MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 8 Oktober 2020
Renungan Pagi
KJ. 457 : 1, 2 – Berdoa
KEGIATAN YANG DIATUR DENGAN BAIK
Kisah Para Rasul 20 : 13 – 16
Paulus telah memutuskan untuk tidak singgah di Efesus, … agar jika mungkin, ia telah berada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta (ay. 16)
Pernahkah kita merenungkan dan menyadari kegiatan yang dikerjakan setiap hari? Apa yang kita kerjakan dalam 24 jam sehari?Apakah banyak kegiatan bermanfaat yang dikerjakan?Atau seiring perjalanan waktu, kita melewati hari-hari dengan tanpa arti. Kita bisa membayangkan berapa banyak waktu yang dipakai untuk kegiatan yang bermanfaat. Lalu berapa banyak waktu yang terbuang. Jika waktu dilihat dalam satu minggu, satu bulan dan satu tahun; berapa banyak yang terpakai atau terlewat sia-sia. Bagaimana pengaturan kegiatan kita dalam waktu yang ada tersebut?
Paulus memakai setiap waktu untuk melayani jemaat melalui perjalanan pekabaran Injil. Tidak hanya memanfaatkan waktu yang ada, Paulus juga mengatur setiap perjalanan yang akan dilakukan dengan baik. Melalui bacaan pagi ini, kita mengetahui bagaimana Paulus mengatur waktu dalam perjalanannya. Ada rencana yang dibuat. Ada perhitungan waktu dalam perjalanannya. Ada rencana perjalanan dengan berjalan kaki melalui darat. Ada perjalanan yang memakai transportasi kapal dengan perhitungan hari dari setiap tempat yang disinggahi. Semua perjalanan direncanakan dengan baik agar mencapai target dan tujuan sesuai harapan. Paulus mengharapkan, bahwa dirinya sudah ada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta.
Pengaturan kegiatan yang direncanakan menjadi bagian untuk hidup disiplin dan teratur. Semua rencana tersebut harus melibatkan Tuhan. Kita meminta Tuhan menyertai dan memberkati dalam setiap rencana kegiatan yang dibuat. Rasul Yakobus berkata, “Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yak.4:15). Jadi sebelum memulai semua aktivitas hari ini, buatlah perencanaan dan doakanlah, agar segala rencana kegiatan dapat menjadi berkat bagi kita dan sesama.
KJ. 457 : 3, 4
Doa : (Tuhan Yesus, mohon sertailah di setiap kegiatan dalam kehidupan kami)
MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 8 Oktober 2020
Renungan Malam
KJ. 427 : 1 – Berdoa
RENDAH HATI : SETIA WALAU PENUH TANTANGAN
Kisah Para Rasul 20 : 17 – 21
dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan… (ay. 19)
Kunci keberhasilan Paulus dalam pelayanan adalah kerendahan hati. Dengan memiliki sikap kerendahan hati, Paulus mampu melewati setiap tantangan dalam pelayanan. Paulus sadar, bahwa tugas yang diembannya tidak mudah. la akan melewati berbagai tantangan pelayanan; seperti dimusuhi, dipenjara sampai ancaman pembunuhan atas dirinya. Intinya, nyawa menjadi taruhan terburuk yang akan dihadapi Paulus. Walaupun dalam pelayanan Paulus banyak mencucurkan air mata, namun semuanya itu dapat dilalui (ay. 19). Paulus tidak menjadi lemah. Paulus tidak tawar hati. Paulus tidak mengabaikan setiap pelayanan untuk memberitakan dan mengajarkan firman Tuhan kepada seluruh umat (ay.20).
Kerendahan hati Paulus membuat dirinya menjadi setia menjalankan pelayanannya. Paulus tahu, bahwa apa yang diberitakan untuk kemuliaan Tuhan. Keagungan dan Kebesaran Tuhanlah yang menjadi tujuan pelayanan Paulus. Paulus tidak boleh menyombongkan diri. Paulus harus makin kecil, namun Tuhan semakin besar. Karakter pelayanan Paulus ini yang memampukan dia melihat setiap tantangan menjadi sukacita pelayanan. Dalam sukacita melayani, Paulus mampu melewati semua hal dengan penuh syukur. Dengan bersyukur atas setiap tantangan dalam pelayanan, Paulus menjadi semakin teguh dan tegar.
Hidup ini penuh tantangan. Ada yang mampu ataupun tidak mampu melewati hari-hari kehidupan ini. Akibatnya, ada rasa kecewa dan putus asa. Hari-hari kehidupan dijalani bagaikan melewati dunia yang membingungkan dan menyeramkan. Mari belajar dari Paulus, yang mengubah tantangan menjadi sukacita, sehingga berbuahkan rasa syukur, walaupun hidup yang kita jalani bagaikan roda pedati. Ada saat kita “di atas” ataupun “di bawah”. Suka dan duka silih berganti. Namun demikian, kita harus tetap setia berjalan bersama Tuhan. Dengan demikian setiap tantangan menjadi kesukaan yang membawa syukur kepada-Nya. Semua itu dapat terjadi jika kita rendah hati.
KJ. 427 : 3
Doa : (Bapa, tolong kuatkan kami di setiap tantangan yang sedang dihadapi)
