MINGGU V SESUDAH PASKAH
Jumat, 7 Mei 2021
Renungan Pagi
GB. 222 : 1,2 – Berdoa
DI HADAPAN ALLAH TIDAK ADA YANG TERSEMBUNYI
Hosea 5 : 1 – 7
Aku ini mengenal Efraim, dan Israel tidaklah tersembunyi bagi-Ku, sebab engkau telah berzinah, hai Efraim; dan Israel telah menajiskan diri… (ay. 3)
Masih banyak orang beranggapan bahwa seseorang dapat saja melakukan tindak kejahatan dengan sembunyi-sembunyi. Menurut anggapan kebanyakan orang bahwa ketika mereka melakukan kejahatan dan orang lain tidak mengetahuinya, maka hal itu tidak membuat mereka merasa malu. Hal inilah yang menyebabkan keja-hatan terus merajalela, seperti korupsi, perzinahan dan lain sebagainya. Hal ini yang membuat banyak orang lupa masih ada sepasang mata yang terus memandang dan memperhatikan bumi ini de-ngan segala pergerakannya, termasuk manusia, yaitu TUHAN (sang Pencipta). Dia selalu mengetahui apa yang dibuat oleh manusia, termasuk segala perencanaan yang ada dalam hatinya.
Sejak dari awal kitab Hosea sudah memberi peringatan keras bahwa mereka telah melakukan kejahatan di mata Allah. Umat tidak dapat bersembunyi ketika Allah mengetahui segala peribadahan mereka diliputi dan dibaluti dengan kebohongan. Mereka beribadah, tetapi hati mereka bukan kepada Allah. Mereka membawa persem-bahan bukan kepada Allah, tetapi kepada para Baal. Kekecewaan Allah terhadap umat-Nya ini tidak membuat Allah menahan hukum-an kepada mereka. Pada ayat 1 dan 2 dengan jelas sekali bagaima-na reaksi Allah atas kemunafikan umat-Nya sendiri.
Teguran keras Hosea dalam pemberitaannya kepada umat Israel menjadi sebuah teguran keras dan sekaligus koreksi pada diri kita masing-masing. Mengapa tidak? Karena sesungguhnya Allah me-ngetahui apa yang sedang kita rencanakan, dan apa yang akan kita perbuat. Kita tidak dapat bersembunyi di balik apa yang kita renca-nakan apalagi hal tersebut untuk tindakan kejahatan. Bertobatlah! Karena yang dikehendaki Allah dalam Yesus Kristus adalah kita kembali kepada-Nya dan beribadah dengan kesungguhan, sebab TUHAN mengetahui isi hati setiap orang.
GB. 222 : 3,4
Doa : (Ya TUHAN, kami akui bahwa tidak ada sesuatu yang dapat kami sembunyikan dihadapan-Mu. Engkau mengetahui segala sesuatu. Ampuni kami)
MINGGU V SESUDAH PASKAH
Jumat, 7 Mei 2021
Renungan Malam
KJ. 39 : 1,2 – Berdoa
WAKTU TUHAN TIBA, ATAS KEJAHATAN UMAT ISRAEL
Hosea 5 : 8 – 15
Efraim akan menjadi tandus pada hari penghukuman; mengenai suku-suku Israel Aku memberitahu apa yang pasti. (ay. 9)
Sekarang ini masih banyak orang belum menyadari bahwa ketika TUHAN datang dengan sebuah penghukuman, maka tidak ada yang terluput. Semua orang akan mengalami suatu hukuman ketika Allah datang dengan segala kuasa-Nya sebagai seorang hakim. Tidak akan ada kuasa apa pun dalam dunia ini yang dapat menahan kemarahan TUHAN ketika kesabaran-Nya sudah habis. Kita masih ingat ketika Ia menghukum bumi ini dengan air bah (lih. Kej.7). Peristiwa itu mengingatkan kita semua bahwa tidak satu kekuatan yang dapat menahan hukuman TUHAN.
Hosea pada bagian ini memberitakan kepada umat Israel bahwa hukuman TUHAN atas umat-Nya tetap berlaku. Dalam permberitaan Hosea kali ini lebih mempertegas apa yang akan dilakukan TUHAN terhadap umat-Nya. Kali ini Allah sudah tidak bisa lagi menahan amarah-Nya atas segala kejahatan yang telah dilakukan umat-Nya. “Efraim tertindas, diremukan oleh hukuman, sebab ia berkeras untuk berjalan mengikuti kesia-siaan” (ay.11). Apa yang akan dilakukan TUHAN, menurut Hosea, bangsa-bangsa lain tidak mampu me redam amarah TUHAN. Bangsa-bangsa lain (dalam bacaan ini Asyur, tidak mampu menyembuhkan; ay.13). Israel tetap dihukum karena dosa mereka.
Allah harus merelakan putra-Nya, Yesus Kristus, sebagai ganti hukuman buat umat manusia. Yesus Kristus rela memberikan hidup-Nya untuk penebusan atas segala dosa umat manusia. Yesus menggantikan hukuman kekal dengan kehidupan yang kekal melalui kebangkitan-Nya. Harapan bagi kita yang percaya bahwa melalui kebangkitan-Nya, kita semua diperkenankan di hadapan-Nya. Kita mendapat tempat karena Yesus Kristus.
Manusia tidak mampu memperbaiki hubungannya dengan TUHAN, hanya TUHAN yang dapat mengembalikan hubungan tersebut, melalui Yesus Kristus. Teruslah jaga hubungan itu agar dosa tidak lagi merusaknya.
KJ. 39 : 3,4,5
Doa : (Terima kasih ya TUHAN, karena pengorbanan-Mu bagi kami, dan Engkau menggantikan hukuman kekal dengan kehidupan yang kekal)
