MINGGU II SESUDAH NATAL
Rabu, 5 Januari 2022

Renungan Pagi

GB. 42 : 1 – Berdoa

BASUHLAH JUBAHMU

Wahyu 22 : 14

Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu (ay. 14)

Di masa pandemi Covid-19, hal yang selalu diingatkan dan ditekankan yakni perlunya menjaga protokol kesehatan. Salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tujuannya adalah agar tangan kita bersih dari segala kuman, bakteri ataupun virus.

Bacaan pagi ini menyatakan: “Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya…” (ayat.14). Tentu maksud perkataan ini berkaitan dengan hal kebersihan. Kata-kata ‘membasuh jubah’ adalah kata kiasan. Sebenarnya yang dimaksud dengan ‘membasuh jubah’ adalah membersihkan diri. Walaupun saat itu sedang berada dalam penderitaan, namun umat Tuhan harus tetap menjaga hidup mereka, agar tetap bersih ataupun tidak dikotori oleh dosa. Apalagi kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Oleh karena itu orang percaya harus dapat mempertahankan hidup kudus, sebagaimana yang diinginkan Tuhan (1 .Petrus.1:15,16).

Hidup dalam kekudusan tidak pernah sia-sia. Tuhan sendiri katakan, bahwa orang yang menjaga dirinya dari kecemaran dosa dikatakan orang yang berbahagia. Mengapa? Karena mereka akan menikmati buah dari pohon kehidupan dan masuk melalui pintupintu gerbang ke dalam kota itu. Kota itu adalah kota Allah, Yerusalem baru. Di sana tidak ada Iagi derita, airmata, tetapi yang ada hanya sukacita dan kebahagiaan yang kekal.

Sebagai pengikut Kristus, mari menjaga cara dan pola hidup kita sehari-hari sesuai Firman Tuhan. Hindarilah gaya hidup yang menyukai kecemaran dosa. Meskipun kita seringkali menghadapi berbagai macam pergumulan maupun kesulitan hidup, namun hendaknya jangan sampai kualitas iman ikut tergerus. Percayalah senantiasa kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat, dalam situasi dan kondisi apapun yang kita alami. la akan tetap senantiasa melindungi dan menyertai kita.

GB. 42 : 3
Doa : (Ya Tuhan, mohon mampukan kami untuk tetap dapat menjaga kekudusan hidup, sehingga nama-Mu senantiasa dipermuliakan)

MINGGU II SESUDAH NATAL
Rabu, 5 Januari 2022

Renungan Malam

KJ. 356 : 1 – Berdoa

DI DALAM ATAU DI LUAR?

Wahyu 22 : 15

Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar (ay. 15)

Dalam bacaan pagi pada ayat 14 ditunjukkan tentang kebahagiaan orang-orang yang hidup benar, baik, dan kudus. Mereka akan ikut merasakan kebahagiaan bersama dengan Allah, ketika la datang kembali ke dunia ini pada akhir zaman. Sebaliknya, dalam ayat 15 situasinya sangat berbeda. Jika orang-orang yang hidup benar berada di dalam kota Allah, maka Iain halnya dengan orangorang yang cemar, ‘anjing-anjing’, penyihir, pembunuh, penyembah berhala, dan orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya. Mereka berada di luar kota Allah.

Kata ‘anjing’ menunjuk kepada orang-orang yang najis, kotor, atau yang penuh dengan dosa dan yang tidak mau bertobat. Kota Allah adalah kota yang Maha suci dan Maha Kudus, oleh karena itu tidak bisa dirusak oleh kecemaran dosa. Mereka yang tidak diperbolehkan masuk, dan keberadaannya di luar kota Allah, sudah tentu keadaannya jauh dari kebahagiaan kekal. Lawan kata dari kebahagiaan adalah penderitaan yang hebat atau yang disebut dengan ‘kertakan gigi’. ltulah yang dialami oleh orang-orang yang mencintai hidup yang cemar.

Perenungan Firman Allah malam ini hendak mengingatkan, agar kita hidup menjauhkan diri dari dosa. Jangan karena cara berpikir, bahwa hidup ini hanya sekali saja, lalu kita mempergunakan kesempatan yang ada untuk melakukan haI-hal yang cemar dan tercela. lngatlah, hidup tidak hanya berakhir di dunia ini saja. Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit telah menyediakan bagi kita hidup yang kekal.

Jadi marilah tanggalkan dosa itu dari hidup kita dengan kuasa Yesus Kristus. Buanglah dosa itu dari hidup kita dengan kuasa Roh Kudus. Lalu mari datang kepada Yesus, dan tinggal di dalam Firman-Nya, sehingga hidup kita berbuah bagi kemuliaan Allah Bapa di sorga.

KJ. 356 : 2
Doa : (Ya Kristus, kami selalu merindukan untuk selalu tinggal di dalam Firman-Mu. Tolong ajarlah kami untuk hidup taat melakukan kehendak-Mu, sehingga dapat menghasilkan buah yang baik, demi kemuliaan nama-Mu)

Scroll to Top