HARI MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 4 Juli 2021
PERJAMUAN KUDUS
HUT KE-19 YAYASAN KESEHATAN GPIB
Renungan Pagi
GB. 155 : 1,2 – Berdoa
TUNJUKKAN IDENTITAS KRISTIANIMU!
Matius 5 : 13 – 16
Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia (ay. 13a,14a)
“Memiliki dua identitas untuk diri sendiri adalah contoh kurang-nya integritas”. Pernyataan ini disampaikan oleh Mark Zuckerberg yang kita kenal sebagai pendiri Facebook. Pernyataan ini hendak menunjukkan realita kehidupan manusia yang tidak mampu memiliki integritas yang kuat, karena tak bisa untuk tetap setia memper-tahankan identitas dirinya. Terkadang orang relatif tidak mampu mempertahankan identitasnya hanya karena takut untuk berjuang dan menghadapi berbagai risiko; sehingga cenderung menjadi pribadi yang memiliki dua identitas.
Sudahkah kehidupan orang percaya menunjukkan identitas Kristus di manapun berada? Pengajaran Yesus di dalam teks berangkat dari realita, bahwa ada pengikut-Nya yang belum menunjukkan identitas-nya sebagai murid-murid-Nya di tengah berbagai tantangan dan ancaman. Yesus menuntut kesalehan dari pengikut-Nya. Mereka harus mampu menunjukan identitas dirinya sebagai pengikut Yesus dalam kondisi apapun.
Garam dan terang menjadi simbol yang digunakan oleh Yesus. Garam dan terang diperlukan oleh semua orang dalam hidup ini. Garam berfungsi untuk mengawetkan dan memberi rasa. Sedangkan terang berfungsi memberikan cahaya, agar dapat membantu melihat arah yang benar. Ketika Yesus menggunakan garam dan terang sebagai sebuah identitas yang harus terlihat pada kehidupan orang percaya, maka para pengikut-Nya harus senantiasa siap berperan seperti yang dikehendaki-Nya bagi siapapun. Ia menghendaki kehidupan setiap pengikut-Nya senantiasa mampu mendatangkan kebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan.
Bersama Yankes GPIB yang berulang tahun ke-19, kita siap berkarya sesuai dengan pengajaran Kristus, guna mendatangkan kebaikan bagi sesama dan lingkungan. Caranya: 1) Jadikan Yesus sebagai pusat kehidupan, 2) Jadikan penderitaan sebagai anugerah dan bukan beban; dan 3) Ingatlah, bahwa makna Karya Keselamatan Kristus adalah sebuah pemberian tugas untuk meneruskan Peker-jaan-Nya di dunia. Mari terus berjuang menjaga dan mempertahan-kan identitas Kristiani di sepanjang kehidupan selaku gereja Tuhan.
GB. 155 : 3
Doa : (Tuhan, tolong mampukan kami mempertahankan identitas Kristiani)
HARI MINGGU VI SESUDAH PENTAKOSTA
Minggu, 4 Juli 2021
PERJAMUAN KUDUS
HUT KE-19 YAYASAN KESEHATAN GPIB
Renungan Malam
KJ. 351 : 1 – Berdoa
MENGASIHI ALLAH: LAKUKAN PERINTAHNYA!
Matius 5 : 17 – 20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar…, sesungguhnya kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga (ay. 20)
“Saya mau taat melakukan dalam Firman Tuhan, supaya selamat!” Pernyataan tersebut mungkin pernah kita dengar. Bahkan kita sendiri mungkin pernah mengucapkannya. Menjadi perenungan: “Apakah pernyataan itu benar, jika dilihat dari sisi teologi Pemahaman Iman Kristen tentang Keselamatan?” Jawabannya jelas, bahwa pernya-taan di atas bertentangan dengan Pemahaman Iman Kristen. Keselamatan dalam iman Kristen diperoleh karena anugerah dari Allah dan bukan hasil perbuatan baik seseorang.
Pemahaman tentang melakukan Firman Tuhan supaya diselamatkan, tidak jauh berbeda dengan yang dipahami oleh orang-orang Farisi. Orang-orang Yahudi pada umumnya juga memahami bahwa mereka diselamatkan karena melakukan Hukum Taurat. Pemahaman yang salah inilah yang mau diluruskan oleh Tuhan Yesus kepada mereka. Bagi Tuhan Yesus, Hukum Taurat adalah panduan moral bagi mereka yang sudah diselamatkan. Artinya, ketika orang percaya atau pengikut Yesus melakukan Hukum Taurat, itu bukan supaya dirinya memperoleh Keselamatan, tetapi sebagai rasa syukur atas Karya Keselamatan yang sudah diterimanya.
Karena itulah, dalam ayat 17 Tuhan Yesus menegaskan, bahwa kedatangan Nya bukan untuk meniadakan Hukum Taurat melainkan menggenapinya. Jadi kedatangan Yesus Kristus berfungsi untuk menjelaskan arti hukum-hukum Tuhan yang terkandung di dalam Hukum Taurat secara penuh. Yesus Kritus mau mengajak setiap orang percaya untuk memahami, bahwa inti Hukum Taurat adalah kasih yang murni terhadap Tuhan dan sesama. Itulah inti seluruh Hukum Taurat yang diberikan oleh Tuhan kepada umat. Wujud umat mengasihi Tuhan harus dibuktikan melalui ketaatan melakukan perintah-Nya. Misalnya, mengasihi saudara yang dilihatnya.
Hari ini, kita diingatkan bahwa setiap orang percaya harus dapat menjalankan segala Hukum Tuhan secara benar dengan didasarkan kasih kepada-Nya. Menjadi perenungan: “Sudahkah kita mengasihi Tuhan melalui ketaatan melakukan perintah-Nya?”
KJ. 351 : 2,3
Doa : (Mohon berikan kami kemampuan untuk mengasihi-Mu, ya Tuhan melalui ketaatan melakukan perintah-Mu)
