MINGGU XXIII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 5 November 2021

Renungan Pagi

KJ. 400 : 1,3 – Berdoa

DIA MEMBUKA DAN MENUTUP

Wahyu 3 : 7-9

Apabila Ia menutup tidak ada yang dapat membuka… (ay.7b)

Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya akses ke Allah Bapa. Seperti yang pernah diucapkan-Nya “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku” (Yoh 14:6). Firman mengatakan “Aku tahu segala pekerjaanmu: Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu…”(Wahyu 3:8). Akses menuju Bapa dibuka atau ditutup tergantung pada satu hal yaitu penilaian dan pertimbangan Kristus atas perbuatan kita.

Amsal dengan bijak telah mengingatkan “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 16:25). Banyak jalan dan pintu yang membentang di hadapan kita. Di satu sisi keputusan kita mengambil jalan yang mana dan masuk ke pintu apa berdampak pada penilaian Kristus yang bermuara pada apakah kita memiliki akses ke surga. Di sisi lain Allah melalui Kristus bekerja dalam kemauan dan perbuatan kita untuk kita dapat beroleh keselamatan. “…tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, … karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp. 2:12-13). Pekerjaan Kristus dalam hidup kita termasuk di dalamnya menutup dan membuka banyak jalan atau pintu bagi kita. Karena Yesus Kristus Omnipresence. Ia hadir di segala tempat dan waktu. Dia mengatasi sejarah lampau, kini, dan nanti. Dia memiliki rencana-Nya untuk hidup kita. Ia yang paling tahu ke mana arah maupun akibat dari jalan dan pintu yang kita pilih. Karena itu Dia bertindak.

Ada saat kita kecewa mengapa jalan-jalan yang kita harapkan tidak Tuhan buka. Tak jarang kita mengalami saat-saat bertanya kepada Tuhan mengapa tidak ada pintu yang dibukakan, agar kita dapat keluar dari kusut masa problema. Ingatlah selalu, bahwa semua pintu dan jalan yang Tuhan buka dan tutup bagi kita adalah agar hidup kita senantiasa bergerak menuju cinta kasih Bapa.

KJ. 406 : 1,3

Doa : (Tuhan apapun jalan atau pintu yang Engkau buka atau tutup, aku percaya itu adalah yang terbaik bagiku)

MINGGU XXIII SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 5 November 2021

Renungan Malam

GB. 62 : 1,5 – Berdoa

PEGANGAN

Wahyu 3 : 10 – 13

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu… (ay.11)

‘Pegang’ dalam Wahyu 3:11 menggunakan kata kratei. Kata ini juga memiliki makna berdaya dan kuat. Seperti dalam Efesus 6:10 “Akhirnya hendaklah kamu kratei (kuat) di dalam Tuhan”. Apa yang seseorang pegang dapat menjadi sumber kebaikan dan kekuatan namun dapat pula menjadi daya yang sangat destruktif dalam hidupnya. Karena apa yang dipegang dapat menguasai dan membentuk kepribadian serta masa depan seseorang.

Tuhan senang melihat karya hidup jemaat di Filadelfia. Ia mengerti kekuatan mereka tidak seberapa, tapi mereka berpegang teguh pada iman dan firman. Mereka tidak berpaling dari-Nya, sehingga Tuhan bukakan pintu menuju keselamatan (Wahyu 3:8-10). Kesetiaan kepada Tuhan itulah kratei mereka. Tuhan menghendaki kratei itu tetap ada selamanya.

Manusia selalu membutuhkan pegangan. Sebab hidup akan terasa amat tidak aman dan terasa risau dan galau. Ketiadaan pegangan membuat seseorang kerap merasa gamang dalam bertindak. Juga mudah limbung dan jatuh oleh terpaan badai. Orang dapat sungguh-sunggh ditopang, diteguhkan, dan dikuatkan oleh apa yang dipegangnya. Namun semua tergantung pada apa dan kepada siapa pegangannya.

Amat disayangkan orang banyak dengan atau tanpa disadarinya berpegang pada hal-hal yang salah, rapuh, dan bersifat temper; entah uang, kekuasaan, jabatan, koneksi, atau orang-orang. Mereka membiarkan apa yang mereka pegang menarik mereka menjauh dari rasa aman, keutuhan diri, kasih, kedamaian dan ketenangan batin, serta kebahagiaan. Mereka tenggelam di dalam daya pikatnya. Kekuatan manusia tidak seberapa dibandingkan arus kehidupan yang harus dihadapi. Namun kekuatan yang tidak seberapa itu menjadi kartei yang luar biasa ketika dengan setia berpegang pada pegangan yang terbaik, paling solid dan baka, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

KJ. 369a : 1,3

Doa : (Tuhan Yesus hanya Engkau saja tempat ku bersandar dan berpegang)

Scroll to Top