HARI MINGGU I PRAPASKAH
Minggu, 10 April 2022
Renungan Pagi
KJ. 362 : 1,2 – Berdoa
MILIK YANG BERHARGA
Yohanes 10 : 22 – 30
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa (ay. 29)
Di antara sebuah bangunan hotel di kota Yogyakarta, terdapat sebuah rumah yang sederhana. Lokasi hotel tersebut sebelumnya adalah pemukiman penduduk. Warga kemudian menjual rumah dan tanah mereka kepada pengembang hotel, kecuali seorang pemilik rumah. Pemilik tersebut menolak untuk menjual rumah dan lahannya kepada pemilik hotel, seperti yang dilakukan oleh yang lain. Baginya, rumah itu adalah peninggalan keluarganya dan harus dirawat oleh dia serta anak-anaknya nanti.
Dalam bacaan hari ini, kita juga belajar dari Yesus. Betapa pentingnya menghargai apa yang sudah diberikan kepada kita. Dalam ayat 29, kepada orang-orang Yahudi Yesus menyatakan, bahwa Allah Bapa memberikan kepada-Nya lebih besar dari pada siapapun. Seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Yang dimaksud Yesus dengan mereka adalah orang-orang yang percaya kepada pengajaran-Nya dan mengikuti-Nya. Yesus tidak tertarik dengan tawaran orang-orang Yahudi yang menginginkan pengakuan diri-Nya sebagai Mesias, supaya mereka akan mengikuti Dia. Yesus lebih menginginkan orang percaya pada apa yang dilakukan-Nya. Karena apa yang dilakukan-Nya itu dilakukan dalam nama Allah Bapa. Karena Yesus dan Bapa adalah satu, maka Diajuga tidak akan membiarkan orang mengambil apa yang sudah diberikan kepada-Nya.
Sikap Yesus ini mengajarkan Gereja untuk menjaga dan merawat orang-orang percaya yang sudah diberikan kepada Gereja. Jangan biarkan siapapun mengambil orang-orang percaya yang ada dalam Gereja. Jangan juga biarkan mereka pergi meninggalkan Gereja. karena Gereja tidak merawat mereka. Gereja sudah menerima mereka sebagai anugerah dari Yesus Kristus. Dengan demikian, jika Gereja meyakini kesatuannya di dalam Kristus, maka Gereja bertanggung jawab merawat mereka, supaya tetap percaya pada karya keselamatan yang sudah dilakukan Yesus Kristus.
KJ. 362 : 3,4
Doa : (Tuhan Yesus, aku bersyukur menjadi milik-Mu yang berharga)
HARI MINGGU I PRAPASKAH
Minggu, 10 April 2022
Renungan Malam
KJ. 46 : 1,3 – Berdoa
MENGHADAPI PENOLAKAN
Yohanes 10 : 31 – 39
…. orang-orang Yahudi mengambll batu untuk …. (ay. 31)
Karya hidup Kristus adalah pekerjaan-pekerjaan Sang Bapa. Namun bukan seperti itu yang dipahami oleh orang-orang Yahudi yang pada saat itu ada di sekeliling-Nya. Mereka percaya hanya satu bahwa Kristus telah menghujat. Orang-orang Yahudi itu menutup mata atas pekerjaan-pekerjaan-Nya, meskipun mereka mengakui bahwa Yesus melakukan perbuatan baik (10:33). Yesus hanya mereka pandang sebagai seorang penghujat. Tak penting perbuatan baik, ajaib, penuh belas kasih yang Kristus Iakukan, hanya dengan satu perkataan-Nya sudah cukup membuat Dia pantas untuk dirajam.
Ketidakpercayaan terhadap Yesus merupakan gejala mayoritas yang defensif dan insecure karena hadirnya tokoh berpikiran terbuka, progresif dan transformatif. Apalagi sosok Yesus semakin populer. Penolakan ini terkait erat dengan kehendak untuk mempertahankan dominasi dan status quo yang selama ini menempatkan mayoritas pada posisi nyaman dan menguntungkan, juga muncul perasaan bahwa identitas mereka terancam.
Pembaca yang diberkati, kita umat Kristiani adalah minoritas, tak jarang kita mengalami persoalan seperti Yesus hadapi di atas. Dalam kehidupan pribadi terkadang ada orang-orang yang kerap mengecilkan, menghakimi dan suka mencari-cari kelemahan dan kesalahan sesama. Kabarnya orang-orang yang gemar melakukan hal semacam itu adalah pribadi yang belum tuntas dengan masalah atau Iuka dalam diri mereka. Dalam bacaan kita, Yesus menunjukan bagaimana cara menghadapi mereka. Pertama, tetap konsisten mewujudkan kebenaran Allah Bapa sebagaimana panggilan hidup kita. Kedua, ada saat Yesus merespons niat jahat orang-orang yang menolak Dia dengan menyingkir dari tempat dan situasi itu ( Mat.12:15a.) Artinya, pada titik tertentu kita harus memutuskan menyingkir dari orang-orang dan situasi semacam itu agar kita tidak ‘teracuni’ oleh perlakuan dan lingkungan yang demikian.
GB. 254 : 1
Doa : (Tuhan, lindungilah jiwa dan raga kami dari orang-orang atau situasi yang mendatangkan kerusakan dan keburukan)
