MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Selasa, 9 Februari 2021

Renungan Pagi

KJ. 321 : 1, 4 – Berdoa

MELAYANI TUHAN DENGAN CARA YANG TEPAT

Lukas 10 : 38 – 41

Maria telah memilih bagian yang terbaik (ay. 42b)

Berkarya nyata di tengah masyarakat adalah panggilan kita selaku pribadi bahkan gereja Tuhan. Panggilan tersebut hendaknya terlebih dahulu dimaknai di tengah-tengah keluarga dengan memberikan yang terbaik agar menghasilkan sukacita dan damai sejahtera bagi seisi rumah. Perilaku Maria dan Marta dalam memberikan pelayanan dianggap baik menurut pandangan mereka sendiri. Perilaku itu tentu memiliki dasar. Pertanyaannya adalah dasar apa yang mereka gunakan? Apakah dasar itu menjadi utama atau yang lebih utama. Apakah penting ataukah lebih penting?
 
Menurut bacaan, Marta digambarkan sebagai seorang perempuan yang aktif dalam mengurusi hal-hal yang praktis seperti mempersiapkan makanan, minuman untuk menyambut tamu di rumahnya. Sementara Maria memilih tenang untuk membuka hatinya terhadap perkara-perkara rohani. Maria telah memilih hal yang lebih penting dari sekadar penting yakni memperhatikan kepada perkara yang tidak dapat binasa yaitu hal Kerajaan Allah. Kesibukan Martha melalaikan seuatu yang lebih penting. Segala perhatian Martha telah tenggelam dalam mengurus makanan dan minuman bagi para tamu daripada perhatiannya terhadap kebutuhan rohani yang tidak dapat binasa. Martha mengira bahwa dia telah melayani Yesus dengan cara yang tepat. Martha belum menyadari. bahwa ada waktu yang tepat untuk melayani Yesus dengan menyiapkan makanan dan minuman. Ada waktu yang tepat untuk mendengarkan Firman Tuhan.
 
Hal ini mengingatkan saya kepada ibu-ibu ketika ibadah syukur sedang berlangsung di rumah-rumah keluarga. Tuan rumah sangat sibuk menyiapkan makan dan minum bahkan berlalu Ialang saat Firman sedang diberitakan dan doa sedang dipanjatkan. Benar bahwa keluarga hendak menyiapkan yang terbaik bagi para tamunya, tetapi bagaimana tamu yang utama yaitu Kristus yang hadir melalui Firman-Nya. Mari menyambut kehadiran Kristus seperti Maria telah memilih yang terbaik dalam menyambut Yesus dengan mendengarkan perkataan-Nya.

KJ. 441 : 1

Doa : (Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk melayani Engkau dengan cara yang berkenan di hadapan-Mu)

MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Selasa, 9 Februari 2021

Renungan Malam

KJ. 454 : 1, 2 – Berdoa

PENTINGNYA BERDOA

Lukas 11 : 1 – 4

“Tuhan, ajarlah kami berdoa” (ay. 1b)

Melipat tangan, memejamkan mata, berlutut, memfokuskan diri kepada yang Illahi adalah sikap doa yang lahir dari kedalaman hati dan penuh kesadaran akan betapa pentingnya berjumpa dengan Sang Pemberi Hidup. Berbagai tulisan dihadirkan sebagai petunjuk praktis untuk mengetahui bagaimana seharusnya berdoa. Murid-murid Yesus pun meminta agar supaya Yesus mengajarkan mereka berdoa. Mengapa doa menjadi penting bagi para murid Yesus? Adakah yang salah dengan permohonan mereka? Apakah doa juga menjadi penting bagi kita? Apakah seperti permohonan murid Yesus, demikian kita juga bermohon, “Tuhan, ajarlah kami berdoa”?
 
Orang-orang Yahudi di zaman Yesus terbiasa menggunakan rumusan-rumusan doa. Ada rumusan doa resmi, doa wajib, dan ada juga doa bebas. Doa resmi dijawab dengan suatu pujian, doa wajib diucapkan tiga kali sehari, dan doa bebas diucapkan dengan kata-kata sendiri sebagai doa-doa pribadi. Memperhatikan keteladanan doa yang dilakukan oleh Yesus yang menunjukkan keintimannya dengan Bapa di Sorga, bahkan kebiasaan murid-murid Yohanes dalam menjalankan kehidupan doa mereka, maka murid-murid-Nya pun nampaknya begitu tertarik. Yesus menanggapi permohonan mereka dengan pola doa yang dikenal dengan doa Bapa Kami. Teksnya lebih singkat dari apa yang dituliskan dalam Matius 16 : 9-13, Doa ini menjadi petunjuk bagi para murid, agar dengan bebas mereka dapat berhubungan dengan Bapa di Sorga, dan sungguh-sungguh menghayati apa yang didoakan. Ketika mereka menyebut Tuhan sebagai Bapa,maka rasa hormat ditunjukkan kepada-Nya dengan kesadaran, bahwa Dia itu kudus, Maha menyediakan, Maha mengampuni, dan Maha meyelamatkan.
 
Mari terus mengalami keintiman dengan Tuhan melalui doa dengan pola Yesus Kristus dan rasakan kuasa-Nya.

KJ. 460 : 1, 2

Doa : (Tuhan, tolong ajarkan kami berdoa menurut pola-Mu, dan biarlah kehendak-Mu yang jadi atas kami)

Scroll to Top