MINGGU ADVEN II
Jumat, 10 Desember 2021
Renungan Pagi
KJ. 423 : 1 – Berdoa
BERSAKSI TENTANG KEMASYHURAN
Yesaya 43 : 11 – 13
Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku (ay.11)
Bilamana kita diminta untuk bersaksi di pengadilan terkait peristiwa yang melibatkan kita di dalamnya bagaimana respons kita? Orang yang memiliki tipikal Suka menghindar mungkin akan menolak karena takut akan menjadi masalah yang besar. Ada yang mau bersaksi tapi tidak mau menyampaikan informasi yang jujur agar dirinya tetap aman. Hal itu menggambarkan kesalahan dalam menghadirkan diri di tengah masyarakat, Tuhan menghendaki kita untuk hadir untuk memasyhurkan nama-Nya.
TUHAN Sang pencipta telah menjadikan dunia dan segala isinya, Alam yang di dalamnya terdapat hewan dan tumbuhan menjadi bentuk nyata karya Tuhan dalam memelihara alam ini. TUHAN tidak pernah menuntut kita untuk melakukan hal-hal yang berat atau diluar kemampuan kita la menghendaki agar kita selalu datang sujud menyembah kepada-Nya. TUHAN pun mengutus kita menjadi saksi-Nya untuk memberitakan tentang kemasyhuran-Nya. TUHAN mengutus Israel untuk kembali ke Yehuda. Perjalanan melewati gurun yang kering dan tandus sangat berbahaya. Namun Tuhan menyediakan air di gurun sama seperti yang telah dilakukan-Nya bagi Israel ketika keluar dari Mesir.
Pengalaman iman yang dialami oleh bangsa Israel menjadikan mereka sebagai saksi TUHAN dengan menceritakan segala penyertaan-Nya. Sebagai saksi-Nya bangsa Israel diarahkan TUHAN untuk menjadi panutan bagi bangsa lain sehingga bangsa lain dapat mengenal dan menyembah-Nya.
Nyatakan kehadiran kita sebagai saksi Kristus di dalam keluarga, pekerjaan dan persekutuan berjemaat dengan menghadirkan damai sejahtera Kristus. Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain terutama di tengah persekutuan berjemaat oleh karena motivasi di dalam diri yang salah akibat dikuasai egoisme diri. Beritakan kemasyhuran TUHAN bukan kehebatan diri sendiri.
GB. 115 : 1
Doa : (Layakkan dan tuntunlah kami Tuhan untuk menjadi saksi Kristus yang setia dalam segala karya kehidupan di hari ini)
MINGGU ADVEN II
Jumat, 10 Desember 2021
Renungan Malam
GB. 43 : 1 – Berdoa
GAGAL MOVE ON? TENTU TIDAK
Yesaya 43 : 24 – 28
…. dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu (ay.25b)
Manusia sering terjebak dengan masa Ialunya yang suram. Bahkan ada yang sulit untuk melepaskannya. Fisiknya hidup di masa kini tapi jiwanya masih tertinggal di masa Ialu. Bahasa gaul anak muda biasanya mengatakan gagal move on. Manusia yang tidak dapat berdamai dengan masa Ialunya memberi kesulitan bagi dirinya untuk melangkah menuju masa depan. Kegagalan berdamai dengan masa lalu dapat menimbulkan dendam. Apalagi ketika ada orang yang mem buat kita tersakiti di masa lalu dan kita tidak dapat memaafkannya. Hal itu akan menjadi duri dalam daging karena dendam yang menguasai hati.
Yesaya menyampaikan bahwa TUHAN ingin mendamaikan diri dengan segala dosa yang pernah terjadi di masa Ialu. ltu juga yang la kehendaki bagi kehidupan kita saat ini. TUHAN Sang Kasih tidak Iagi mengingat segala dosa dan pemberontakan kita kepadaNya. TUHAN mengampuni Israel sekalipun la yang disakiti hatiNya oleh sifat tegar tengkuk umat Israel yang gemar berbuat dosa dengan menyembah tuhan lain. TUHAN dengan kasih-Nya yang tulus dan total mengampuni segala kesalahan bangsa Israel dan tidak Iagi mengingat-ingat dosa mereka. Ketika ada yang menyakiti di masa lalu, am puni dan lupakanlah selayaknya TUHAN juga mau mengampuni segala kesalahan kita.
Di penghujung hari ini ketika kita akan beristirahat, pahamilah bahwa hidup ini terus bergerak menuju masa depan. Berdamailah’ dengan masa lalu dengan tidak Iagi menyimpan akar pahit yang dapat menyiksa kita untuk bergerak maju ke masa depan. Jalani masa raya Adven dengan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran agar kita dipulihkan guna menyiapkan hati dan pikiran menyambut Yesus Kristus, Sang Pendamai dan Penebus dosa.
GB. 131 : 1
Doa : (Kami ingin melepas masa lalu kami, dan mau menatap masa depan dengan berjalan bersama-Mu)
