangkal sehat” mengandung arti setiap orang harus menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penyakit. Lingkungan yang bersih tidak hanya membuat orang menjadi sehat, tetapi juga terlihat rapi dan indah. Manusia yang mencintai kebersihan akan menjaga dan merawat lingkungannya, agar tetap bersih dan sehat, yang berdampak pada dirinya. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Yakub mengajak seisi rumahnya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia untuk mentahirkan diri dan menukar pakaian. Hal ini menunjukkan, bahwa Yakub berusaha untuk menjaga dirinya dan semua orang-orang yang ada bersama dengannya, agar dalam keadaan bersih. Alasannya, karena mereka akan berjumpa dengan Allah. Bersih yang dimaksud bukan hanya soal pakaian, tetapi hati yang tertuju kepada Allah.
Perjumpaan dengan Allah merupakan kesempatan yang berharga, karena itu Yakub berusaha untuk mempersiapkannya dengan baik. la juga mengajak orang-orang di sekitarnya, agar mentahirkan diri, karena Allah Maha kudus. Nas Alkitab kembali mengingatkan orang percaya, bahwa perjumpaan dengan Allah bukan hanya sekadar tatap muka tanpa makna. Ibadah itu harus dipersiapkan dengan baik, bukan asal saja. Persiapan utama yang harus dilakukan adalah membuang segala bentuk berhala yang dimiliki.
Dalam konteks kehidupan saat ini, bentuk berhalanya adalah jabatan, harta dan semua yang ditawarkan oleh dunia. Ketika hati seseorang melekat pada semuanya itu, maka Allah menjadi nomor yang terakhir. Mestinya Allah menjadi yang pertama dan utama. Karena itu ingatlah selalu, persiapkan diri dengan baik, agar dapat melakukan yang terbaik bagi Allah. Sebab Allah telah lebih dulu melakukan yang terbaik di dalam hidup kita.
KJ. 2 : 3, 4
Doa : (Bapa di dalam sorga, kami memohon hikmat-Mu, agar dimampukan untuk menjaga kekudusan hidup yang telah Tuhan Yesus berikan)
SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 9 Januari 2021
Renungan Malam
KJ. 4 : 1, 2, 3 – Berdoa
ALLAH MEMBERKATI
Kejadian 35 : 9 – 15
“Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia”. (ay. 9)
Kebaikan Allah sungguh nyata di dalam kehidupan orang beriman. Hal ini nyata melalui perjalanan kehidupan orang beriman. Ketika pagi hari, kita bangun dari tidur lalu dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab, tentu karena Allah. Sekalipun dalam melaksanakan tugas kita berhadapan dengan tantangan, namun Allah tetap menyertai, sehingga rintangan yang menghadang bisa dilewati.
Menutup hari ini serta sepekan yang telah dianugerahkan-Nya, kita diingatkan, bahwa Dia yang kita sembah adalah Allah yang senantiasa memberkati. Hal ini sangat jelas melalui kehidupan Yakub. Sekalipun sudah pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, Yakub mengakui kesalahannya serta memohon belas kasih Allah. Allah tetap menyatakan kasih-Nya melalui berkat yang diberikan kepada Yakub.
Sesungguhnya berkat Allah tercurah di dalam hidup kita. Jika saat ini orang beriman merasa tidak diberkati, bukan karena Allah tidak mengasihi. ltu karena dirinya tidak bisa bersyukur. Hal ini tampak jelas di dalam kehidupan orang yang ketika sudah berbuat salah, namun tidak mau mengakuinya. Setelah mendapat pengampunan, tetap saja hidup dalam kesalahan yang sama. Orang tersebut selalu mengeluh dengan keberadaannya dan tidak mau berjuang memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari kehidupan Yakub yang selalu berjuang untuk mendapatkan berkat. Yakub berusaha mendapatkan belas kasih dari Allah dengan mengakui kesalahannya dan berusaha hidup dalam kebenaran setelah memperoleh pengampunan.
Pengampunan yang Allah berikan nyata lewat kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, kita harus mengucap syukur. Mengucap syukur bukan hanya dengan kata, tetapi terlihat melalui tindakan yang memelihara segala berkat yang telah Tuhan Yesus berikan.
KJ. 4 : 4, 5, 6
Doa : (Tuhan Yesus, terima kasih untuk berkat terindah yang Engkau berikan kepada kami melalui kehadiran-Mu ke dalam dunia. Mohon mampukan kami untuk selalu menyatakan syukur kepada-Mu)
