SESUDAH RABU ABU
Sabtu, 5 Maret 2022

Renungan Pagi

GB. 49 : 1 – Berdoa

KESEMPURNAAN-KEKUDUSAN DI DALAM TAKUT AKAN ALLAH

2 Korintus 7 : 1 – 7 

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran Jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah (ay.1) 

Kesabaran, ketegaran dan kebesaran hati yang Allah berikan dalam hati rasul Paulus telah membuahkan hasil yang sempurna. Sekalipun kata-kata tegas dan lugas ia tuliskan dalam suratnya bagi jemaat Korintus, namun tidak ada rasa benci di dalamnya. Kasih Allah terpancar sehingga membawa perubahan di dalam hati jemaat Korintus. Mereka mulai membuka hati untuk menyambutnya bersama para pelayan Tuhan. Artinya, mereka mau membuka hati untuk kembali kepada Allah, berdamai dengan-Nya dan menerima kebenaran Firman-Nya.

Titus membawa berita yang menghibur hati rasul Paulus. Jemaat Korintus telah menyadari dan menyesali perbuatannya. Mereka sangat merindukan kehadiran Paulus. Hal itu berarti kuasa Allah bekerja secara sempurna di dalam hati jemaat Korintus dan mereka telah berani melakukan langkah awal yang mendatangkan pengampunan serta mengembalikan kekudusan hidupnya, yaitu membuka hati untuk diubahkan oleh Allah.

Tidak ada seorangpun yang hidup benar dihadapan Allah, kecuali jika hidupnya dibenarkan dan mendapatkan pembenaran dari Allah. Kuncinya, adanya kesadaran dan kemauan kuat untuk membersihkan diri dari semua perbuatan cemar. secara jasmani dan rohani serta bersedia hidup kudus di dalam takut akan Allah.

Teladan telah rasul Paulus berikan melalui caranya menghadapi pertentangan dengan jemaat Korintus. Kasih Allah menjadi dasar baginya. Mengapa dia mampu melakukannya? Karena ia telah terlebih dahulu mendapatkan kasih Allah yang telah menangkap, menyatakan kesalahannya dan mengampuninya. Masih adakah alasan baginya untuk tidak mengasihi jemaat Korintus? Tentunya tidak. Karena itulah ia mampu merendahkan hatinya serta memohon kepada mereka “Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati” (ay.2-3).

GB. 47 : 1,3 

Doa : (Berilah kami hati yang penuh kasih Kristus untuk mendatangkan pendamaian)

SESUDAH RABU ABU
Sabtu, 5 Maret 2022

Renungan Malam

GB. 354 : 1,2 – Berdoa

HIDUP BERDUKA DALAM KEHENDAK ALLAH

2 Korintus 7 : 8 – 11 

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian (ay.10) 

Sepenggal syair dalam lagu pop rohani mengatakan demikian “menyenangkan-Mu, senangkanMu! Hanya itu kerinduanku!” Menyenangkan hati Tuhan maupun orang lain. Biasakah kita melakukannya? Mampukah kita mengatakan seadanya, walau mungkin perkataan itu mendatangkan perasaan sedih, susah dan bergumul? Atau kita hanya akan mengungkapkan perkataan yang baik dan enak untuk didengar, agar tidak mendatangkan kesedihan dan kesusahan? Istilah umumnya ABS (Asal Bapak Senang).

Kasih yang Allah ajarkan bukanlah kasih yang buta, tetapi kasih yang menyatakan kebenaran dan menegur kesalahan untuk mendatangkan perubahan hidup menjadi lebih baik. Setiap orang yang hanya mau hidup dalam sukacita dan kesenangan serta menolak kesusahan dan dukacita bukanlah pribadi yang siap untuk menerima kasih Allah. Tetapi, setiap orang yang mau menerima sukacita, kesenangan, kesusahan bahkan dukacita oleh karena kebenaran Firman Allah, merekalah yang siap untuk menerima kasih-Nya. Mengapa? Karena mereka mau memberi hati untuk diubah oleh Allah, mengakui kesalahan dan berdamai dengan-Nya.

ltulah yang dilakukan oleh jemaat Korintus, sehingga berdasarkan perbuatan mereka, rasul Paulus berkata “ ….. menghasilkan perubahan hati yang mendatangkan keselamatan…kesedihan yang hanya sejalan dengan kehendak manusia menghasilkan kematian…kesedihan yang sejalan dengan kehendak AIIah!….kalian sungguh-sungguh berusaha untuk menjernihkan kekeruhan! Kalian menjadi benci terhadap dosa, kalian takut, kalian rindu, kalian menjadi bersemangat, kalian rela menghukum yang bersalah! Dalam seluruh persoalan ini kalian sudah menunjukkan bahwa kalian tidak bersalah” (ay.10-11). Mengapa mereka tidak bersalah? Karena, mereka tidak mengerti, tetapi mau mendengar dan belajar untuk memperbaiki kesalahan dan melakukan yang seharusnya mereka lakukan sesuai kebenaran Firman Allah. lnilah rahasia kehidupan di dalam Tuhan, kehendak-Nya pasti baik adanya, sukacita ataupun dukacita.

GB. 354 : 3

Doa : (Berikanlah kami hikmat untuk mengerti rancangan-Mu baik suka maupun duka)

Scroll to Top