MINGGU ADVEN II
Senin, 6 Desember 2021

Renungan Pagi

KJ. 85 : 1,2 – Berdoa

ALLAH TIADA BANDINGNYA

Yesaya 40 : 16 – 20

Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? (ay.18)

Dalam catatan sejarah saat manusia belum mengenal Tuhan terdapat pandangan tentang yang ilahi da|am berbagai bentuk penyembahannya. Allah disamakan dengan dewa-dewa berhala. Untuk itu dibuatlah patung-patung sesembahan. Ada juga yang meyakini bahwa Allah itu hadir da|am bentuk roh-roh leluhur.

Dalam nas ini Yesaya mengingatkan kembali akan kehadiran Allah dengan segala kuasa-Nya. Segala bangsa di dunia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Libanon dengan hasil kayu dan ternak tidak cukup untuk persembahan korban penebusan umat. Manusia dengan segala keahliannya pun hampa dan sia-sia. Umat Allah diperingatkan untuk tidak jatuh ke da|am dosa penyembahan dewa-dewa berhala di Babel. Hanya Allah yang tidak terbatas dan penuh kuasa itulah yang dapat menolong mereka. Sehingga Dialah satu-satunya yang harus disembah dan dimuliakan. Tidak ada yang dapat menyamakan Allah dengan apapun atau siapapun.

Saat ini, kehadiran kita hendaknya memberi motivasi kepada mereka yang telah kehilangan asa, luka hati dan lelah menghadapi masalah berat. Tuhan kita adalah Tuhan yang besar dan dahsyat. Tuhan terus menciptakan, dan menyediakan keperluan umat. Dalam kehidupan orang percaya, Tuhan Yesus hadir da|am setiap doa dan harap kita kepada-Nya. Jangan Iagi mengandalkan dunia yang sia-sia. Usah berharap kepada haI-hal yang hampa.

Serangkaian pertanyaan dari nabi Yesaya ini, membawa kita untuk melihat sosok Kristus yang akan datang menuntaskan karya keselamatan Allah bagi kita. Ia tiada bandingannya di dunia ini. Jangan Iagi membandingkan dan menduakan Dia dengan segala yang ada di dunia. Di minggu adven ini kita arahkan hati untuk menyambut Yesus. Tetaplah setia dan bersyukurlah. Dialah satusatunya Allah dan Juruselamat yang penuh kasih.

KJ . 85 : 7

 

Doa : (Tuhan, ampuni kami yang mudah jatuh da|am dosa dan mengandalkan dunia. Teguhkan iman kami hanya untuk Kristus)

MINGGU ADVEN II
Senin, 6 Desember 2021

Renungan Malam

KJ. 68 : 1 – Berdoa

TAHUKAH KAMU?

Yesaya 40 : 21 – 24

Dia yang bertakhta di atgs bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! (ay. 22) 

Pada bulan Juli 2021 yang lalu, muncul fenomena aphelion yang mencuri perhatian publik. Di beberapa wilayah merasakan dampak suhu dingin akibat posisi matahari sangatjauh dari bumi. Tak sedikit yang merasa khawatir dan bertanya-tanya. Beragam pandangan orang saat memandang langit, melihat matahari, bahkan melihat bintang dan bulan di malam hari dan menganggap hal itu sebagai sebuah fenomena alam. Tuhan Allah dipandang sebagai Yang dekat dengan bumi bahkan ada yang memandang sebagai Yangjauh dari bumi.

Nas hari ini, mengatakan kepada kita bahwa Allah bertakhta diatas bulatan bumi, penduduknya tampak kecil seperti belalang. Allah membentangkan langit seperti kain, dan memasangnya seperti kemah untuk didiami. Bagi (Deutero) Yesaya hal itu bukan sekadar fenomena alam. Itu merupakan karya Allah atas segenap semesta. Allah yang mengatur dengan indahnya. Allah tahu dan mengenal ciptaan-Nya dari dekat. Dia mengamati dengan seksama semua Ciptaan-Nya dengan kasih. Umat bukan tidak tahu dan tidak mendengar; umat bahkan sudah tahu dari sejak lama bagaimana dunia diciptakan Tuhan Allah. Karena itu, siapapun penguasa dan pembesar kemampuannya sangat terbatas bahkan kekuasaannya bisa lenyap. Hanya Tuhan yang penuh kuasa. Ia berkuasa menciptakan, memelihara bahkan melenyapkan.

Sebagai Gereja, kita menyatakan bahwa Tuhan Allah, Sang Pencipta itu, dekat dan senantiasa mengamati kehidupan manusia yang kecil, Iemah, terbatas dan bahkan tak berdaya menghadapi segala cobaan dunia. Tuhan hadir dalam setiap gumul dan juang kehidupan manusia. Rasakanlah kasih dan kenyamanan yang Allah karuniakan kepada kita.

KJ. 68 : 2

Doa : (Terima kasih Tuhan, Engkau peduli dan tahu segala
keberadaan hidup kami yang lemah dan terbatas)

Scroll to Top