HARI MINGGU IV SESUDAH PASKAH
Minggu, 8 Mei 2022
Renungan Pagi
GB. 99 : 1 – Berdoa
DIBENTUK DAN DIPILIH
1 Tawarikh 1 : 1 – 4
Nuh, Sem, Ham dan Yafet (ay. 4)
Bobot, bibit, bebet merupakan prinsip orang Jawa yang berbicara tentang kualitas diri seseorang baik secara lahir maupun batin, asal-usul dan garis keturunan serta status sosialnya. Bagi masyarakat Israel kuno, garis keturunan menjadi sangat penting, karena hal itu menyangkut jati diri umat pilihan Allah di tengah kehidupan masyarakat, khususnya bangsa-bangsa lain. Dalam bacaan hari ini dipaparkan oleh Tawarikh daftar nama yang dimulai dari Adam sampai kepada Nuh. Dalam bahasa lbrani Adam dan manusia berasal dari kata yang sama “ha’adam”. Artinya, bahwa dalam diri Adam disampaikan tentang Allah yang menciptakan manusia serupa dengan Allah. Manusia memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah. Manusia menjadi wakii Allah di bumi dan berkuasa atas ciptaan-ciptaan Iainnya. Adam dibentuk oleh Allah untuk menjadi wakil-Nya di bumi.
Kisah Nuh mengacu pada cerita tentang air bah. Nuh dan keluarganya diselamatkan dari air bah yang diturunkan Allah untuk membinasakan makhluk hidup di bumi sebagai hukuman atas kejahatan manusia. Nuh dalam bahasa lbrani, artinya penghiburan. Nuh dipilih oleh Allah untuk melaksanakan karya penyelamatanNya terhadap sebagian manusia dan binatang yang masih hidup setelah air bah. Allah berjanji tidak akan menghancurkan bumi lagi. Perjanjian Allah dan Nuh inilah yang menjadi dasar peng-harapan bagi kehidupan Nuh maupun keluarganya dalam menjalani kehidupan.
Setiap kita dibentuk oleh Allah untuk hadir di dunia ini menjadi wakii-Nya yang menceritakan tentang Allah, Sang Pencipta. Seperti Nuh, ada di antara kita yang dipilih oleh Allah untuk melaksanakan karya keselamatan-Nya bagi dunia melalui Gereja-Nya. Proses pemilihan itu merupakan bagian dari proses pembangunan Gereja dengan kualitas diri yang berbobot sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi penerus Gereja dalam menjalankan misi Allah bagi dunia.
GB. 99 : 3
Doa : (Tuhan, kami memohon persiapkanlah hati setiap orang yang telah Engkau pilih untuk menjadi pelayan-Mu di Gereja-Mu ini)
HARI MINGGU IV SESUDAH PASKAH
Minggu, 8 Mei 2022
Renungan Malam
GB. 47 : 1 – Berdoa
RITUAL MORALITAS KASIH
1 Tawarikh 1 : 5 – 7
Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras (ay. 5)
Sebuah film Cina berjudul Confusianisme menceritakan tentang seorang Menteri Pertahanan yang bijaksana dan rendah hati, yang memilih meninggalkan kedudukannya lalu pergi ke “pengasingan” untuk mengajar banyak orang tentang ritual moralitas kasih. Lima ritual atau tindakan kasih yang diajarkannya, yaitu: hormat, besar hati, jujur, cekatan dan murah hati.
Salah satu tokoh Alkitab yang mengalami perubahan dan melakukan ritual moralitas kasih adalah Yafet, anak bungsu Nuh. Menurut tafsiran atas Kej.10:2-4, daftar silsilah keturunan Yafet sesungguhnya merupakan nama-nama teritorial dari suku-suku bangsa di sebelah utara barat Israel. Melalui silsilah ini, penulis Kejadian menunjukkan bahwa Yafet dan keturunannya merupakan bagian dari karya keselamatan Allah. la turut diselamatkan dari air bah bersama-sama dengan Sem dan Ham, kedua saudaranya.
Moralitas kasih dari Yafet tampak dalam sikapnya yang tidak ingin mempermalukan Nuh, ayahnya, yang telanjang akibat mabuk anggur. Bersama Sem, ia menutupi aurat ayahnya dengan kain sambil memalingkan muka. Ritual kasih demikian mendatangkan berkat atas dirinya. Setelah sadar dari mabuknya, Nuh pun berkata: “Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya” (Kej. 9:27).
Belajar dari Yafet, marilah kita menjaga kehormatan sesama dengan tidak mempermalukan mereka yang jatuh ke dalam pencobaan dan melakukan kesalahan. Dengan begitu, maka kita telah melakukan ritual moralitas kasih sebagai pengikut Kristus. Kisah Yafetjuga mengajak kita agar dalam proses pemilihan Diaken dan Penatua, kita memilih orang yang mampu melaksanakan ritual moralitas kasih dalam kehidupan bergereja: menjaga nama baik dan tidak suka mempermalukan orang lain. Selamat beristirahat. Tuhan memberkati.
GB. 47 : 2
Doa : (Ya Tuhan, berilah kami kepekaan hati agar dapat memilih pribadi yang tulus dalam mengasihi)
