MINGGU VI PRAPASKAH
Rabu, 9 Maret 2022

Renungan Pagi

KJ. 422 : 1 – Berdoa

SUPAYA LAMPU TETAP MENYALA

lmamat 24 : 1 – 4 

Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala (ay.2) 

Kehadiran Allah di tengah kehidupan umat-Nya dilambangkan. dengan lampu yang terus menyala. Hidup umat harus terus menerus disinari, bahkan dipenuhi dengan terang hidup dalam kehadiran Allah. Karena itu, lampu dalam kemah suci harus terus menyala (ay.1). Umat harus membawa minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu. Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama umat dalam ketaatan untuk menyiapkan minyak dan membawanya kepada Musa. Secara tetap Harun harus mengatur lampu-Iampu itu di atas kandil emas murni di dalam Kemah Suci di hadapan Tuhan (ay.3-4).

Kita hidup dalam dunia yang gelap. Kita membutuhkan terang yang menyinari kehidupan kita, supaya kita hidup. Terang itu harus terus bersinar di tengah kehidupan kita. Yesus telah datang ke dunia yang gelap menjadi terang dunia (Yoh.8:12). Dengan kehadiran-Nya hidup kita diterangi-Nya, sehingga kita hidup dan diselamatkan. Kehadiran-Nya kita butuhkan terus menerus untuk menerangi kehidupan kita di tengah kegelapan dunia. Di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (1 Yoh.1 :5).

Orang-orang yang telah mengalami dan menerima Yesus sebagai terang dalam hidupnya disebut sebagai anak-anak terang (Ef.5:8). Tuhan Yesus sendiri telah menyatakan secara gamblang bahwa orang-orang percaya adalah terang dunia (Mat.5:14-16). Karena itu, hidup kita harus terus bersinar seperti pelita di dalam Kemah Suci. Hidup kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus dan Firman-Nya sebagai minyak yang membuat pelita hidup kita terus bernyala dan bersinar.

Menjadi anak-anak terang merupakan panggilan kita. Karena itu, harus menjadi warna kehidupan dan identitas kehidupan kita. Di mana pun kita berada pelita hidup kita terus bernyala, menjadi berkat.

KJ. 422 : 2,3 

Doa : (Jadikanlah hidup kami pelita hidup yang terus menyala di tengah kegelapan dunia)

MINGGU VI PRAPASKAH
Rabu, 9 Maret 2022

Renungan Malam

KJ. 457 : 1 – Berdoa

DUA BELAS ROTI BUNDAR

lmamat 24 : 5 – 9 

Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua persepuluh efa; (ay.5) 

Musa diperintahkan Tuhan agar umat Tuhan membuat 12 roti bundar yang terbaik dengan ukuran atau takaran yang ditetapkan Tuhan. Setiap hari Sabat, 12 roti itu diletakkan di atas meja dari emas murni di hadapan Tuhan, diatur 2 susun sebagai persembahan kurban mingguan. Roti ini bukan untuk dimakan oleh Allah seperti dalam penyembahan berhala.

Roti bundar yang berjumlah 12 itu, merupakan simbol dari 12 suku Israel yang hidupnya secara mutlak bergantung pada pemeliharaan Allah. Dalam hal ini, israel harus menyadari bahwa sebagai umat, mereka hidup di hadapanAllah, dalam pemeliharaan-Nya. Karena itu, mereka harus selaiu hidup bergantung padaNya. Dengan demikian, merupakan kewajiban umat untuk mempersiapkan persembahan kepada Allah. Pada setiap hari Sabat, roti itu harus selalu diganti dengan roti yang baru.

Roti sajian ini dimakan oleh Harun dan para imam di hadapan Tuhan pada hari Sabat sebagai bagian mahakudus bagi mereka. 12 roti yang dimakan Harun dan para imam ini juga merupakan simbol persekutuan antara Allah dan umat-Nya. Dari simbol ini, kita memahami jalan yang disediakanAllah bagi umat untuk dapat bersekutu dengan Allah di sepanjang kehidupan mereka. Sebagai anak-anak-Nya, kita perlu menghayati kehadiran Allah di tengah kehidupan kita. Dialah, Allah yang memelihara kehidupan kita. Dengan menghayati pemeliharaan-Nya, setiap saat kita mengalami persekutuan dengan Dia yang memberi sukacita, kekuatan dan kebahagiaan hidup.

Simbol 12 roti sajian telah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Dialah Roti hidup yang telah turun dari sorga memberikan hidupNya bagi dunia. Karena itu, setiap orang yang makan Roti itu, tidak akan lapar lagi. Roti itu akan membawa kita pada hidup kekal (Yoh.6:35,50-51).

KJ. 457 : 3,5 

Doa : (Biarlah kami boleh menikmati roti hidup itu, supaya kami beroleh hidup kekal)

Scroll to Top