MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 8 Juli 2020

Renungan Pagi

GB. 214 : 1,2 – Berdoa

TAAT PADA INSTRUKSI TUHAN

Hakim-Hakim 7 : 1 – 14

“Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; ……… ” (ay. 7)

Obedience is an act of faith, disobedience is the result of unbelief (“ketaatan adalah tindakan iman, sedangkan ketidaktaatan adalah akibat dari keraguan”). Kutipan modern tersebut sungguh benar! Orang percaya akan selalu taat pada instruksi TUHAN sekalipun ia belum mengerti apa rencana dan tujuan-Nya. Sebaliknya, orang yang tidak percaya selalu meragukan instruksi TUHAN dan memilih jalannya sendiri.

Gideon, anak Yoas, adalah pribadi yang percaya kepada TUHAN. Semula iman Gideon memang menuntut tanda-tanda ajaib dari TUHAN sebagai bukti yang meyakinkan tentang kekuasaan-Nya. Namun iman Gideon tersebut kini membuatnya hidup dalam ketaatan yang sungguh kepada TUHAN. Gideon tahu bahwa hanya dengan menaati instruksi TUHAN, maka ia dan Israel mampu mengalahkan bangsa Amalek dan Midian.

Menurut ayat 2, TUHAN tidak menghendaki 30.000 orang Israel maju berperang. IA tidak ingin jika mereka memegahkan diri atas kemenangan yang diraih. Karena itu, TUHAN pun melakukan seleksi. Hanya mereka yang berani (ayat 3) dan yang minum air seperti anjing menjilat (ayat 5) yang boleh maju berperang. Kini, tinggallah Gideon bersama 300 orang prajurit Israel yang terpilih untuk berperang.

Dari kisah ini kita belajar tiga hal. Pertama, TUHAN tahu siapa saja yang kita butuhkan untuk menghadapi sebuah “peperangan”. DIA sendiri menyeleksi setiap pribadi, sehingga kita memperoleh bantuan sesuai yang kita butuhkan. Kedua, kemenangan dalam sebuah “peperangan” tidak bergantung pada jumlah dan kekuatan manusia, melainkan bergantung pada iman dan ketaatan kepada TUHAN. Ketiga, kemenangan orang percaya haruslah menjadi kemuliaan bagi TUHAN yang berkenan menyertai dan menolongnya.

Saudaraku, selamat berjuang! Percayalah, tidak ada “peperangan” yang mustahil untuk dimenangkan bersama TUHAN.

GB. 214 : 3

Doa : (Ya Allah, tolonglah aku untuk berjuang dalam iman dan ketaatan kepada-Mu. Amin)

MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 8 Juli 2020

Renungan Malam

GB. 272 : 1,2 – Berdoa

KERJASAMA BERBUAH MANIS

Hakim-Hakim 7 : 15 – 25

Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, Ialu mereka mengejar orang Midian itu. (ay. 23)

Konser piano akan segera dimulai. Para penonton telah menanti-nantikan permainan piano sang maestro yang memukau. Alangkah terkejutnya mereka ketika lampu panggung dinyalakan tampak seorang anak tengah memainkan piano dengan lagu yang dikenalnya. Ia sendiri kaget dan mulai gemetar. Namun sang maestro segera duduk di sebelahnya, lalu memainkan piano bersama. Lagu yang semula biasa-biasa saja, kini menjadi luar biasa (https://www.jesussite.com/)

Saudaraku, bukankah hal itu yang sering terjadi dalam kehidupan kita? TUHAN hadir dan menyempurnakan kerja keras kita. Tidak pernah IA merendahkan talenta dan karunia yang belum terasah. Tidak pernah pula  IA mencibir kelemahan dan kegagalan kita. Sebaliknya, TUHAN mau bekerja sama dengan umat-Nya, sehingga yang lemah menjadi berdaya. Yang gentar menjadi berani. Yang tercerai-berai menjadi sepakat.

Inilah yang dialami oleh Gideon dan 300 orang pengikutnya. Berbekal sangkakala, buyung, obor dan pedang, mereka menyerbu perkemahan bangsa Midian sesuai dengan tanda yang TUHAN berikan. Jumlah mereka memang tidak sebanding dengan lawannya. Namun TUHAN membuat bangsa Midian gentar kepada Gideon dan para pengikutnya, hingga mereka pun saling mengarahkan pedang seorang kepada yang lain (ayat 22).

Kepemimpinan Gideon yang didasarkan pada iman dan ketaatan kepada TUHAN membuatnya dipercaya oleh banyak orang. Tidak heran jika suku Asyer, Naftali, Manasye dan semua orang di pegunungan Efraim sedia menuruti perintahnya. Kerjasama di antara mereka pun berbuah manis. Bangsa Midian dan raja-raja mereka akhirnya berhasil dikalahkan.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita bekerja sama berdasarkan iman dan ketaatan kepada TUHAN? Atau sebaliknya, kita suka mengandalkan dan memamerkan kekuatan sendiri? Ingatlah, kerjasama di dalam TUHAN selalu berbuah manis!

GB. 272 : 3

Doa : ( Ya Allah, berkatilah kerjasama kami agar senantiasa Berbuahkan kebenaran, keadilan dan perdamaian. Amin)

Scroll to Top