MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 9 Agustus 2021

Renungan Pagi

GB. 254 : 1 – Berdoa

KEMERDEKAAN MEMBERIKAN KEBERANIAN

Kisah Para Rasul 7 : 1 – 8

Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh ia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang (ay. 4)

Pada umumnya kemerdekaan membuat seseorang tidak takut menghadapi apa pun untuk menyatakan kebenaran. Sikap inilah yang ditunjukkan oleh Stefanus. Dengan hikmat dan kuasa Roh Kudus Stefanus berbicara di hadapan orang-orang Yahudi tanpa takut bahkan mampu mengalahkan pandangan mereka. Karena kesaksiannya itu Stefanus dibawa ke Mahkamah Agama. Di hadapan orang banyak di Mahkamah Agama itu Stefanus menceritakan tentang Abraham yang mendengar dan menjawab panggilan Tuhan atas kehidupannya. Abraham berani keluar dan meninggalkan zona aman dan nyamannya menuju ke suatu tempat yang akan ditunjukkan oleh Tuhan. Abraham tidak membiarkan dirinya terikat dengan situasi atau keadaan yang aman, tetapi berani mengambil sikap untuk keluar ke tempat yang asing, tempat yang belum tentu nyaman dan aman. Stefanus dan Abraham memberikan contoh kepada kita tentang sikap hidup orang merdeka yang menjawab panggilan Tuhan atas diri mereka.

Kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada kita didalamnya terkandung panggilan untuk kita mendengar dan melakukan kehendak-Nya serta melayani Nya dengan tulus. Berdasarkan hal tersebut yang harus kita lakukan adalah Pertama, dengan hikmat dan tuntunan Roh Kudus kita tampil untuk menyatakan kebenaran: benar adalah benar, salah adalah salah. Kedua, berani keluar dari keadaan aman dan nyaman untuk berada di tengah situasi yang tidak menyenangkan, karena melakukan kehendak Tuhan. Pada zaman sekarang melakukan kejujuran adalah sesuatu yang naif dan bodoh, sehingga konsekuensinya kita bisa ditertawakan bahkan dihina. Namun demikian, kita harus melakukannya. Karena itulah jawaban kita atas panggilan Tuhan. Hari ini dalam kegiatan yang dilaksanakan di rumah atau di mana saja, marilah menyadari keberadaan kita sebagai orang merdeka yang mau melakukan kehendak Tuhan.

GB. 277 : 1,2

Doa : (Tuhan, mohon jadikan diri ini sebagai pribadi yang berani untuk melakukan perintah-Mu)

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 9 Agustus 2021

Renungan Malam

GB. 114 : 1 – Berdoa

MENJADI BERKAT

Kisah Para Rasul 7 : 9 – 10

Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat (ay. 9b-10a)

Menjadi orang merdeka yang menjawab panggilan Allah sesungguhnya tidak mudah. Tidak jarang dalam melaksanakan panggilan Allah tersebut, kita diperhadapkan dengan risiko yang tak mudah. Beratnya risiko dan tantangan yang dihadapi membuat tidak sedikit orang Kristen tak kuat dan putus asa. Menjadi orang baik, terkadang kita malah dimusuhi. Menjadi orang yang hidup penuh kasih, ada kalanya dituduh sebagai penjilat. Menjadi orang yang setia dan bertanggung jawab dalam bekerja, kita mungkin justru dituduh cari muka, dan lain-lain. Haruskah kita menyerah dengan keadaan?

Yusuf adalah tokoh yang memberikan contoh kepada kita sebagai orang merdeka yang tetap melakukan kebaikan dan kasih, sekalipun dia dibenci, difitnah, dipenjara serta dilupakan untuk semua kebaikan yang telah dilakukannya. Tindakan orang merdeka tidak ditentukan oleh sikap atau respons orang lain kepadanya. Tindakan orang merdeka juga tidak tergantung situasi dan kondisi, melainkan ditentukan oleh dirinya sendiri untuk melakukan kebaikan, menyata-kan kebenaran serta membagikan kasih. Semua tindakan dan sikap yang ditunjukkan dengan tulus mendapatkan perhatian Allah. Allah pasti menyertai dan melepaskannya. Allah tidak tidur dan tak tinggal diam. Alkitab menceritakan tentang kasih Allah yang menyertai dan melepaskan Yusuf. Yusuf dari seorang yang dijual menjadi budak, kemudian dalam penyertaan Allah, dia diangkat sebagai penguasa di Mesir. Allah yang Mahakuasa dengan cara dan kehendak-Nya memberkati hidup Yusuf.

Mungkin saja pada saat ini dalam perjumpaan dengan sesama, kita diperhadapkan dengan dua pilihan. Pertama, menjadi orang merdeka yang menyatakan kehendak Allah. Kedua, menjadi budak yang melakukan sesuatu demi menyenangkan hati orang lain atau menguntungkan diri sendiri. Pilihan yang harus kita lakukan adalah menjadi orang merdeka yang melakukan kehendak Allah, apa pun risikonya. Karena Allah senantiasa menyertai dan melepaskan kita.

GB. 114 : 2

Doa : (Ya Allah, mohon jadikan hati kami teguh dalam menghadapi situasi kehidupan saat ini)

Scroll to Top