MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 6 November 2020

Renungan Pagi

KJ. 436 : 1 – Berdoa

BUKAN KAMI

2 Korintus 1 : 3 – 11

Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan diri kami sendiri… (ay. 9b)

Seorang pengusaha besar di Singapura membangun pusat perbelanjaan yang mewah. la juga membuat prasasti untuk memperingati bahwa pembangunan itu terjadi karena anugerah Tuhan Yesus. Seorang kontraktor berusaha mengikuti tindakan itu. la berikhtiar bahwa saat pembangunan selesai, dia akan membuat prasasti yang sama. Hal itu ia nyatakan, meskipun dia bukan pemilik dari bangunan itu. Kontraktor itu mampu menyelesaikan pembangunan dengan baik dan sesuai jadwal. Dari kisah ini, ada unsur kerendahan hati dalam tindakan kontraktor tersebut.
 
Pernyataan Paulus sulit diterima. Alasan pertama, Paulus bukan saksi mata atas kehidupan Yesus. Dia bukan salah satu dari kedua belas murid Yesus. Dengan kata lain, Paulus bukan orang yang secara langsung terlibat dengan Yesus. Kedua, Paulus lebih terkenal sebagai orang Farisi yang melakukan penindasan terhadap pengikut Yesus. Pertanyaannya, bagaimana ia bisa menjadi orang yang memberitakan injil Yesus? Ketiga, Pelayanan Paulus di Korintus tidak mudah. Paulus berhadapan dengan latar belakang jemaat yang beraneka ragam. Namun demikian, Pelayanan Paulus berhasil di sana.
 
Pada umumnya, para hamba Tuhan selalu berhubungan dengan tiga hal yaitu legitimasi (pendidikan), latar belakang (masa lalu), dan kemampuan menghadapi masalah. Hamba Tuhan di sini bisa jadi pendeta maupun penatua dan diaken. Ketiga hal ini penting tapi bukan yang utama dalam pelayanan. Setiap orang bisa melayani dengan baik, karena Tuhan berkenan. Latar belakang, legitimasi, dan kemampuan mengatasi masalah tidak menjadi ukuran utama keberhasilan seorang hamba Tuhan. Faktanya, seorang pelayan dengan gelar sarjana bisa menjadi seorang Ketua Majelis Jemaat (KMJ) yang baik. Hal itu karena yang mereka lakukan adalah pekerjaan Tuhan.

KJ. 436 : 2

Doa : (Tuhan Yesus tolong para pelayan-Mu agar selalau mengedepankan-Mu dari pada diri mereka sendiri)

MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 6 November 2020

Renungan Malam

KJ. 405 : 1 – Berdoa

KEMURAHANMU

2 Korintus 1 : 12 – 24

Inilah yang kami megahkan… bahwa hidup kami di dunia ini, dikuasai oleh ketulusan dan kemurahan dari Allah… (ay. 12b)

Ada seorang polisi yang menjadi pemimpin tertinggi di kepolisian Indonesia. Polisi ini bekerja dengan tulus dan jujur. la setia pada pekerjaannya dengan integritas yang tinggi. Suatu ketika, seorang pengusaha memberikan hadiah berupa kendaraan bermotor. Polisi itu menolak. Saat pensiun, ia tidak memiliki rumah pribadi juga kendaraan. Padahal, ia bisa dengan mudah memiliki semuanya sebagai kepala kepolisian. Baginya, tugas adalah tugas. la tidak peduli soal imbalan. Ini adalah contoh dari sebuah ketulusan.
 
Dalam surat Korintus yang kedua, Paulus merencanakan perubahan dalam pelayanannya. Dalam surat ini, ada situasi sulit yang Paulus hadapi saat berhadapan dengan jemaat Korintus. Hal ini dapat kita lihat dalam 2 Korintus 10. Walau demikian, Paulus tidak pernah putus asa dengan jemaat tersebut, karena dia tulus melayani. Paulus mengakui ketulusan ini sebagai bagian dari kemanusiaannya. Ketulusan ini didasari oleh kemurahan Tuhan dalam hidupnya. Ini terbukti dari kematian Paulus sebagai akibat kesaksian dan pelayanannya. Kematian Paulus merupakan bukti dari seluruh ketulusannya dalam pelayanan. la tidak takut mati selama itu untuk pelayanan kepada Tuhan. Kematiannya juga bukti bahwa Tuhan berkenan Paulus kembali kepada Dia dalam kemuliaan-Nya.
 
Para hamba Tuhan yang melakukan pekerjaan-Nya di GPIB mungkin tidak melihat ketulusan dari pelayanannya sendiri. Artinya, para hamba Tuhan mungkin tidak menyadari, bahwa ketulusan adalah unsur penting dari pelayanan. Paulus sendiri mengatakan bahwa tugasnya adalah melayani dengan tulus. Bagi Tuhan, kemurahan-Nya tidak terbatas bagi pelayan-Nya yang tulus. Akhir pelayanannya bukan ketika menyandang predikat emeritus. Akhir pelayanannya adalah berada bersama Tuhan yang telah ia layani selama hidupnya.

KJ. 405 : 2

Doa : (Syukur atas segala kemurahan-Mu ya Tuhan yang telah kami terima selama ini)

Scroll to Top