MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 7 September 2021

Renungan Pagi

KJ. 355 : 1 – Berdoa

MARI TAAT PADA PERINTAH-NYA

1 Raja-Raja 17 : 1 – 6

Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan (ay. 5)

Elia adalah seorang nabi Tuhan untuk melayani Israel pada masa pemerintahan raja Ahab, yang dikenal sangat jahat di mata Tuhan lebih dari semua raja-raja sebelumnya (lih 1 Raj 16: 30) – yang menyemba dan mendirikan mezbah serta kuil-kuil untuk Baal. Raja Ahab ternyata dipengaruhi besar oleh Izebel, isterinya yang merupakan anak raja Sidon. Elia dipanggil untuk menyampaikan pesan atau nubuat Tuhan kepada raja, bahwa bangsa Israel tidak akan mendapatkan hujan beberapa tahun (ay.1).

Apa yang dilakukan Elia bukan perkara biasa. Dia berhadapan dengan seorang raja yang tidak mau tunduk kepada Allah. Elia sebagai utusan tetap menyampaikan yang Tuhan mau lakukan atas Israel dan pemimpinnya, yaitu raja Ahab. Elia tetap menemui Ahab. Elia menyadari keberadaan dirinya sebagai hamba Allah. Hamba harus tunduk pada perintah tuannya. Ia tidak boleh – dengan alasan apa pun – menuruti kemauannya sendiri. Elia diminta Allah untuk menyampaikan pesan itu saja. Setelah itu Elia pun taat ketika diperintahkan Tuhan ke Sungai Kerit. Sebagai hamba memang hanya perlu taat. Tuhan memelihara dia selama musim kering itu. Elia pun pasrah menanti makanan daging dan roti yang dibawa seekor gagak. Mengapa burung gagak dan bukan yang lain? Yang pasti kalau Tuhan mau, Dia bisa menggunakan siapa saja untuk melaksanakan karya-Nya, juga seekor gagak.

Jika saudara dipanggil Tuhan untuk melakukan pelayanan tertentu, marilah taat untuk menjalankan perintah-Nya. Sekalipun ladang pelayanan saudara terlihat sulit. Kadang ada orang-orang yang tidak menyenangkan yang dengannya saudara bekerja sama atau melayaninya. Bahkan tempat pelayanan yang Tuhan perintahkan pun tidak nyaman. Marilah kita taat seperti Elia. Tuhan akan memberikan segala kekuatan dan pemeliharaan kepada kita untuk mampu menjalani pelayanan tersebut.

KJ. 355 : 2,3

Doa : (Ya Bapa mohon ajarlah kami untuk menjadi seorang hamba yang taat akan panggilan-Mu dan pengutusan-Mu)

MINGGU XV SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 7 September 2021

Renungan Malam

KJ .433 : 1 – Berdoa

AKU SUKA BERBAGI

1 Raja-Raja 17 : 7 – 16

Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya (ay. 15)

Dalam kondisi terbatas, bahkan kekurangan, kecenderungan orang pada umumnya adalah “cari aman”. Artinya mengutamakan diri sendiri (kebutuhannya terpenuhi dulu). Tidak demikian halnya dengan perempuan janda di Sarfat. Dalam keterbatasan hidup-nya, ia masih mau memberi respons positif. Inilah percakapan mereka, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum. Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti”. Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli, …kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati” (ay. 10-12)

Janda di Sarfat dalam keterbatasannya tetap menunjukkan kualitas diri, yaitu kemurahan hati. Setelah mendengar perkataan firman yang disampaikan Elia, tumbuh benih iman dalam diri janda tersebut, akhirnya ia melakukan apa yang diperintahkan yaitu memberikan roti kepada abdi Allah itu, sebagai pilihan berisiko namun mengandung harapan. Itulah kunci untuk mengalami mujizat Tuhan. Akhirnya, “… perempuan itu dan dia (Elia) serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia” (ay. 15-16).

Situasi pandemi yang membawa banyak sekali dampak dalam kehidupan mestinya tidak membuat orang percaya enggan atau malah tidak melakukan perbuatan kasih kepada sesama sebagai bentuk ucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan Yesus. Hari ini kita dari janda di Sarfat yang mau berbagi di dalam keterbatasannya, karena ada Allah yang tidak terbatas kasih dan kuasa-Nya.

KJ. 433 : 2,3

Doa : (Ya Bapa, tolong ajarlah kami untuk bisa peduli terhadap sesama yang dalam kesusahan)

Scroll to Top