HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 4 Oktober 2020
Renungan Pagi
KJ. 247 : 1, 2 – Berdoa
GEREJA YANG MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH
Kisah Para Rasul 19 : 1 – 12
“Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. (ay. 8)
Rasul Paulus giat mengabarkan Injil. la mengunjungi daerah-daerah pedalaman. Di Efesus ia menjumpai beberapa murid Yohanes pembaptis. Mereka hanya mengenal baptisan Yohanes, yang menjadi tanda pertobatan dan pengampunan dosa. Mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Paulus mengajar dan memperkenalkan kepada mereka baptisan dalam nama Yesus Kristus agar mereka menerima Roh Kudus. Oleh karena itu, mereka harus percaya kepada Yesus Kristus. Keuletan Paulus dalam memberitakan firman dan mengajar membuat dua belas murid Yohanes mengerti dan menyerahkan diri untuk dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Ketika Paulus membaptis dan menumpangkan tangannya, Roh Kudus turun atas mereka. Mereka kemudian bisa berbahasa roh dan bernubuat. Mereka bertumbuh di dalam karya Roh Kudus.
Selama tiga bulan Paulus mengajar dengan berani di rumah ibadat tentang Kerajaan Allah dan bahwa Dia memerintah sebagai Raja (ay.8). Saat ditentang, Paulus melanjutkan pengajaran di ruang kuliah Tiranus. Selama dua tahun Paulus tinggal di Efesus. la memberitakan dan mengajar tentang Yesus Kristus serta melakukan mujizat-mujizat. Banyak orang menjadi percaya pada Yesus dan mengalami mujizat (ay.9-1 2).
Allah mengutus setiap orang percaya untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan-Nya dalam setiap aspek kehidupan agar orang yang belum mengerti menjadi ingin lebih mendalami. Namun demikian ada juga orang yang tidak mau mengerti bahkan mengecam pemberitaan Injil. Gereja, baik para pemimpin dan anggota-nya tidak boleh menyerah. Sebaliknya, harus dimobilisir untuk memberitakan firman dalam kata, perbuatan serta pengajaran, agar semakin banyak orang percaya kepada Yesus Kristus dan menerima karunia-karunia Roh Kudus.
KJ. 247 : 3
Doa : (Ya Allah, tolonglah kami untuk menghadirkan tanda-tanda KerajaanMu di bumi, agar semakin banyak orang percaya kepada Yesus Kristus)
HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 4 Oktober 2020
Renungan Malam
KJ. 341 : 1, 2 – Berdoa
KUASA YANG TIDAK BISA DIAMBIL-ALIH
Kisah Para Rasul 19 : 13 – 20
Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” (ay. 15)
Mengusir roh jahat dengan memakai mantera menjadi hal yang biasa di Palestina pada saat itu. Setiap orang berusaha melakukan berbagai cara agar disegani sebagai seorang yang dianggap memilki kekuatan dan kemampuan mengusir roh jahat.
Hal ini juga dilakukan oleh tujuh orang anak dari imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. Mereka mencoba mengambil-alih kuasa Tuhan Yesus yang ada pada murid-murid-Nya dalam mengusir roh jahat, namun tidak berhasil. Karena kuasa Tuhan Yesus yang diberikan kepada para murid-Nya tidak bisa dialihkan. Apalagi mereka memakai Nama Yesus untuk menyumpahi orang-orang yang kerasukan roh jahat. Kuasa Tuhan Yesus diberikan untuk menyatakan kehendak, karya dan kemuliaan-Nya. Itu diberikan kepada orang yang dikenan-Nya. Kuasa Allah tidak dipakai untuk kepopuleran dan kebanggaan diri.
Memakai atribut dan mengatasnamakan Tuhan saat ini banyak terjadi. Dengan “menjual” kebenaran Firman dan mengklaim memiliki kuasa kesembuhan ilahi dalam dirinya, seseorang tidak lagi memuliakan Tuhan. Kuasa Tuhan Yesus dengan segala keagungannya tidak menjadi tujuan utama pelayanan. Kemuliaan diri sendiri yang lebih ditampilkan. Tuhan menjadi yang ke dua dan dirinya menjadi nomor satu.
Tanpa Kuasa Tuhan kita tidak mungkin sampai di malam ini. Tuhan melimpahkan kuasa-Nya kepada kita untuk melakukan kerja dan karya masing-masing demi kemuliaan nama-Nya. Tuhan yang memberikan kepada kita masing-masing anugerah-Nya. Ini berarti kuasa-Nya tidak dapat diambilalih oleh yang lain. Jangan pernah iri atas kuasa yang ada pada orang Iain. Tuhan pasti memberikan kuasa-Nya kepada yang percaya dan taat terhadap Firman-Nya. Pergunakanlah sesuai kehendak-Nya kuasa yang diberikan-Nya, dan jangan disia-siakan. Mari bersyukur atas kuasa-Nya dalam hidup kita.
KJ. 341 : 3
Doa : (Ya Kristus, kami bersyukur atas kuasa-Mu yang nyata bagi yang percaya dan taat kepada-Mu)
