MINGGU V PRAPASKAH
Sabtu, 6 Maret 2021

Renungan Pagi

GB. 300 : 1 – Berdoa

PELAYANAN YANG MENGANDALKAN DOA

1 Tesalonika 3 : 10 – 11

Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh … (ay. 10a)

Sebuah persekutuan jemaat yang utuh ditandai dengan doa. Rasul Paulus tidak bisa bertemu lagi dengan jemaat Tesalonika, lalu mengutus Timotius berkunjung. la bersyukur ternyata jemaat Tesalonika tetap setia beriman pada Yesus Kristus.
 
Sebuah kisah dari seorang pelayan Tuhan yakni Aimme Semple Mc Pherson yang melayani dengan tekun, setia dan bertanggung jawab dalam pelayanan. la tampil modis di tahun 1940-an. Suatu saat ia geram dengan komentar orang, lalu ia berkata: saya akan tetap berpakaian indah, tetap pakai lipstick dan pita pengikat rambut saya. Dengan tampil modis, ia tetap melakukan pelayanan dan banyak orang mengenal Kristus dan kasih-Nya.
 
Suatu saat, ia sedang berkhotbah di Ohio, wartawan ingin sekali membuktikan bahwa Aimme adalah seorang pelayan palsu. Wartawan itu bertanya pada petugas kebaktian itu. Di manakah pembangkit listrik gedung ini? Petugas menjawab: Oh, di ruang bawah tanah. Wartawan itu segera mengambil kameranya dan berlari ke ruang bawah tanah. Sampai di bawah, ia menendang pintu kecil dengan kasar. Di situ ia melihat bahwa alat pembangkit listrik adalah sekitar 50 orang nenek-nenek sedang berlutut dan berdoa. Kuasa doalah yang membuat pelayanan Aimme berhasil.
 
Di tengah persoalan berat maupun hal-hal yang menyenangkan, doa adalah segala-galanya. la menjadi kekuatan yang tidak terlihat. Kita ingat bagaimana Tuhan Yesus berdoa menghadapi segala tantangan pelayanan (Lih. Markus 1 : 35, Markus 6 : 46, Lukas 6: 12, Lukas 9 : 29). Doa tidak selalu untuk keperluan pribadi kita, tetapi juga orang lain dengan segala pergumulannya. Paulus membawa jemaat Tesalonika kehadapan takhta kemurahan Allah siang dan malam. Kita pun bisa lakukan itu dengan membawa saudara kita yang sakit dan yang dilanda masalah kehidupan dalam doa persekutuan jemaat Tuhan.

GB. 300 : 2

Doa : (Ya Tuhan hanya kepada-Mu, kami berdoa dan memohon berkatilah pelayanan yang dikerjakan)

MINGGU V PRAPASKAH
Sabtu, 6 Maret 2021

Renungan Malam

GB. 61 : 1,2 – Berdoa

PELAYANAN YANG BERKEMENANGAN

1 Tesalonika 3 : 12 – 13

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, dihadapan Allah dan Bapa kita… (ay. 13a)

Setiap orang yang percaya pada Yesus adalah calon warga Kerajaan Surga. Namun kita juga tidak boleh mengabaikan tanggung jawab kita di dunia ini. Kita dihadirkan di lingkungan kita, di pekerjaan kita, di pelayanan kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diutus meneruskan kasih Kristus, di situasi aman maupun rawan; menyenangkan maupun menyakitkan. Rasul Paulus menegaskan di ayat 13 bahwa Yesus lah sumber kekuatan Gereja dan segenap orang percaya. Kekuatan spiritual, membuat anak-anak Tuhan kuat dan tabah sampai pada akhirnya.
 
Dengan kekuatan spiritual di dalam Yesus, kita dapat mengalahkan kekuatan fisik dari orang-orang menindas persekutuan jemaat, orang-orang yang menghambat pelayanan. Apa yang dibuat oleh jemaat Kristen Tesalonika adalah bertahan dalam iman pada Yesus Kristus dan tetap meneruskan kasih Kristus bagi sesama. Kita tidak harus menunggu sampai segalanya berkelebihan baru mau berbagi. Di tengah kekurangan pun kita bisa berbagi, asal hati kita limpah dengan kasih Kristus.
 
Kesetiaan kita teruji justru di saat-saat sulit. Adakah kita tetap setia? Kiranya kita tetap setia sampai akhirnya dan kita memperoleh kemenangan. Tatkala kita mengalami kesulitan, Allah sedang membentuk kita menjadi pelayan Tuhan yang berkualitas. Visi dan orientasi dibawa pada pemahaman atas keagungan kuasa Allah yang bekerja di luar akal kita. Nalar kita tidak bisa menjangkaunya. Kita hanya bisa mengaminkan akan penyertaan Allah dalam pelayanan Gereja-Nya.

GB. 61 : 3,4

Doa : (Jangan biarkan kami patah semangat. Biarlah kemenangan Kristus menjadi bagian kami)

Scroll to Top