MINGGU ADVEN II
Selasa, 7 Desember 2021

Renungan Pagi

KJ. 64 : 1,2 – Berdoa

BESARNYA KUASA TUHAN

Yesaya 40 : 25 – 28

“Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hak-ku tidak diperhatikan Allahku?” (ay. 27b) 

Nabi Yesaya berhadapan dengan orang-orang yang mengalami penderitaan di negeri asing. Mereka kecewa terhadapAllah. Mereka terkurung dalam perasaan hatinya dan tidak mampu lagi memandang masa depan mereka. Karena itu mereka menolak nubuatan Yesaya bahwa TUHAN akan segera melepaskan umat-Nya dari pembuangan Babel. Mereka tidak percaya lagi dan ingin melihat bukti nyata tentang tindakan Allah.

Ungkapan penyesalan diri umat Israel yang terbuang dan merasa kehilangan identitas dirinya, nampak dalam ayat 27b: “Hidupku tersembunyi dari TUHA N, dan hak-ku tidak diperhatikan ALLAHKU!”. Keluh kesah diungkapkan oleh sebagian orang yang menderita dan mengalami tekanan dan beratnya pergumulan mereka. Di manakah TUHAN saat kami berteriak meminta pertolongan? Seolaholah TUHAN tak peduli dan tidak memperhatikan seruan umatNya. Benarkah demikian?

Hidup memang tak pernah lepas dari berbagai pergumulan dan masalah. Musibah, wabah dan sakit penyakit datang menerpa manusia. Kesulitan ekonomi dan penderitaan hidup lainnya datang silih berganti. Yesaya menegur, mengingatkan umat bahwa Allah tidak seperti yang mereka pikirkan dan katakan. Dengan bersoal jawab, sang nabi menyatakan bahwa keluh kesah mereka merupakan perkataan buruk terhadap kehadiran dan kasih Allah dalam hidup mereka. Allah pencipta, penguasa hidup dan pengatur segala semesta. Dengan kasih-Nya, la tanpa Ielah dan Ietih lesu terus memelihara umat-Nya. Mengapa umat yang menderita karena kesalahannya malahan menyatakan Allah bersembunyi dan tak peduli kepada mereka?

Untuk memberi keyakinan kepada umat nabi mengingatkan kembali agar mereka memandang semua ciptaan TUHAN seperti bintang-bintang di langit yang diatur-Nya dengan sangat sempurna. la punya kuasa untuk dapat melakukan segala perkara di luar jangkauan pikiran manusia yang terbatas.

KJ. 64 : 2

 

Doa : (Kami bersyukur dan memuji kebesaran-Mu Tuhan, yang memampukan kami kuat menjalani hidup)

MINGGU ADVEN II
Selasa, 7 Desember 2021

Renungan Malam

KJ. 74 : 1 – Berdoa

TAK PERNAH LELAH

Yesaya 40 : 29 – 31

Tidakkah kautahu dan tidakkah kaudengar TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; la tidak menjadi Ielah dan tidak menjadi Iesu, tidak terduga pengertian-Nya (ay. 28) 

Saya Ielah menghadapi pergumulan ini!”. Begitu yang biasa kita dengar saat seseorang tak lagi sanggup menerima kenyataan yang berat: kehilangan pekerjaan atau ditinggalkan salah satu anggota keluarga. Penderitaan seakan tiada akhir. Ungkapan berisi keluh kesah dan tak berdaya pada saat pem berlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di masa pandemi corona, acapkali juga terdengar.

Firman Tuhan melalui nabi Yesaya menegaskan bahwa Allah tetap bekerja dengan cara-Nya. Ia memastikan adanya jalan keluar dari suasana ratapan dan keluhan. Siapapun yang telah kehabisan tenaga dan pikiran akan terlepas dari rasa Ielah dan tidak berdaya.

Datanglah kepada Allah yang tak kenal Ielah itu. Jangan terus berkeluh kesah dan menyatakan protes kepada Tuhan seakanakan la tidak peduli kepada kita. Janji-Nya kepada umat: ”Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama raja wali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya” (ay 31). Konon, rajawali adalah burung yang memiliki ‘aerodinamika’ yang sem puma. Dengan sayap yang Iebih besar dari tubuhnya, rajawali memiliki kestabilan saat melayanglayang di udara. Karena kerja sayap lebih banyak untuk melayang di bandingkan untuk mengepak-ngepak, maka rajawali tidak pemah Ielah saat berada di Iangit (Kompasiana). Jadi, nantikanlah Tuhan dengan iman yang penuh semangat.

TUHAN pasti memberikan kekuatan lebih untuk memulihkan mereka yang Ielah dan tak berdaya oleh berbagai macam pergumulan hidup. Siapkah kita menjadi seperti rajawali yang siap terbang menghadapi segala keadaan? Tetaplah percaya bahwa TUHAN memberi kekuatan baru bagi kita di tengah-tengah badai pergumulan Yang menghadang. Jangan menyerah menghadapi masalah apapun dalam kehidupan ini.

KJ. 74 : 4

 

Doa : (Ya Tuhan, berilah keyakinan bagi kami bahwa bersama-Mu, kami mendapatkan kekuatan baru dari Ielahnya gumul juang hidup ini)

Scroll to Top