MINGGU III SESUDAH PASKAH
Jumat, 6 Mei 2022
Renungan Pagi
KJ. 422 : 1 – Berdoa
PENTINGNYA NILAI LUHUR DALAM DIRI
Rut 3 : 1 – 11
“Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya (ay. 10)
Bukan hanya skill dan kemauan kuat yang diperlukan pada masa sekarang ini dalam menghadapi tantangan kerja dan kehidupan, tetapi juga nilai-nilai dalam diri. Nilai-nilai itu akan tampak pada kesungguhan bekerja yang bukan hanya untuk mendapatkan upah, tetapi juga aktualisasi diri dan wujud cintakasih dalam kehidupan. Begitu pula dengan kehidupan hari ini, kiranya kita jalani untuk membawa kebaikan bagi sesama. ltulah yang tampak pada diri Boas dan Rut.
Naomi memperhatikan masa depan Rut akan terjamin dan bermartabat serta masalah kehidupannya akan teratasi jikalau ia tetap menjadi bagian keluarga Elimelekh. Karena itu, Naomi menjodohkan Rut dengan Boas. Naomi mengatur pertemuan Rut dengan Boas di tempat pengirikan gandum, dari situ akan diketahui reaksi Boas, mau menikahi Rut atau tidak. Ketika Boas tidur malam di pengirikan, Rut berada di bawah kakinya. Hal ini dapat berarti dua, pertama Rut minta perlindungan dari Boas dan kedua dengan cara halus Rut meminta Boas untuk menikahinya. Permintaan ini dapat dimengerti oleh Boas. Boas mendapati nilai cinta-kasih yang tulus pada diri Rut ketika ia mau meninggalkan orang tuanya dan kampung halamannya, lalu ikut dengan Naomi ke Betlehem. Juga ketika Rut mau menikah dengan Iaki-laki pilihan Naomi, sekalipun usianya sudah cukup lanjut (ay.10a). Kesediaan Rut mau menikah dengan laki-laki pilihan Naomi benar-benar istimewa.
Kerja keras Rut bukanlah penilaian yang utama di mata Boas, melainkan nilai cinta-kasih yang memelihara kehidupan. Kerja keras dan cerdas yang hendak kita mulai hari ini, hendaknya menjadi Iangkah awal untuk mendemostrasikan cinta-kasih yang memelihara dan bentuk tanggung jawab atas kehidupan yang Tuhan Yesus berikan. Selamat berjuang.
KJ. 422 : 3
Doa : (Tuhan jadikan aku alat di tangan-Mu yang membawa damai sejahtera-Mu)
MINGGU III SESUDAH PASKAH
Jumat, 6 Mei 2022
Renungan Malam
KJ. 408 : 1 – Berdoa
MENIMBA HIKMAH HIDUP HARI INI
Rut 3 : 12 – 18
“Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga”. (ay. 18)
Kehidupan dan pekerjaan yang kita lakukan di luar rumah pada hari ini, akhirnya akan berdampak kepada keluarga kita. Karena itu, jika yang kita perbuat adalah hal-hal positif dan membangun, maka dengan senang hati kita akan ceritakan kepada seisi keluarga. Sebaliknya jika yang kita lakukan adalah hal-hal buruk dan negatif, maka kita akan menutupinya. lngatlah, segala sesuatu yang kita lakukan di luar rumah akan berdampak pada keluarga kita. Rut menceritakan segala yang telah dilakukannya (ay.6-11) kepada Naomi setelah ia kembali ke rumah (ay.16).
Boas yang telah memahami maksud Rut berada di kakinya saat ia tidur, memberitahu Rut bahwa ia akan berusaha menebusnya. Namun, masih ada sanak keluarga yang lebih dekat lagi. Boas akan meminta sanaknya itu untuk menebus Rut. Seandaimya ia tidak bersedia, maka Boas yang akan menebusnya. Rut pun pulang dengan membawa gandum yang diberikan oleh Boas. Sesampainya di rumah, Rut menceritakan semua perkataan Boas kepada Naomi. Naomi meyakinkan Rut, bahwa Boas akan menunaikan tanggung jawabnya untuk penebusan itu. Karena itu, Rut hanya perlu menunggu hasil usaha Boas.
Pada malam hari ini, kita tentu mengetahui ada banyak hal yang telah dilakukan dan dikerjakan. Ada kejadian-kejadian yang menyukakan hati, tetapi ada juga dari antara kita yang mengalami kesedihan, kesakitan dan kegetiran hidup. Segala hal yang diharapkan maupun tidak diharapkan itu telah terjadi dalam kehidupan kita. Marilah kita mau berserah dan percaya kepada Allah, bahwa suka dan duka, manis dan pahit kehidupan ini diizinkan Allah hadir untuk membentuk iman dan karakter orang percaya agar semakin teguh dan tangguh menghadapi tantangan kehidupan.
KJ. 408 : 2
Doa : (Tuhan bentuklah aku sesuai rencana-Mu, berikan hati yang lapang untuk menerima didikan-Mu melalui kesusahan dan kesenangan)
