MINGGU IV PRAPASKAH
Senin, 8 Maret 2021
Renungan Pagi
HARI PEREMPUAN
KJ. 443 : 1 – Berdoa
PERGI SEBAGAI TAWANAN, KEMBALI SEBAGAI ORANG MERDEKA
Ezra 2 : 1 – 2a
para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel…, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda (ay. 1)
Sebelum pandemi covid-19 terjadi, masyarakat acapkali mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya keagamaan. Kegiatan itu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dan membawa serta seluruh anggota keluarga. Kerinduan kepada kampung halaman dan sanak saudara yang ada di sana mendorong orang berbondong-bondong melakukan mudik. Umumnya dilakukan setahun sekali. ltu berarti terpisah selama setahun saja dengan kampung halaman sudah cukup membuat rasa rindu yang memuncak.
Umat Israel juga mengalami hal yang sama. Apalagi mereka sudah terpisah selama 70 tahun dari kampung halaman di Tanah Perjanjian, khususnya kota kudus Yerusalem. Begitulah yang dirasakan oleh orang-orang dari provinsi Yehuda. Mungkin sebagian dari mereka ada yang lahir di Babel dan belum pernah melihat kota Yerusalem. Kerinduan untuk berada di kampung halaman sangat mengusik hati mereka. Terlebih kepulangan mereka dalam status sebagai “orang merdeka”. Di bawa ke Babel sebagai tawanan kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda sebagai orang merdeka. Kegembiraan tak terhingga, karena Zerubabel memimpin mereka bersama para tokoh lainnya: Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Orang-orang yang tentu memiliki peran cukup penting.
Begitulah TUHAN dengan kuasa dan kasih-Nya memenuhi janji-Nya untuk membawa pulang umat-Nya. Babel bukanlah tempat yang TUHAN janjikan bagi umat-Nya. Begitu juga dengan kehidupan kita. Kedegilan hati kita tidak jarang membuat diri sendiri berada di tempat yang di luar rancangan TUHAN. la merindukan, agar kita berada kembali di tempat yang dikehendaki-Nya, yaitu tidak lagi ada di bawah hukuman, tetapi sebagai orang tebusan. Tempat di mana nama-Nya diagungkan dan kita dapat menikmati damai sejahtera-Nya.
KJ. 443 : 2
Doa : (Ya Tuhan mohon tuntunlah kami, agar selalu berada di tempat yang Engkau kehendaki)
MINGGU IV PRAPASKAH
Senin, 8 Maret 2021
Renungan Malam
HARI PEREMPUAN
GB. 70 : 1 – Berdoa
KEMBALI DARI PEMBUANGAN
Ezra 2 : 2b – 35
Inilah daftar orang-orang bangsa Israel (ay. 2b)
Ini adalah daftar orang-orang Israel yang merupakan suku Yehuda dan Benyamin yang kembali dari pembuangan. Dari tiga gelombang, mereka masuk dalam rombongan pertama. Peristiwa ini terjadi tahun 538 SM dengan jumlah 42.360 orang. Tentu tidak mudah bagi Zerubabel memimpin orang sebanyak itu ke kampung halaman. Gelombang kedua terjadi pada tahun 457 SM di bawah kepemimpinan Ezra. Sedangkan gelombang ketiga pada tahun 444 SM di bawah kepemimpinan Nehemia.
Pada ayat 2b-35 ini mereka yang kembali terbagi atas asal-usul keluarga dan kota. Sedangkan para imam dan yang Iainnya baru akan disebutkan pada ayat 36 dst.. Tampak dengan jelas, bagaimana TUHAN menginginkan semua umat-Nya untuk kembali ke Tanah Perjanjian. Kuasa dan kasih-Nya berlaku bagi semua, tak ada yang terkecuali. Rancangan dan kehendak-Nya pada waktu-Nya harus terjadi secara tuntas dan sempurna. Tak ada seorangpun yang dapat menghalangi-Nya. TUHAN menggerakkan hati para pemimpin, imam dan orang-orang Lewi, sehingga ada keinginan kuat untuk kembali ke Yerusalem. Hal ini diawali dengan berubahnya arogansi mereka menjadi orang yang rendah hati, setelah ditempa sekian lamanya di tempat pembuangan. TUHAN kemudian memberi kesempatan kedua bagi mereka untuk memulai hidup yang baru di kampung halaman.
Hal ini mengingatkan kita pada surat Paulus kepada jemaat di Filipi (FIp.2:13) yang menyatakan, “Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”. Tuhan bekerja bagi umat-Nya di pembuangan dan juga untuk kita saat ini dalam kerelaan-Nya, agar dapat kembali menikmati segala yang baik dari-Nya.
GB. 70 : 2,3
Doa : (Terima kasih ya Tuhan atas kerelaan-Mu untuk membawa kami kembali, agar dapat menikmati kebaikan-Mu)
