SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 8 Januari 2022
Renungan Pagi
KJ. 343 : 1,2 – Berdoa
PERCAYA PADA TERANG
Yohanes 3 : 18 – 19
Barangsiapa percaya kepada-Nya, Ia tidak akan dihukum; … (ay. 18a)
Rancangan Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia sudah sangat jelas, adalah untuk menyelamatkan dunia oleh Dia. Sebab mata-Nya tertuju pada keselamatan bagi dunia. Tangan-Nya senantiasa mengerjakan keselamatan bagi dunia. Oleh karena itu, tawaran hidup dalam keselamatan dari Allah menjadi suatu kebaikan bagi semua orang yang menerima-Nya dalam iman.
Selanjutnya, kesaksian penulis injil Yohanes menyatakan, “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum” (ay. 183). Kesaksian ini menjelaskan, bahwa setiap orang yang beriman kepada-Nya akan dibebaskan dari hukuman dosa. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya pada karya keselamatan dalam Kristus akan berada di bawah hukuman.
Konsekuensi hukuman yang akan diterima adalah “Terang telah datang ke daiam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan…”(ay.19). Kesaksian penulis Yohanes ini mengungkapkan, bahwa berita injii yang merupakan penyataan Allah di dalam Yesus, telah datang membawa terang bagi dunia yang gelap ini. Namun demikian, kecenderungan manusia lebih menyukai kegelapan. ltu sebabnya mereka menolak kehadiran terang. Akibatnya kehidupan manusia dikuasai oleh kegelapan yang mendatangkan hukuman. Hal ini semakin memperjelas tentang kebodohan yang tiada terhingga dari orang-orang yang tidak percaya. Jaminan hidup dalam keselamatan ditolak, hanya karena kegemaran melakukan yang jahat. Hidup terbebas dari dosa dihindari. Sementara hidup dalam hukuman karena dosa justru menjadi pilihan.
Melalui kesaksian Yohanes, kita pun diingatkan saat hendak menjalani hari anugerah Tuhan saat ini, agar senantiasa memohon kekuatan dari-Nya untuk tetap menjadi pribadi yang percaya pada karya Kristus. Dengan demikian, kita terus mengalami terang-Nya. serta menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan yang hanya akan membawa pada hukuman.
KJ. 343 : 3
Doa : (Ya Tuhan, mohon buatlah hati kami percaya, agar hidup dan karya kami menyenangkan-Mu)
SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 8 Januari 2022
Renungan Malam
KJ. 57 : 1,2 – Berdoa
HIDUP DALAM TERANG ATAU GELAP?
Yohanes 3 : 20 – 21
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah (ay. 21)
Jika diberi pilihan, mana yang lebih kita sukai, terang atau gelap? Pasti dengan cepat dan tegas kita akan memilih terang. Sebab terang membuat kita mampu melihat segala sesuatu yang ada di sekitar. Namun demikian, jika pertanyaan Iebih kita persempit lagi, mana yang disukai orang percaya, hidup dalam terang atau hidup dalam gelap, maka kecenderungannya adalah menunda jawaban, agar ada waktu untuk pikir-pikir dulu. Sebab jawaban yang diberikan mengandung konsekuensi.
Pada ayat sebelumnya penulis injil Yohanes mengungkapkan adanya kecenderungan manusia memilih hidup dalam kegelapan, dibandingkan hidup da‘am terang. Lalu pada bagian bacaan saat ini, penulis menjabar’ an hakikat setiap orang, karena pilihannya hidup dalam terang atau hidup dalam kegelapan. Bahwa hakikat orang yang jahat, akan menolak terang (baca: penyataan karya Allah dalam Kristus), sebab mereka memiliki keinginan untuk menyimpan dan mempertahankan kejahatan mereka. “Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yangjahat itu nampak”(ay.20). Sebaliknya hakikat orang yang benar akan datang dan menghidupi terang dalam dirinya, agar nyatalah perbuatannya sesuai dengan kehendakAllah. Ia memillih melakukan kehendak Allah daripada yang jahat.
Gambaran tentang hakikat manusia yang disampaikan penulis Yohanes, kiranya menjadi refleksi bagi kita, saat hendak beristirahat malam ini. Ada di manakah posisi kita saat ini?Adakah perjalanan kehidupan kita selama ini senantiasa mencari dan menghidupi terang itu? Ataukah kita terus membenamkan diri di dalam kegelapan? Hendaklah kita, sebagai orang percaya, terus hidup di dalam terang. Dengan demikian hidup kita senantiasa menyaksikan kehadiran Allah, dengan setiap karya keselamatan-Nya bagi dunia Ini.
KJ. 57 : 3
Doa : (Ya Yesus Kristus, mohon tuntunlah Iangkah kami pada terang-Mu, agar kami terus menyaksikan karya baik yang Engkau lakukan bagi keselamatan dunia ini)
