MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 5 Juli 2021
HUT KE-27 YAYASAN DIAKONIA GPIB

Renungan Pagi

KJ. 353 : 1,2 – Berdoa

KEBAIKAN YANG TULUS

Matius 6 : 1 – 4

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (ay. 4)

Anne Frank seorang penulis dari Jerman pernah menyatakan, “Tidak pernah ada seorangpun yang menjadi miskin hanya karena memberi”. Pernyataan Anne Frank ini bertolak dari kesadaran, bahwa tidak semua orang berani untuk memberi kepada orang-orang di sekitarnya. Berkaitan dengan hal memberi, realitanya ada beberapa tipe manusia: 1) Orang yang enggan memberi, karena takut kekurangan; 2) Orang yang mau memberi hanya untuk mendapat penghormatan, agar dirinya nampak seperti pribadi yang baik dan peduli; 3) Orang yang mau memberi dengan ketulusan. Tipe yang manakah kita saat ini?

Pengajaran Tuhan Yesus menjadi teguran keras terhadap motif pemberikan sedekah yang hanya untuk mencari hormat. Pengajaran Tuhan Yesus ini, didasari atas realita orang Yahudi yang sering melakukan kebaikan di depan banyak orang hanya demi mendapat hormat. Tuhan Yesus mengajarkan, agar siapapun melakukan kebaikan dengan tulus, supaya hal itu dikenan oleh Bapa di sorga.

Firman Tuhan ini mengingatkan: 1) Setiap orang percaya dipanggil untuk senantiasa melakukan kebaikan; 2) Kebaikan yang dilakukan merupakan wujud nyata perilaku orang percaya yang bersyukur atas Anugerah Keselamatan Kristus; dan 3) Ketulusan dalam melakukan kebaikan akan senantiasa mendatangkan berkat dalam hidup.

Hari ini, GPIB selaku gereja Tuhan bersyukur atas pertambahan usia ke-27 bagi Yayasan Diakonia GPIB. Yayasan Diakonia GPIB merupakan salah satu alat misi Tuhan melalui gereja-Nya untuk meneruskan kebaikan-Nya kepada semua orang. Marilah ikut mendukung segala program Yayasan Diakonia GPIB, agar kebaikan Tuhan dapat dirasakan oleh semua orang.

Caranya: a) Ingatlah, Tuhan sudah terlebih dahulu menyatakan kebaikan Nya; b) Ingatlah tidak ada manusia yang bisa hidup seorang diri, jadi teruslah memberi untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama; dan c) Lakukan kebaikan sebagai wujud syukur atas Karya Keselamatan Tuhan Yesus yang telah berkorban bagi kita.

KJ. 466a : 1,4

Doa : (Tuhan, tolong ajar kami selalu melakukan kebaikan dengan tulus)

MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 5 Juli 2021
HUT KE-27 YAYASAN DIAKONIA GPIB

Renungan Malam

KJ. 354 : 1 – Berdoa

JADIKAN ALLAH PUSAT DOA (1)

Matius 6 : 5 – 6

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik (ay. 5a)

“Doa adalah nafas kehidupan orang percaya”. Ungkapan ini seringkali kita dengar untuk mengingatkan orang percaya, bahwa doa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya. Melalui doa, kita dapat berkomunikasi dengan Tuhan Sang Sumber hidup. Kita memohon bimbingan Tuhan untuk dapat melakukan kehendak-Nya dalam perjalanan hidup ini.

Doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Namun demikian, masih banyak orang yang malas berdoa dan belum melakukannya secara sungguh-sungguh serta benar dalam kehidupannya. Tuhan Yesus dengan tegas mengingatkan orang percaya untuk berdoa dengan benar. Pengajaran ini disampaikan, karena realita kehidupan umat saat itu yang nampaknya tidak memahami doa sebagai sarana berkomunikasi secara pribadi dengan Tuhan. Sebaliknya, doa malah dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan pujian dan hormat dari khalayak umum.

Doa bukan sarana untuk mencari kehormatan diri sendiri. Pusat doa adalah Tuhan, bukan diri kita. Saat kita berdoa, hati dan pikiran tertuju atau terpusat kepada Tuhan yang berada di tempat Maha Kudus. Kita pun diperintahkan mencari tempat yang tertutup, supaya dapat berkonsentrasi (fokus), ketika berdoa. Hal itu sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan, “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi” (ay.6a).

Sudahkah kita berdoa dengan benar? Sudahkah kita menjadikan Tuhan sebagai pusat doa dan kehidupan sehari-hari? Sudahkah kita menjadikan doa sebagai alat untuk berkomunikasi dengan Tuhan? Jika belum, mari kita mulai dari: 1) Selalu menyediakan waktu berdoa kepada Tuhan secara khusyuk; 2) Jangan pernah memanfaatkan doa sebagai alat untuk memaksakan kehendak pribadi kepada Tuhan, sehingga kita berdoa hanya ketika sedang ‘ada maunya’; 3) Jadikan Tuhan sebagai pusat doa, sehingga setiap kita berdoa yang dicari adalah kehendak-Nya, bukan kemauan pribadi. Selamat berdoa!

KJ. 452 : 1,2

Doa : (Tuhan Yesus Sang Sumber hidup, tolong mampukan kami untuk senantiasa menjadikan Engkau sebagai Pusat doa

Scroll to Top