MINGGU II PRAPASKAH
Sabtu, 9 April 2022
Renungan Pagi
KJ. 269 : 1 – Berdoa
HAPPY ENDING
Obaja 1 : 17 – 19
Tetapi di gunung Sion akan ada orang-orang yang terluput, dan gunung itu akan menjadi tempat kudus; dan kaum keturunan Yakub akan memiliki pula tanah miliknya. (ay. 17)
Apa yang kita harapkan ketika dalam perjalanan hidup kita mengalami pergumulan dan segala macam tantangan? Apa yang diharapkan oleh seorang atlit ketika dia mempersiapkan dirinya dengan berlatih keras? Tentunya adalah sebuah suasana yang mendatangkan kebahagiaan. Maka orang banyak menyebutnya “Happy Ending”. Akhir yang membawa kebahagiaan.
Kata “Happy Ending” memiliki makna sebuah perjuangan atau usaha seseorang diakhir dengan sebuah sukacita atau kebahagiaan yang diperolehnya. Untuk sampai pada hal tersebut yang dibutuhkan bukan sekadar sebuah usaha atau kerja keras, tetapi juga ketekunan dan loyalitas, sehingga tidak terpengaruh dan tidak mudah berpaling.
Obaja dalam pemberitaannya di tengah-tengah bangsa Israel yang sedang menghadapi pembuangan di Babelonia. Umat Israel akan mengalami pembuangan akibat dosa mereka, tetapi itu semua bukan perjalanan akhir. Pembuangan Babel adalah tahapan proses yang kemudian menurut nubuatan Obaja adalah akan ada pemulihan dan Allah akan mengembalikan bangsa Israel ke Yerusalem (lihat ayat 18-19).
Penderitaan Yesus, yang kita peringati sepanjang Minggu Prapaskah ini, mengajak kita semua untuk melihat bahwa penderitaan Yesus sampai pada penyaliban di Golgota (kita rayakan Jum’at Agung), bukanlah bagian akhir dari kehidupan dan misi Yesus dalam dunia ini. Tetapi itu adalah perjalanan awal menuju kebahagiaan ketika Kristus menunjukkan kuasa kebangkitan-Nya.
Hal yang kita butuhkan sekarang sebagai orang percaya adalah bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan, dan kita semua dituntut untuk tetap tekun dan setia, sekalipun yang kita terima adalah penderitaan. Tetapi akhir dari semua itu adalah kebahagiaan. Mereka yang setia akan menikmati semua itu. Yesus berkata “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”.
KJ. 269 : 2
Doa : (Tuhan, kami memohon kepadamu, berikan kami kekuatan agar kami tekun dan setia dalam menjalani kehidupan ini, sekalipun harus berhadapan dengan pergumulan)
MINGGU II PRAPASKAH
Sabtu, 9 April 2022
Renungan Malam
KJ. 392 : 1 – Berdoa
TUHAN MEMULIHKAN UMAT-NYA
Obaja 1 : 20 – 21
Orang-orang Israel yang diangkut ke dalam pembuangan akan memiliki tanah orang Kanaan sampai ke Sarfat; dan orang-orang Yerusalem yang diangkut ke dalam pembuangan, yang ada di Sefarad akan memillki kota-kota di Tanah Negeb. (ay. 20)
Nubuatan para Nabi Perjanjian Lama, selalu berisikan peristiwa-peristiwa yang sedang dan akan terjadi, sehingga menjadi peringatan agar umat Israel mau mendengar suara Tuhan dan berbalik kepada-Nya. Sementara di sisi lain pewartaan para Nabi adalah kabar sukacita, yaitu bahwa Tuhan yang telah menghukum umat Israel, Tuhan juga akan memulihkan dan menyelamatkan umat Israel. ltulah yang mewarnai pemberitaan para Nabi tentang karya Tuhan yang bukan hanya memberikan kutukan, tetapi juga memberitakan tentang berkat bagi mereka yang tetap setia. Sekalipun keadaannya sudah tidak seperti dulu lagi.
Dosa telah mengakibatkan gambar dan rupa Allah dalam diri manusia telah rusak, dan manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa juga akan mengakibatkan kematian. Pemahaman ini kemudian ditegaskan oleh Rasul Paulus, upah dosa adalah maut. Apa yang bisa memulihkan manusia dari akibat dosa? Apa yang dapat mengembalikan gambar dan rupa Allah dalam diri manusia seperti semula? Perbuatan baik atau kesalehan kita? Ternyata tidak.
Obaja dalam nubuatannya kepada bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan di Babelonia, mengatakan bahwa pada akhirnya Allah sendiri yang mengembalikan umat Israel ke Yerusalem. Allah menunjukkan kuasa kepada mereka yang setia dan percaya kepada Allah bahwa pada akhirnya Allah akan menolong dan memulihkan sisa-sisa umat Israel.
Cara Tuhan untuk memulihkan kita adalah Allah sendiri yang datang dalam rupa manusia, melalui Yesus Kristus. Penderitaan dan kematian-Nya telah menebus dosa kita dan memindahkan kita dari hukuman kekal ke kehidupan yang kekal. Kehendak-Nya bagi kita di Minggu Prapaskah ini agar kita tetap menjadi umat yang telah diselamatkan dan rajin berbuat baik.
KJ. 392 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu, karena pengorbanan di kayu salib, kini kami telah diselamatkan, dan memperoleh pengampunan dan kehidupan yang kekal)
