MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 6 Agustus 2021
Renungan Pagi
GB. 69 : 1 – Berdoa
BERTINDAK BENAR DALAM KRISIS
Kejadian 19 : 1 – 11
Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! (ay. 9)
Sebagai orang asing di Sodom, Lot tetap menjalani hidup sebagai pribadi yang takut akan Allah. Meskipun lingkungan sekitarnya bertindak jahat, namun Lot tetap mengenal kehadiran orang asing yang tidak lain adalah malaikat dan menjamu mereka di rumahnya dengan ramah. Sebagai tuan rumah yang baik, ia membela para tamunya ketika semua orang laki-laki Sodom, dari yang muda sampai yang tua, ingin berbuat jahat terhadap mereka. Ia bahkan merelakan kedua anak gadisnya untuk diserahkan kepada orang-orang tersebut agar para tamunya itu tidak diapa-apakan. Tindakkan Lot untuk melakukan apa yang benar pastilah dilatarbelakangi oleh kehidupan keluarga pamannya, Abraham, yang hidup takut akan Allah. Abraham adalah pribadi yang menaati Allah dengan tanpa ragu atau rasa tidak percaya. Iman Abraham, pamannya, memberikan keteladanan bagi Lot agar tetap bertindak benar dalam keadaan apapun, termasuk di dalam krisis.
Tetap bertindak benar dalam situasi krisis memang tidak mudah. Kita pasti lebih tergoda melakukan apa yang popular, meskipun itu salah. Tidak terkecuali dalam kehidupan bermasyarakat di NKRI ini. Misalkan dalam penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat umum. Sebenarnya kita telah mengetahui manfaat penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Semua itu dilakukan untuk melindungi diri dan melindungi sesama dari penularan virus Covid-19. Namun sering kita temukan bahwa itu tidak dilakukan. Alasannya beraneka ragam, ada yang sulit bernafas, kelupaan, hingga bosan melakukannya karena merasa banyak orang yang hidupnya tidak tertib.
Jadilah pribadi yang tetap bertindak benar, dan mulailah dibiasakan dari keluarga. Jikalau banyak keluarga melakukannya maka akan memengaruhi masyarakat untuk sadar bahwa meskipun di dalam krisis, kita harus tetap bertindak benar.
GB. 69 : 2
Doa : (Tolong ajarlah kami tetap bertindak benar meskipun dalam krisis)
MINGGU X SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 6 Agustus 2021
Renungan Malam
GB. 84 : 1 – Berdoa
MERDEKA! DIANGGAP SEPI ATAU DIHARGAI?
Kejadian 19 : 12 – 29
maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu (ay. 29)
Allah akhirnya menghancurkan Sodom dan Gomora karena banyak keluh kesah orang tentang kota-kota tersebut. Namun sebelumnya Allah hendak menyela matkan Lot dan keluarganya, karena iman Abraham dan tindakan-tindakan kebenaran yang juga dilakukan oleh Lot sendiri. Lot dan keluarganya hendak dimerdekakan Allah atas hukuman dahsyat tersebut oleh karena kasih dan anugerah-Nya. Pemberian kemerdekaan dari hukuman Allah bagi Lot dan keluarganya rupanya tidak ditanggapi sama oleh seluruh anggota keluarganya. Lot menanggapi dengan syukur, namun tidak demikian dengan isterinya yang akhirnya mengambil keputusan untuk menoleh ke belakang seakan-akan ingin menyampaikan bahwa ia tidak percaya kepada peringatan Allah tersebut.
Dari perikop Alkitab saat ini kita mendapatkan pelajaran berharga, yaitu bahwa Allah memberikan kepada kita kemerdekaan atas segala bentuk ikatan yang membuat kita hancur. Namun dikembalikan lagi kepada kita masing-masing. Apakah kita masih menganggap sepi kasih karunia Allah itu, atau kita menghargainya sehingga kita bersyukur dan mengisi kemerdekaan dengan hidup secara bertanggung-jawab dalam segala hal.
Demikianlah juga dalam konteks berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Kita sadar bahwa kita telah diberikan kemerdekaan dari para penjajah sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus mengisi kemerdekaan dengan rasa syukur dan bersemangat untuk melakukan yang terbaik bagi Allah, termasuk di masa pandemi Covid-19 ini. Pandemi ini seakan-akan membatasi kita semua, namun kiranya kita dapat melewatinya dengan semangat gotong-royong dan menghargai satu dengan yang lain. Sebagaimana Allah telah mengasihi dan memberkati kita, hendaklah kasih kita pun memberkati mereka yang miskin dan yang terpinggirkan agar kembali diberdayakan.
GB. 84 : 2
Doa : (Tolong ajarlah kami untuk tidak menganggap sepi kasih karunia Allah dan menghargainya)
