MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 6 Oktober 2020
Renungan Pagi
GB. 467 : 1 – Berdoa
DIBUTAKAN OLEH EMOSI
Kisah Para Rasul 19 : 30 – 32
Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak… dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul (ay. 32)
Emosi adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia. Emosi seseorang dapat terlihat dari perkataan, keputusan atau kegiatan yang dilakukan atas perubahan perasaan yang terjadi dalam hidup sehari-hari. Jadi emosi ikut memengaruhi setiap tindakan seseorang. Bahkan orang sering bertindak didasarkan pada emosi daripada pemikiran dan perhitungan yang matang. Artinya, emosi lebih menguasai diri daripada pikiran sehat kita.
Tindakan yang terjadi di gedung kesenian yang menyebabkan kekacauan di seluruh kota (lih.ay.29), menjadi salah satu contoh tindakan yang dikuasai oleh emosi semata. Hal ini terlihat dari mereka yang marah, berteriak-teriak yang membuat situasi kacau balau. Tanda bahwa mereka hanya dikuasai emosi ialah ketidak-tahuan tentang apa yang “diperjuangkan” dengan marah dan berteriak-teriak tersebut. Dikatakan, bahwa “kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul” (ay.32b). Ini berarti mereka sekadar ikut-ikutan karena termakan hasutan. Ikut marah dan berteriak-teriak tanpa jelas apa yang menjadi tujuan tindakan mereka.
Ikut-ikutan untuk sesuatu yang tidak kita ketahui maksud tujuannya merupakan tindakan yang bodoh! Ini menandakan, bahwa kita tidak memiliki prinsip atas suatu permasalahan. Terhasut pada pemahaman yang salah. Tidak memahami dan mengerti persoalan. Hanya tersulut emosi yang berakibatkan pada perbuatan sia-sia yang dapat mencelakakan orang lain dan merugikan diri sendiri. Diri menjadi kacau, Firman Tuhan mengingatkan, agar kita memiliki hubungan yang erat dengan Dia. Dengan demikian kita dimampukan untuk mengendalikan emosi, tidak dibutakan emosi dan selalu berharap pada Tuhan. Kita jadi mampu mengendalikan diri, melihat segala persoalan dengan hati dan pikiran murni serta menjauh dari setiap tindakan yang tidak benar.
KJ. 467 : 2
Doa : (Ya Bapa, mohon kuasai diriku dengan Roh Kudus-Mu agar terbebas dari roh dunia yang jahat)
MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Selasa, 6 Oktober 2020
Renungan Malam
KJ. 356 : 1 – Berdoa
SELESAIKAN DENGAN JALUR YANG SEMESTINYA
Kisah Para Rasul 19 : 33 – 40
Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendak-Mu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah (ay. 39)
Pemaksaan kehendak dengan cara dan aturan sendiri tidak dibenarkan. Jika ada keinginan atau mau menolak hal yang tidak sesuai dengan kehendak, maka sampaikanlah menurut aturan dan jalur yang telah ditetapkan. Kekacauan dan keributan terjadi ketika penyampaian kehendak tidak sesuai aturan yang ditetapkan. Lalu masing-masing pihak bertindak dengan caranya sendiri. Akibatnya, terjadi benturan yang mengakibatkan kekacauan besar.
Renungan malam ini masih berkaitan dengan “unjuk rasa” yang dilakukan oleh hasutan Demetrius kepada tukang-tukangnya. Demetrius menganggap Paulus dan teman-temannya melakukan penghinaan terhadap kuil Artemis. Kekacauan makin bertambah ketika Alexander hendak menenangkan mereka. la ditolak, karena dia adalah orang Yahudi. Panitera kota menenangkan kekacauan yang terjadi dengan mengimbau, agar mereka memakai jalur resmi dalam menyatakan keinginan atau ketidakpuasan. Ada sidang rakyat yang sah untuk menyelesaikan tuduhan Demetrius dan tukang-tukangnya (ay.38-40) terhadap Paulus dan rekan-rekannya.
Setiap kebijakan yang diputuskan, pasti ada pihak-pihak yang merasa tidak puas. Menolak dan menentang kebijakan menjadi alasan untuk melakukan “protes”. Ada yang menyampaikan dengan surat keberatan, berdemonstrasi atau unjuk rasa, bahkan dengan menjelek-jelekkan dan menghina orang-orang yang terlibat dalam pengambilan kebijakan tersebut.
Mari renungkan, bahwa ada cara lebih baik yaitu sesuai dengan jalur yang ditetapkan. Ada sistem dan aturan dalam menyampaikan pandangan serta kehendak kita. Jangan memakai cara yang merugikan dan mempermalukan diri sendiri. Tuhan mengajarkan agar kita hidup teratur. Tindakan keteraturan yang dilakukan Tuhan tampak dalam menciptakan bumi dan segala isinya. Ada keteraturan baik urutan yang akan Tuhan ciptakan maupun waktu penciptaannya. Segala sesuatu tidak diciptakan secara sekaligus (bukan dalam waktu bersamaan). Mari bertindak sesuai peraturan.
KJ. 356 : 2
Doa : (Ya Kristus Yesus, tolonglah agar segala sesuatu kami nyatakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan)
