HARI MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Minggu, 6 Februari 2022

Renungan Pagi

KJ. 356 : 1 – Berdoa

ANUGERAH DAN KETAATAN

Keluaran 19 : 1 – 6 

Aku telah mendukung kamu…….dan membawa kamu kepada-Ku (ay. 4b) 

Allah mengikatkan diri-Nya dengan orang percaya bukan karena ketaatan atas hukum-hukum-Nya, melainkan karena anugerah dan kasih sayang-Nya. Segala sesuatu diawali oleh kasih Allah. Ia mencari, menggendong orang-orang yang la kasihi, untuk mengalami anugerah pembebasan dan hidup dalam rancangan-Nya yang la tetapkan.

Ada dua hal penting tentang Firman, ketetapan atau Hukum Allah yang harus kita perhatikan :
a. Tuhan tidak memberikan ketetapan-Nya untuk menjadi alat orang mencari selamat atau mengalami keselamatan. Hal tersebut mustahil untuk dilakukan oleh orang percaya, karena tidak ada seorangpun yang dapat membuat dirinya menjadi sempurna dengan hukum.

b. Hal pertama di atas menjadi penting untuk kita dapat memahami hubungan kita dengan Allah. Tuhan tidak memberikan hukum-hukum-Nya untuk membuat kita menjadi orang yang sempurna. Tuhan memberikan hukum-Nya agar hidup kita bersama orang lain menjadi baik sebagaimana yang Ia kehendaki.

Respons atas anugerah Allah yang membuat kita memiliki kehidupan adalah dengan melakukan apa yang difirmankan-Nya. Pikiran-pikiran yang tidak tepat perlu untuk kita perbaiki. Misalnya, bahwa saya selamat, karena perbuatan/ketaatan saya, atau perbuatan baik saya Iebih banyak daripada keburukan saya. Jadi oleh karena semua kebaikan yang saya lakukan, maka pasti saya akan selamat. Dengan cara demikian kita suka untuk memperhitungkan kebaikan diri sebagai cara untuk masuk surga. Yang Tuhan mau adalah sebagai orang percaya, kita bersyukur dalam ketaatan. Kita mempertanggung-jawabkan keselamatan dan anugerah yang telah diterima, dengan hidup dalam ketaatan pada perintah-perintah-Nya. Kehidupan kristiani yang dibangun atas anugerah Allah dan ketaatan kepada-Nya, adalah bentuk dari tanggung-jawab orang-orang yang bersyukur atas anugerah tersebut. Ketika kita memberi respons anugerah Allah melalui ketaatan diri, maka ada janji-Nya yang mengikuti. Janji tersebut adalah kita menjadi kesayangan-Nya. Kita menjadi orang yang dipilih untuk meneruskan pesan-Nya. Kita pun menjadi umat yang kudus atau tidak tercemar hidupnya.

KJ. 356 : 2

Doa : (Tuhan mohon baruilah kami oleh anugerah-Mu dan buatlah hidup dalam ketaatan pada Firman-Mu)

HARI MINGGU V SESUDAH EPIFANI
Minggu, 6 Februari 2022

Renungan Malam

KJ. 40 : 1 – Berdoa

MENDENGAR DAN TAAT

Keluaran 19 : 7 – 9

“Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan..” (ay. 8b) 

Menjadi pemimpin, di tengah berbagai situasi adalah sesuatu yang kompleks. Bayangkanlah ketika kita harus memimpin sejuta umat, melintasi padang gurun, dan tidak tahu ke mana mereka sedang berjalan. Apalagi yang ada pada mereka hanya harta milik pribadi yang ala kadarnya. Rasanya tidak mungkin untuk bertahan, termasuk Musa yang memimpin umat Israel. Lebih jauh lagi, kita tahu bersama betapa sulitnya untuk meyakinkan umat, agartetap percaya dan menjalani hidupnya dalam kesetiaan pada Tuhan, di berbagai aspek kehidupan.

Mungkin kita pernah berada dalam situasi yang sama. Sejujurnya betapa sulitnya untuk sepenuhnya menaruh percaya pada Tuhan. Apalagi membiarkan la menuntun, pada saat-saat yang sulit, ketika kita harus membuat berbagai keputusan penting. Berapa sering kita harus bersedia untuk menjalani keputusan-keputusan sulit yang diambil, karena Tuhan menghendakinya. Namun demikian, di tengah jalan kita menjadi ragu, apakah tetap setia pada tuntunan Tuhan atau berubah haluan? Berkali-kali umat Israel diuji atas kesetiaan mereka. Misalnya, ketika ada awan yang melindungi sebagai tanda kehadiran Tuhan, dan tiang api pada waktu malam; atau saat mereka memperoleh manna setiap pagi. Dalam keadaan demikian mereka tetap percaya pada Tuhan. Sebaliknya, ketika datang kesulitan, lapar dan haus, maka betapa sulitnya mereka untuk percaya dan tetap setia kepada Tuhan.

Musa dipanggil untuk mempersiapkan umat. la mengawalinya dengan mengumpulkan para tua-tua bangsa Israel untuk meneruskan Firman Tuhan. Untuk menjalani keputusan-keputusan penting dan berdampak besar dalam kehidupan ini, kita perlu dipersiapkan dengan cara mendengarkan Firman Tuhan. Kesediaan untuk mendengar dan melakukan dengan setia perintah Tuhan adalah bagian dari kesediaan kita untuk bersyukur atas anugerah keselamatan yang telah Ia lakukan. Mari bersyukur atas anugerah keselamatan yang telah Tuhan buat bagi kita, dengan hidup setia pada Firman-Nya.

KJ. 40 

Doa : (Ya Tuhan, mohon buatlah kami sedia untuk mendengarkan Firman-Mu dan setia melakukannya)

Scroll to Top