MINGGU II PRAPASKAH
Rabu, 6 April 2022

Renungan Pagi

KJ. 64 : 1 – Berdoa

TUHAN ITU ADALAH ALLAH YANG DAHSYAT

Habakuk 3 : 1 – 7 

TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu ya Tuhan, kutakuti! ….” (ay. 2a) 

Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa Allah itu ada? Bagaimana kita membuktikan bahwa Allah itu Agung dan mulia, bahkan Allah itu dahsyat? Kita semua mengenal Allah melalui firman-Nya. Kita semua mengenal Allah itu ada melalui semua karya ciptaan-Nya seperti yang ada di dalam bumi ini. Allah memang tidak dapat kita lihat juga tidak dapat kita jamah, tetapi kita tetap percaya bahwa Allah tetap bekerja dalam kehidupan kita sejak la menciptakan bumi dan segala isinya, sampai saat ini Allah tetap bekerja.

Bagi orang yang tidak percaya akan Allah yang menciptakan bumi ini akan berkata bahwa dalam bumi hanya ada kita, manusia yang bekerja, beraktivitas. Sementara Allah tidak pernah kita lihat. Bagaimana dengan bencana alam? Mengapa Allah tetap membiarkan semua itu harus terjadi?

Hal yang sama dialami oleh Habakuk sebagai nabiAllah ketika dalam doanya (doa Habakuk bernada “ratapan”) ia menceritakan betapa berkuasanya Allah itu. Ketika Allah mulai menyatakan kuasa-Nya semuanya akan gemetar dan takut. ltu yang diungkapkan dalam doa Habakuk. Bahkan Habakuk sendiri merasa takut, itu diakui dalam doanya. Karena itu ketika Ia mulai bergerak dengan rencana-Nya maka bumi akan mengalami perubahan.

Kedahsyatan Allah pun semakin nyata ketika melalui Anak-Nya, Allah mulai dengan rencana keselamatan bagi seluruh umat manusia. Melalui kematian Yesus, Allah menunjukkan kuasa dan kedahsyatannya, di mana saat Kristus mati bumi diliputi gelap gulita selama beberapa jam, gempa bumi, Bait Suci terbelah dua, dan lain sebagainya. Semua itu menunjukkan betapa dahsyatnya Allah di dalam Yesus Kristus, dan terlihat melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Janganlah takut, sebab Tuhan itu adalah Allah yang dahsyat.

KJ. 64 : 2 

Doa : (Ya Tuhan, kami mengucap syukur karena kami memiliki Allah yang dahsyat yang telah mengaruniakan kepada kami Yesus Kristus)

MINGGU II PRAPASKAH
Rabu, 6 April 2022

Renungan Malam

KJ. 278 : 1 – Berdoa

ALLAH BERTINDAK, BUMIPUN GEMETAR

Habakuk 3 : 8 – 16 

Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai …. (ay. 8) 

Kita sering mendengar bencana alam, seperti gempa bumi, banjir bandang, tsunami dan Iain sebagainya. Bencana alam itu memperlihatkan betapa kita sebagai manusia terkadang tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi semua itu. Bencana alam terjadi terkadang meluluh lantakkan apa saja yang ada, termasuk bangunan, tumbuhan, manusia dan lain sebagainya. Begitu dahsyatnya ketika bencana alam itu terjadi. Kita hanya berada pada sikap diri cemas dan ketakutan. Pertanyaan sekarang adalah apakah ketika bencana alam itu terjadi, merupakan wujud dari kemarahan Tuhan atas kehidupan kita atau manusia yang terkadang sudah tidak Iagi melakukan kehendak-Nya. Memang peristiwa alam bukan sebuah bentuk kemarahan Allah kepada manusia atau kepada bumi yang diciptakan-Nya. Tetapi sesungguhnya semua peristiwa itu terjadi menjadi sebuah peringatan buat kita semua. Peringatan itu juga mengajak kita semua untuk memperbaiki hidup kita agar berkenan kepada-Nya.

Memang berbeda dengan pandangan para nabi masa Perjanjian Lama. Para nabi ditugaskan untuk memberitakan tentang Allah yang tidak pernah berkompromi dengan dosa. Hal yang sama dengan Ha-bakuk dalam doanya, lebih banyak bernuansa ratapan. Habakuk melihat bagaimana umat Allah harus menghadapi kehancuran ketika Allah menyatakan kekuasaan-Nya. Habakuk sendiri selain mengakui tentang kekuasaan Allah, tetapi disisi lain merasa takut ketika Tuhan sudah menunjukkan keadilan-Nya.

Salib adalah bukti betapa Tuhan sangat mengasihi manusia, karena itu Dia tak segan-segan mengutus anak-Nya untuk menjadi korban penebusan umat manusia. Tindakan Allah bisa berupa kemarahan ketika hukuman yang dinyatakan kepada umat manusia, tetapi juga bentuk kasih-Nya yang Agung atas ciptaan-Nya. Karena itu tetaplah hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Bila tiba saatnya kitapun akan dikumpulkan bersama-sama dalam kemuliaan-Nya.

KJ. 278 : 2

Doa : (Tuhan, kami sadar bahwa kami tidak sanggup menghadapi kemarahan-Mu, karena itu berilah kami kuasa Roh-Mu yang meyakinkan bahwa kami akan memperoleh keselamatan)

Scroll to Top