SESUDAH EPIFANI
Jumat, 8 Januari 2021
Renungan Pagi
GB. 104 : 1 – Berdoa
TUHAN MEMPERHATIKAN
Kejadian 21 : 1 – 7
TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya (ay. 1)
Cinta yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesamanya akan tampak melalui perhatian dan tindakannya. Ketika ada seseorang yang menyatakan cinta dan kasih terhadap sesamanya melalui perkataan, namun tidak memberikan perhatian, maka sulit untuk percaya pada ucapannya. Sebaliknya, orang yang tidak mengatakan perasaan cintanya, tetapi memberikan perhatian, serta ada tindakan yang memperlihatkan perasaannya, maka sesama akan mengetahui apa yang dirasakan olehnya.
TUHAN sangat mencintai dan mengasihi manusia. Untuk dapat mengetahui kasih TUHAN, sesungguhnya manusia dapat melihat melalui kehidupan yang dianugerahkan-Nya. Cinta dan kasih TUHAN nyata melalui perhatian dan tindakan-Nya di dalam kehidupan ini. Mungkin saat ini, kita meragukan cinta dan kasih TUHAN. Beban hidup yang begitu berat bisa membuat kita jadi takut melangkah di hari yang baru. Nas Alkitab pagi ini, mengingatkan orang beriman, bahwa TUHAN sangat mencintai dan mengasihi kita. Hal ini tampak melalui kehidupan Sara, istri Abraham. Sara seorang perempuan mandul yang memperoleh cinta dan kasih-Nya. TUHAN sangat memperhatikan hidupnya. TUHAN berjanji kepada Abraham untuk memberikan keturunan melaluinya. TUHAN bertindak sesuai janji-Nya. Sebagai orang yang beriman, sudah seharusnya kita percaya terhadap perkataan TUHAN yang menyatakan kasih-Nya. Sekalipun beban hidup begitu berat, TUHAN tetap memperhatikan kita.
Ingatlah, TUHAN memberikan pertolongan-Nya kepada kita. Karena itu janganlah kita larut dengan masalah yang dialami dan mulai meragukan janji TUHAN. Kita hendaklah tetap percaya dan melakukan tugas dan tanggung jawab sepanjang hari ini. Dalam ketaatan kepada-Nya, kita menjalani hari-hari hidup ini dan percaya, bahwa janji-Nya akan tergenapi pada waktunya.
GB. 104 : 2
Doa : (Bapa, terima kasih untuk cinta dan kasih-Mu. Engkau selalu memperhatikan dan mampukan kami untuk tetap percaya kepada-Mu)
SESUDAH EPIFANI
Jumat, 8 Januari 2021
Renungan Malam
KJ. 9 : 1, 2 – Berdoa
Kejadian 32 : 22 – 32
Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (ay. 26)
Manusia sebagai makhluk berdosa tentu tidak terlepas dari kesalahan. Ketika seseorang telah melakukan kesalahan, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, ia mengakui, memohon pengampunan. Kedua, ia mengingkarinya dan berusaha mencari alibi, agar sesamanya tidak mencurigainya.
Yakub pernah melakukan kesalahan, yaitu meminta hak kesulungan Esau, kakaknya. Yakub menukarnya dengan roti dan masakan kacang merah (Kej. 25 : 34). Pada kesempatan lain, dengan tipu daya Yakub memohon berkat kepada Ishak, ayahnya. Keberadaan Ishak saat itu tidak dapat melihat. Yakub mengelabui ayahnya dengan cara memalutkan kulit anak kambing pada kedua tangan dan lehernya yang licin, agar sang ayah berpikir bahwa dia adalah Esau (Kej. 27 : 23). Dengan demikian, Yakub mendapatkan berkat dari Ishak, ayahnya.
Kesalahan yang telah Yakub lakukan membuat dirinya takut untuk berjumpa dengan Esau. Hal ini memperlihatkan, bahwa Yakub mengakui kesalahannya di masa lalu. Karena itulah, ia berusaha untuk mendapatkan belas kasih dari Allah. Nas Akitab menceritakan bagaimana Yakub bergulat dengan seorang laki-laki yang kemudian memukul pangkal pahanya. Ketika laki-laki itu memohon untuk pergi, Yakub berkata, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku”. Perkataan Yakub menunjukkan, bahwa dia mengetahui persis siapa orang yang bergulat dengannya. Yakub memohon berkat, meskipun orang tersebut telah menyakitinya. Kisah ini mengajarkan, bahwa sesungguhnya Allah memiliki belas kasih. Karena itu ketika melakukan kesalahan, jangan pernah takut untuk mengakui di hadapan Allah. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Pengampunan yang Allah berikan merupakan berkat terindah dalam kehidupan orang beriman.
KJ. 9 : 3, 4, 5
Doa : (Ya Allah, mohon ampuni kesalahan dan dosa yang kami perbuat dan mampukanlah untuk hidup benar di hadapan-Mu)
