SESUDAH EPIFANI
Jumat, 7 Januari 2022
Renungan Pagi
GB. 50 : 1 – Berdoa
MEMANDANG YESUS
Yohanes 3 : 14 – 15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (ay. 15)
Terjadi percakapan antara Yesus dengan seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi bernama Nikodemus. Nampak dari percakapan tersebut Nikodemus ingin mengetahui lebih dalam tentang arti kehadiran Yesus di tengah-tengah dunia, terlebih setelah Dia melakukan beberapa mujizat. Bagi Nikodemus, Yesus hanyalah sebagai utusan Allah. Kemampuan Yesus dalam melakukan mujizat hanya dimungkinkan oleh karena penyertaan Allah. Pertanyaan Nikodemus tersebut, menjadi titik masuk bagi Yesus untuk memperkenalkan siapa diri-Nya, sekaligus memperjelas arti kehadiran-Nya sebagai penyataan Allah (Teofani).
Yesus menggunakan kisah Perjanjian Lama tentang Musa yang meninggikan ular di padang gurun, karena tentu akan lebih mudah bagi Nikodemus memahaminya. Sebab sebagai seorang Farisi, ia sangat dekat dengan kitab-kitab Perjanjian Lama. Kisah ular-ular tedung dalam Bilangan 21 :4-9, dipakai Yesus untuk menjelaskan kehadiran-Nya sebagai manusia yang ditinggikan oleh Allah (ay.14). Dalam peristiwa Musa meninggikan ular dikisahkan, bahwa setiap orang yang dipagut ular itu harus memandang ular tersebut untuk mendapatkan pemulihan.
Uraian Yesus dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, bermaksud untuk mengajak Nikodemus bertobat dan hidup menurut ialan yang ditunjukkan-Nya, sehingga mahkota kehidupan yang kekal juga dapat diperolehnya. Penjelasan ini juga mengarah Nikodemus pada peristiwa Yesus yang di salib kelak untuk memberikan pemulihan (keselamatan) bagi semua umat manusia, karena dosa dan kejahatan yang dilakukan (ay.15).
Marilah kita pun senantiasa memandang kepada Yesus, di setiap perjalanan kehidupan ini. Mari menyatakan kesediaan hati kita untuk percaya dan mempertaruhkan seluruh kehidupan hanya kepada Yesus Kristus. Sebab Yesus bukan sekadar hadir dalam kehidupan ini, melainkan la berkarya sempurna bagi kehidupan kita. Mari menikmat dan menghidupi karya-Nya dalam kehidupan kita sepanjang hari ini.
GB. 50 : 2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk terus memandang pada-Mu, agar dapat menikmati kehidupan kekal yang Engkau anugerahkan)
SESUDAH EPIFANI
Jumat, 7 Januari 2022
Renungan Malam
GB. 69 : 1 – Berdoa
WARTAKAN DAN NYATAKAN KASIH-NYA
Yohanes 3 : 16 – 17
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, … (ay. 16)
Kehadiran Yesus dalam dunia dan di tengah umat manusia, menjadi penyataan kasih Allah yang begitu besar kepada dunia ini. Tujuannya pun sangat jelas, yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ayat 16). Penulis Yohanes mem beri kesaksian, bahwa kehadiran Yesus bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia (ayat 17). Hal ini merupakan kabar gembira bagi dunia dan seisinya.
Kabar gembira ini tentu bukan hanya milik kita. Karena itu kita dipanggil untuk mewartakan kabar sukacita itu melalui sikap hidup yang dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Kehadiran Yesus hendaklah menjadi suatu perayaan kasih Allah yang begitu besar bagi dunia ini. Demonstrasikanlah kasih-Nya dengan senantiasa memberikan salam dan berkat kepada setiap orang yang kita jumpai. Kasih yang menembus ras, agama, golongan bahkan semua makhluk. Jika ajaran lain sedang getol meneriakkan kebenaran sebagai nilai utamanya, maka jangan ikut terpancing untuk membela kebenaran agama kita. Sebab sesungguhnya Alkitab menyatakan, bahwa kita diselamatkan bukan karena kita benar, melainkan kita dibenarkan Allah oleh iman yang tertuju kepada Anak-Nya, Yesus Kristus. Sebab itu panggilan kita adalah mewartakan dan menarasikan kasih Allah sebagai nilai utama hidup kita. (Sumber; https://teologialkitab.blogspot.com) Kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi; serta kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Bahkan musuh pun wajib dikasihi.
Perintah Yesus sangat jelas. Aku berkata kepadamu: “Kasihilah musuhmu dan berdoa/ah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu Yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yangjahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Matius 5:44-45). Karena itu, marilah kita giat mewartakan dan menyatakan kasih Allah di sepanjang hidup yang dianugerahkan-Nya.
GB. 69 : 2
Doa : (Ya Yesus, kami ingin terus mewartakan dan menyatakan kasih-Mu bagi dunia ini. Tolong mampukanlah kami)
