HARI EPIFANI
Rabu, 6 Januari 2021
Renungan Pagi
GB. 101 : 1 – Berdoa
ABRAM MENJADI ABRAHAM
Kejadian 17 : 1 – 8
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (ay. 5)
Novel romantis Romeo and Juliet karya William Shakespeare, dalam salah satu dialognya, Juliet mengatakan, bahwa nama tidak akan mengubah siapa dia, apalah arti sebuah nama, apabila nama itu menimbulkan perselisihan. Kala itu, perbedaan nama belakang pada Romeo dan Juliet menjadi hambatan bagi mereka untuk bersatu. Pernyataan Juliet inilah yang akhirnya menimbulkan sebuah pepatah yang mengatakan: Apalah arti sebuah nama.
Allah telah mengubah nama Abram menjadi Abraham. Karena la akan menjadikan Abram sebagai bapa sejumlah besar bangsa. Sebelum nama baru diberikan, la berfirman kepada Abram, “Akulah Allah yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak” (ay. 1-2).
Nama Abraham merupakan anugerah yang Allah berikan kepada Abram. Kisah Abram menjadi Abraham, menyadarkan orang beriman, bahwa sesungguhnya Allah telah merancang kehidupan manusia dengan berkat yang diberikan-Nya. Artinya, kita janganlah takut untuk melangkahkan kaki di hari yang baru. Percayalah, Allah telah menyediakan berkat sepanjang hari ini. Untuk bisa memperoleh berkat Allah, orang beriman tentu akan melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Orang beriman tentu akan menjaga kekudusan hidup yang telah Allah anugerahkan melalui kehadiran Tuhan Yesus ke dalam dunia.
Hidup di dalam dunia dengan predikat sebagai orang beriman tentu tidak mudah. Banyak tantangan dan masalah yang akan terjadi. Mari belajar dari kehidupan Abraham. Ketaatannya kepada Allah membuatnya tetap menerima berkat dari-Nya. Hal yang sama akan terjadi di dalam kehidupan orang beriman saat ini. Karena itu, janganlah ragu untuk hidup taat kepada Allah.
GB. 101 : 2
Doa : (Bapa di dalam sorga, kami memohon hikmat-Mu, agar tetap taat terhadap Engkau dalam melaksanakan tanggung jawab sepanjang hari ini)
HARI EPIFANI
Rabu, 6 Januari 2021
Renungan Malam
GB. 252 : 1, 2 – Berdoa
MEMEGANG PERJANJIAN ALLAH
Kejadian 17 : 9 – 14
Lagi firman Allah kepada Abraham : “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun” (ay. 9)
Allah yang berinisiatif untuk mengadakan perjanjian dengan Abraham dan keturunannya. Sebagai pihak yang menerima perjanjian, Abraham bersama dengan keturunannya harus memegangnya dengan sungguh-sungguh. Memegang perjanjian berarti, menjalankan syarat atau ketentuan yang disepakati. Itu artinya, Abraham bersama dengan seluruh keturunannya harus menjalankan ketentuan yang Allah berikan, yaitu setiap laki-laki harus di sunat. Sunat merupakan tanda perjanjian yang terjadi antara Allah dengan Abraham dan keturunannya. Jadi sunat merupakan tanda rohani dan mempunyai arti keanggotaan sebagai bangsa Israel (Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid II, 426). Jika memperhatikan ketetapan yang Allah berikan kepada Abraham, maka pesan yang disampaikan, agar orang beriman memegang perjanjian Allah dalam ketaatan untuk melakukannya.
Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan tentu tidak mudah untuk melakukan perkataan Allah dalam ketaatan, terlebih ketika seseorang diperhadapkan dengan pergumulan. Orang yang beriman, ketika sadar akan keterbatasan dirinya sebagai ciptaan, hendaknya datang kepada Allah. Tujuannya, memohon kekuatan dan hikmat, agar tetap dapat memegang perjanjian dengan Allah.
Memegang perjanjian yang Allah berikan dalam konteks saat ini tentu berbeda dengan Abraham. Yang kita lakukan ialah bersikap taat dan setia dalam kekudusan hidup yang Tuhan Yesus berikan. Hal ini tampak melalui tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan. Tugas dan tanggung jawab orang beriman adalah memuliakan nama Tuhan melalui hidupnya. Memuliakan nama Tuhan Yesus berarti segala perkataan, tindakan dan pikiran yang ada pada diri seseorang menceritakan tentang cinta dan kasih-Nya. Sebagai orang beriman, mari berusaha tetap memegang perjanjian dengan Allah melalui iman kepada Tuhan Yesus.
GB. 252 : 3, 4, 5
Doa : (Tuhan Yesus, tolong mampukan kami melakukan isi perjanjian-Mu dengan menjaga kekudusan hidup dan mengagungkan nama-Mu)
