HARI MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Minggu, 7 Februari 2021

Renungan Pagi

KJ. 143 : 1 – Berdoa

IDENTITAS YESUS

Lukas 9 : 28 – 26

“Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (ay. 35b)

Panggilan untuk meneruskan “kabar baik” tentang karya keselamatan di dalam Yesus Kristus merupakan tugas mulia yang bukan tanpa halangan. Namun demikian, jatuh bangun seorang pelayan dalam membentuk karakter diri yang kuat akan mer. dorongnya untuk belajar sabar, rendah hati, berjuang mengalahkan keegoisan diri, dan terus meningkatkan iman mengandalkan Allah dalam hidupnya. Apa artinya perkataan yang manis dan sedap didengar, tetapi perilaku hidup tidak mencerminkan diri sebagai hamba yang suka mendengarkan perkataan Yesus Kristus? Apakah para pembawa “kabar baik” sudah mengenal betul siapakah Yesus, dan sejauh mana pengenalan itu memengaruhi hidup beriman mereka?
 
Bacaan saat ini menunjukkan adanya peristiwa transfigurasi atau Pemuliaan Yesus di gunung Tabor. Transfigurasi adalah kondisi yang membahagiakan, sehingga Petrus meminta, agar kemuliaan itu tetap tinggal dengan didirikannya kemah bagi Yesus, Musa maupun Elia. Ini menunjukan, bahwa Petrus belum sungguh-sungguh mengenal Yesus. la memang mengakui, bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 20). Namun demikian, bayangannya tentang Mesias sangat berbeda dengan maksud penyelamatan Allah. Transfigurasi Yesus dalam teks ini menunjukkan identitas Yesus sebagai Anak Allah dalam kemuliaan Sorgawi, sekaligus juga la adalah Anak Manusia yang akan menempuh jalan sengsara. Transfigurasi ini memaklumkan, bahwa Yesus adalah yang dipilih Allah untuk menyelamatkan dunia. Seruan untuk mendengarkan Yesus mau menegaskan, bahwa Dia adalah Mesias juga nabi besar seperti yang telah disinggung oleh Musa (Ulangan 18: 15).
 
Kenalkah kita akan Dia? la datang dalam kemuliaan, tetapi juga menempuh jalan sengsara untuk keselamatan kita. Orang yang mengenal Yesus dengan benar akan mewujudkan pancaran kemuliaan kasih melalui kesabaran diri menanggung sengsara memikul salib dan mengikuti Dia (Lukas 9: 23). Teruslah dengarkan Dia, Yesus Kristus yang dipilih dan dimuliakan Allah.

KJ. 143 : 2

Doa: (Ya Kristus, tolonglah kami untuk mengenal dan mendengarkan ajaran-Mu)

HARI MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Minggu, 7 Februari 2021

Renungan Malam

KJ. 154 : 1 – Berdoa

TEMUKAN RAHASIA KERAJAAN ALLAH!

Lukas 10 : 21 – 24

“Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (ay. 23b)

Rasa ingin tahu adalah dorongan bawaan seseorang dalam hal menyukai sesuatu yang baru dan bermakna bagi kehidupan. Namun demikian, ada pula rasa ingin tahu yang dilihat dalam konotasi negatif, sehingga disebut kepo. Bila rasa ingin tahu mempunyai tujuan positif dan berdampak baik bagi kehidupan seseorang, maka segala sesuatu pasti akan diperjuangkan untuk menemukan hal-hal baru dalam memenuhi keinginan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas iman kita, maka rasa ingin tahu tentang Kerjaan Allah menjadi penting dan patut dipelajari.
 
Lukas memberikan gambaran tentang rahasia Kerajaan Allah, bahwa hal itu hanya dapat dilihat oleh mereka yang memiliki sikap rendah hati untuk mendengar Firman Tuhan dan bersedia diutus untuk menyampaikan Kabar baik seperti tujuh puluh murid. Berbeda dengan ahli-ahli Taurat (Yahudi), bahkan kaum cendekiawan, yakni orang-orang Yunani yang berpengetahuan tinggi, namun tidak dapat melihat tentang kuasa Allah. Yesus bersyukur, bahwa Allah merah mati tujuh puluh murid itu dengan karunia yang luarbiasa, yaitu mengusir setan-setan di dalam nama-Nya. Rahasia Kerajaan Allah disingkapkan bagi mereka. Sementara kepada yang bijak dan pandai, tidak dapat melihat apa-apa, karena dosa meliputi diri mereka. Rahasia tersebut disingkapkan bagi mereka yang mau taat dan percaya.
 
Menjelang istirahat malam, mari merenungkan apakah kita sebagai pengikut Kristus telah memiliki rasa ingin tahu yang dalam tentang Kerajaan Allah dan memohon Dia memerintah atas hidup kita? Seberapa jauh rasa ingin tahu itu memberi dampak bagi perilaku kita, sehingga pancaran spiritualitas diri membawa berkat bagi orang lain? Kristus mencelikan mata rohani kita untuk hidup di kerajaan-Nya.

KJ. 154 : 2

Doa (ya Allah, mohon karuniakanlah Roh kerendahan hati untuk menemukan rahasia Kerajaan-Mu, agar pelayanan kami menjadi berkat bagi sesama)

Scroll to Top