HARI MINGGU ADVEN II
Minggu, 5 Desember 2021
PERJAMUAN KUDUS
Renungan Pagi
KJ. 434 : 1,2 – Berdoa
KASIH
Yesaya 40 : 1 – 11
Hiburlah-hiburlah umat-Ku, demikian firman Allahmu (ay. 1)
Nas Alkitab ini berada dalam bagian pasal 40-55 Ditulis Oleh Seorang yang biasa disebut-disebut “Deutero-Yesaya” la tampil dan berkarya di negeri Babel. la sangat mendukung semangat juang orang-orang sezamannya untuk memulai hidup baru setelah dilepaskan dari hukuman di tempat pembuangan Babel. Umat harus meyakini, bahwa Tuhan Mahakasih itu penentu sejarah dan berkuasa atasnya.
Nas ini menjadi renungan keberadaan diri manusia terkait dengan kasih dan pengampunan Tuhan, Ayat 1-2 yang menyatakan : “Hiburkanlah urnat-Ku tenangkanlah hati”, me-nguatkan umat untuk bangkit dari keterpurukan di pembuangan. Berita kelepasan ini dibarengi dengan pernyataan agar umat menyiapkan jalan, meluruskan dan meratakan semua yang masih bergelombang untuk menyambut kedatangan Tuhan (ayat 3-5). Keberadaan manusia yang lemah dan rapuh itu memerlukan Tuhan yang kekal dan penuh kasih (ayat 6-9). Mereka diutus untuk menyerukan kabar baik. Tuhan sang Gembala baik itu terus memelihara, mengumpulkan, bahkan menggendong dengan lemah lembut serta menuntun kepada keselamatan (ayat 10-11).
Di masa Adven ini, kiranya kasih Tuhan yang sejati itu memberi penghiburan, kekuatan serta semangat baru dalam menghadapi pergumulan. Biarlah itu dialami Oleh mereka yang hatinya penuh kebimbangan dan sudah kehilangan harapan. Janganlah ragu di dalam iman kepada Kristus. Tetaplah hidup mengandalkan Dia. Seruan penulis Yesaya untuk ‘meluruskan jalan’ dan ‘meratakan tanah yang berbukit-bukit’, merupakan lambang dan ajakan untuk menyambut kedatangan TIJHAN dengan kerendahan hati- Dalam memasukl perayaan perjamuan kudus, sepatutnya kita menaikkan syukur atas pemulihan dan pengampunan dari TUHAN, sang Kasih sejati. Beritakanlah kabar baik, bahwa Yesus datang ke dunia membawa kasih, pengampunan, pemulihan dan pemeliharaan serta keselamatan kekal.
KJ. 434 : 3,4
Doa : (Syukur kami atas kasih dan pengampunan-Mu, ya Tuhan)
HARI MINGGU ADVEN II
Minggu, 5 Desember 2021
PERJAMUAN KUDUS
Renungan Malam
KJ. 76 : 1 – Berdoa
MANUSIA ATAU TUHAN YANG MENGATUR
Yesaya 40 : 12 – 15
Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? (ay. 13)
Dunia dengan segala isinya adalah ciptaan Tuhan Allah semesta alam. Tuhan Sang pencipta mengatur dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya, Namun manusia jatuh ke dalam dosa dan segala keteraturan itu berubah menjadi kekacauan. Manusia ingin mengatur hidupnya dan sesama dengan seenak hatinya. Bahkan mau mengatur Tuhan untuk memenuhi segala keinginannya.
Yesaya berseru kepada umat Israel bahwa Allah adalah TUHAN yang berkuasa atas apapun. Siapa yang dapat mengatur Roh Tuhan?; Manusiakah, alam atau dewa-dewa berhala? Tidak ada yang bisa mengatur Roh Tuhan. Allah di atas segalanya itu tidak memerlukan petunjuk atau nasihat siapapun. Karena Dialah Sumber segala Hikmat dan kekuasaan bahkan kemullaan. Tuhan adalah Allah di atas segala ilah Iain. Kekuasaan Allah memang tak bisa diukur.
Pada Saat itu, umat Israel meragukan kuasa Allah, Beban penderitaan umat seakan-akan menutup mata hati mereka akan kehadiran dan pertolongan Allah untuk membawa mereka keluar dari Babel menuju ke Yehuda. Maka seruan nabi Yesaya menjadi pernyataan sekaligus menjadi perenungan mendalam bagi umat akan kemahakuasaan Allah dalam pergumulan hidup.
Perziarahan hidup umat Saat ini bukanlah hal yang mudah dilalui. Sejauh mana kita kuat menghadapi situasi sulit seperti duka, derita dan musibah? Di sekitar kita, ada orang yang sudah memudar semangat juangnya. Mereka yang apatis menatap hidup, ada yang merasa ‘bosan’ atas berbagai masalah dan rintangan? Seruan di ayat 13 menjadi dorongan semangat bagi kita untuk tetap yakin dan percaya bahwa Tuhan yang kita sembah dalam Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang hidup dan memberi kekuatan serta kasih-Nya menyela-matkan kita
KJ. 76 : 2
Doa : (Allah Sumber Hikmat, ketika kami menyadari telah berdosa, kuatkan hati kami untuk melangkah kembali ke dalam kuasa-Mu)
