MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 6 Agustus 2020

Renungan Pagi

KJ. 447 : 1 – Berdoa

TETAPLAH BERBUAT BAIK

3 Yohanes 1 : 11

…”Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah”…. (ay. 11)

Seorang penulis Anne Herbert pada tahun 1982 menulis Lakukanlah perbuatan baik kapan saja dan perbuatan yang indah tanpa pikir panjang. Artinya, berbuat baik itu tidak mengenal waktu dan dilakukan secara langsung tanpa pilih kasih. Sederhananya, dapat disimpulkan bahwa tidak perlu waktu yang baik untuk berbuat baik. Pernyataan ini mengacu pada teladan dari Yesus Kristus yang ditulis oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul 10:38 : “Yesus berjalan keliling sambil berbuat baik…”

Dorongan untuk berbuat baik disampaikan Rasul Yohanes kepada jemaat yang ditujunya. Rasul Yohanes menyampaikan hal tersebut karena ada dua orang di dalam jemaat yang kelakuannya berbeda. Gayus, seorang yang hidup dalam kebenaran dan berbuat baik bagi orang lain sekalipun orang itu asing baginya. Pada Sisi Iain, ada Diotrefes yang berbuat jahat dengan kata-kata kasar dan mengancam orang lain. Kejahatan seperti yang dilakukan Diotrefes tentu saja merusak kehidupan dan kesaksian gereja. Tidak ada sukacita dan damai sejahtera di dalam kejahatan. Sebaliknya, berbuat baik itu justru di dalamnya ada sukacita dan damai sejahtera. Melalui perbuatan baik itu, gereja bersaksi tentang kebaikan dan kasih Tuhan Yesus. Gereja berbuat baik bukan supaya beroleh keselamatan. Keselamatan itu adalah anugerah Tuhan dan perbuatan baik adalah wujud syukur dan kasih kita kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita.

Rasul Yohanes mengarahkan jemaat untuk meniru yang baik dan bukan yang jahat. Yang baik itu adalah berbuat baik bagi sesama. Berbuat baik sesungguhnya adalah wujud nyata dari perintah untuk mengasihi sesama dalam Matius 22:39. Bagian firman Tuhan yang lain berkata, Karena itu selama masih ada kesempatan janganlah jemu-jemu berbuat baik (Gal. 6 : 9).

KJ. 447 : 2,3

Doa : (Ajar kami ya Tuhan untuk setia mengasihi-Mu dan berbuat baik kepada sesama)

MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 6 Agustus 2020

Renungan Malam

KJ. 467 : 1 – Berdoa

BERSAKSI YANG BAIK TERHADAP SESAMA

3 Yohanes 1 : 12

Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, … (ay. 12)

Seorang anak yang rajin beribadah di gereja berkata kepada ayahnya: “Ayah mulai sekarang saya tidak mau lagi ke gereja”. Sang ayah menjawab: “Kenapa anakku?”. Si anak menjawab: “Karena di gereja saya menemukan orang-orang yang kelihatannya taat tapi sebenarnya tidak. Ada yang sibuk dengan hpnya dan ada juga yang asyik ngobrol membicarakan keburukan orang lain”. Membicarakan orang lain ternyata merupakan topik yang sangat menarik, bukan hanya di masyarakat tetapi juga dalam persekutuan gereja.

Rasul Yohanes secara terbuka juga membicarakan seorang yang bernama Demetrius. Demetrius adalah salah seorang pekabar Injil yang ditugaskan oleh Yohanes membawa suratnya kepada jemaat. Sosok pribadi dan apa yang dilakukan Demetrius begitu baik. Terkesan bahwa Demetrius melaksanakan semua tugas yang dipercayakan dengan tulus, sungguh-sungguh dan tidak mencari kepentingan sendiri. Hal ini tidak hanya disaksikan oleh banyak orang tetapi ‘kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian’. Dengan penyampaian ini, Yohanes mengharapkan agar jemaat membangun persekutuannya dengan saling membicarakan yang baik satu dengan Iainnya.

Bersaksi atau membicarakan yang baik terhadap sesama menjauhkan kita dari godaan fitnah dan menghakimi yang dapat merusak persekutuan atau hidup bersama. Gereja (GPIB) pernah berada pada posisi dibicarakan dengan penekanan tidak baik. Sekalipun sulit, kita harus tetap bersaksi atau berkata baik terhadap sesama. Paulus menguatkan kita dengan berkata: ‘Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia’ (Ef. 4 : 29).

KJ. 467 : 2,3

Doa : (Tuhan pakailah bibirku untuk bersaksi yang baik terhadap sesama)

Scroll to Top