MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 4 November 2020

Renungan Pagi

KJ. 376 : 1 – Berdoa

TIDAK MEMAHAMI KASIH TUHAN

Maleakhi 1 : 1 – 5

Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? (ay. 2b)

Seorang anak marah kepada orang tuanya. la tidak terima saat orangtuanya memintanya untuk melanjutkan sekolah di luar kota. la sedang menikmati kehidupan bersama dengan orangtua dan teman-temannya. Lagi pula, kota tempat ia tinggal juga memiliki sekolah. la merasa sudah ada di zona aman, mengapa ia malah diminta untuk pergi ke tempat yang asing? Di sana ia harus memulai dari awal. ltu bukanlah hal yang mudah. Namun demikian akhirnya ia tetap pergi juga.
 
Umat Tuhan pulang dari tempat pembuangan di Babel. Herannya umat merasa tidak dikasihi Tuhan, karena hal itu. Mereka telah hidup nyaman dengan bangsa Babel. Mereka menikmati kemakmuran dan kesenangan yang ada di Babel. Ketika harus pulang ke Yerusalem, umat merasa Tuhan membenci mereka. Pertama, mereka dibuang ke Babel. Kedua, mereka sudah beradaptasi dengan bangsa Babel. Lalu, Tuhan membawa mereka pulang kembali ke Yerusalem. Kesenangan dan kenyamanan yang mereka nikmati telah hilang. Mereka sulit memahami itu dan berkata,”Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” (ay.2b).
 
Jalan Tuhan tidak sama dengan jalan manusia. Tuhan tahu yang terbaik bagi manusia. Pada usia 72 tahun, GPIB mungkin bisa merasa sudah berada dalam zona nyaman. Gereja harus terus bersyukur dan melakukan kehendak Tuhan semaksimal mungkin. Namun demikian, gereja juga tak boleh berhenti bertanya, “Sudahkah kami melaksanakan kehendak Tuhan dalam kehidupan bergereja?” Gereja yang bertanya dan mengevaluasi dirinya adalah persekutuan yang tidak lupa dengan kasih Tuhan. Jangan lupa bahwa ada gereja yang merayakan ulang tahun ke 500. Namun demikian, perayaan tersebut tidak ada artinya jika gereja itu kosong. Gereja yang kosong bukan karena pandemi, berarti umatnya tidak belajar memahami kasih Tuhan Yesus.

KJ. 376 : 2

Doa : (Mohon ampuni kami karena tidak menyadari kemurahan Tuhan yang telah diterima selama ini)

MINGGU XXII SESUDAH PENTAKOSTA
Rabu, 4 November 2020

Renungan Malam

KJ. 417 : 1 – Berdoa

HORMATI SELAYAKNYA

Maleakhi 1 : 6 – 14

Jika Aku ini Bapa, dimanakah hormat yang kepada-Ku itu? (ay. 6b)

Ada banyak berita tentang perilaku tidak hormat dari murid kepada guru. Murid dengan semena-mena bersikap tak hormat jika guru dianggap tidak baik dalam mengajar. Guru juga seringkali dianggap kurang bergaul dengan murid. Guru juga seringkali dilihat tidak cukup tenar oleh para murid. Setiap guru mempunyai kekurangan. Namun demikian, kekurangan itu tidak selayaknya diperlakukan dengan tidak hormat oleh murid. Ada kasus di mana murid memukul guru. Ada juga kasus di mana murid merendahkan guru karena status ekonomi. Perkembangan kehidupan manusia secara ekonomi mengakibatkan kemampuan finansial seseorang diukur dari penampilan.
 
Kehidupan umat Tuhan setelah pembuangan tidak menunjukkan bahwa mereka umat-Nya. Mereka tidak melakukan perintah-perintah dan kehendak Tuhan. Mereka justru hidup bertentang dengan perintah dan kehendak Tuhan. Mereka terpengaruh dengan kehidupan bangsa Babel. Mereka tidak memiliki standard dalam hal gaya hidup. Israel larut dengan gaya hidup bangsa Babel. Gaya hidup itu dibawa Israel ke Yerusalem. Israel tidak menyadari bahwa gaya hidup itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tuhan membawa umat-Nya kembali ke Yerusalem, namun mereka tidak menghormati-Nya.
 
Penghormatan kepada Tuhan tidak hanya terbatas pada ritual ibadah, perayaan tahunan, dan kegiatan gerejawi. Penghormatan kepada Tuhan juga tidak terbatas pada gedung gereja yang nyaman, sejuk atau menarik dari penampilan. Penghormatan kepada Tuhan juga tidak terbatas pada ibadah yang dilengkapi dengan musik yang menawan. Tuhan tidak meminta penghormatan yang demikian. Perilaku manusia adalah salah satu inti dari wujud dan cara penghormatan kepada Tuhan. Dalam ber-GPlB, penghormatan kepada Tuhan terwujud melalui perilaku yang layak kepada-Nya dan orang lain.

KJ. 417 : 2

Doa : (Mohon ampuni ya Tuhan kami atas kedegilan kami, karena tidak menyembah-Mu dengan benar)

Scroll to Top