HARI EPIFANI
Kamis, 6 Januari 2022
Renungan Pagi
KJ. 222b : 1 – Berdoa
MULIAKAN NAMA TUHAN
Wahyu 22 : 16
“Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang” (ay. 16)
Saat ini kita telah memasuki hari Epifani. Epifani (Yunani: Epifanea), artinya penampakkan. Istilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat). Hari Epifani merupakan momen yang mengingatkan warga jemaat tentang penyataan Tuhan Yesus bagi kehidupan manusia, serta untuk menghayati inkarnasi Kristus, Sang Firman yang Hidup.
Bacaan kita hari ini, berisi penegasan kepada rasul Yohanes tentang siapakah Yesus Kristus sesungguhnya. Tuhan Yesus menyatakan, bahwa Dialah yang mengutus malaikat untuk menyaksikan semua yang akan terjadi. Dengan demikian malaikat itu bukan Tuhan melainkan suruhan atau pelayan-Nya. Hal ini mengingatkan Yohanes kem bali yang sebelumnya (ayat 9) hendak menyembah malaikat tersebut.
Perkataan Yesus Kristus ini kem bali mengingatkan semua orang percaya, bahwa Dialah Tuhan, Anak Domba yang disebutkan di dalam kitab Wahyu, Tunas Daud, Bintang Timur. Yesus Kristus adalah Tuhan yang datang ke dunia melalui keturunan Daud untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ia rela menderita, mati di kayu salib, tetapi pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, sehingga dosa dan maut tidak Iagi menguasai hidup manusia. Tuhan Yesus akan datang kembali sebagai hakim yang Agung.
Oleh karena itu, kita yang sudah membaca atau mendengar Firman Tuhan, mari hidup dengan selalu mengarahkan hati, pikiran dan seluruh keberadaan diri kepada Tuhan Yesus Kristus. Mari tinggikan Dia, karena tidak ada satupun yang layak kita puji dan muliakan dalam hidup ini, kecuali hanya Tuhan Yesus Kristus. Dialah segaIa-galanya, dan bagi-Nyalah hormat, pujian serta kemuliaan sampai selama-lamanya.
KJ. 222b : 6
Doa : (Tuhan Yesus, Engkaulah segala-galanya dalam hidup kami. Hanya kepada-Mulah hidup dan kehidupan kami sandarkan. Di dalam segala hal mohon ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan mengagungkan nama-Mu)
HARI EPIFANI
Kamis, 6 Januari 2022
Renungan Malam
KJ. 139 : 1 – Berdoa
MARILAH
Wahyu 22 : 17
Roh dan pengantin perempuan itu Berkata : “Marilah! Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!”…. (ay. 17)
Kata: “Marilah” mengandung suatu ajakan untuk mengikuti orang yang mengajak. Maksud nas tersebut dituliskan, agar siapapun yang sudah mendengar berita yang disampaikan oleh rasul Yohanes ini memiliki tugas untuk mengajak setiap orang, agar mereka pun mendapat bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus.
Dalam ayat 17 dinyatakan: “Roh dan pengantin-pengantin perempuan berkata : “Marilah”. Kata Roh yang dimaksud di sini adalah Roh Kudus. Roh Kudus sangat berperan untuk menolong, menguatkan, mendorong dan memberi semangat bagi setiap orang untuk menyaksikan kuasa dan kasih Tuhan Yesus kepada banyak orang. Sedangkan yang dimaksud pengantin-pengantin perempuan adalah gereja. Tubuh Kristus ini dihadirkan di tengah-tengah dunia untuk menyaksikan karya penyelamatan Tuhan bagi manusia. Tujuannya, agar semakin banyak orang yang menerima Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya, serta beroleh berkat keselamatan maupun hidup yang kekal.
Barangsiapa yang haus hendaklah dia datang mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. Mereka yang datang kepada Tuhan Yesus akan mendapatkan kepuasan jiwa. Kehidupan yang kering akan disegarkan oleh-Nya. Hal tersebut terjadi atau akan dialami orang percaya bukan untuk sementara saja, melainkan selama-lamanya.
Marilah di hari Epifani ini kita menghayati inkarnasi Tuhan Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup. Wujud penghayatan tersebut dapat dinyatakan melalui karya dan pelayanan kita dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya Roh Kudus senantiasa menolong dan menguatkan kita. Dengan demikian, dalam keadaan apapun baik suka maupun duka, susah ataupun senang, kita terus menyaksikan kasih, kebaikan dan kuasa Tuhan Yesus Kristus di dunia ini.
KJ. 139 : 6
Doa : (Tuhan Yesus, mohon karuniakanlah kekuatan dan hikmat-Mu bagi kami, agar dapat terus memberitakan karya keselamatan-Mu di dalam dunia ini)
