MINGGU TRINITAS
Senin, 31 Mei 2021
HARI TANPA TEMBAKAU

Renungan Pagi

KJ. 412 : 1 – Berdoa

JANGAN ADA LAGI KEBINASAAN

Kejadian 9 : 8 – 11

Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi (ay. 11)

Kehidupan adalah anugerah dari Tuhan karenanya harus kita jaga agar kehidupan yang dijalani penuh sukacita. Kepedulian terhadap kehidupan ini sekaligus menjadi tindakan syukur kita kepada Tuhan sebab Ia telah memulihkan dan merawat kembali dunia dan isinya. Keberdosaan manusia tidak menghalangi anugerah Tuhan ada di tengah-tengah umat manusia. Hal inilah yang disampaikan Tuhan kepada Nuh setelah peristiwa air bah yang membinasakan dunia ini.

Di hadapan Nuh dan anak-anak-Nya, Tuhan berjanji untuk tidak melenyapkan lagi bumi dan segala yang bernafas setelah peristiwa air bah. Tuhan meneguhkan janji-Nya bahwa kehidupan akan kembali seperti diawal penciptaan dunia. Tuhan akan memelihara dan menjaga kelangsungan hidup keturunan Nuh dan alam semesta. Tuhan yang berjanji dan manusia yang menerima janji-Nya. Artinya Tuhan akan menggenapi janji-Nya untuk tidak membinasakan isi bumi ini dan Tuhan jugalah yang akan menata kembali seluruh ciptaan-Nya serta memberkati semua karya-Nya agar kedamaian terjadi.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena kasih dan penyertaan-Nya selalu melingkupi kehidupan kita. Nafas kehidupan yang masih kita rasakan menandakan bahwa DIA masih mempercayakan hidup ini kepada kita. Marilah kita menghargai hidup ini dengan selalu berpegang pada perintah-Nya agar kedamaian menjadi milik kita.

Hari ini diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau sedunia. Gerakan ini menyerukan para perokok untuk tidak merokok (menghisap tembakau) selama 24 jam. Peringatan ini bertujuan sebagai kampanye akan dampak buruk rokok bagi kesehatan. Diperkirakan merokok menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa setiap tahunnya di seluruh dunia. Mari, sebagai umat Tuhan, kita mendukung gerakan ini bukan hanya agar kita hidup sehat tetapi juga menghargai anugerah Tuhan atas kehidupan yang tidak lagi membinasakan dunia ini.

KJ. 412 : 3

Doa : (Tuhan berilah selalu anugerah kasih-Mu kepada kami agar kami selalu berjalan pada kehendak Tuhan yang menuntun langkah kami penuh sukacita dan membawa kami pada kekekalan hidup)

MINGGU TRINITAS
Senin, 31 Mei 2021
HARI TANPA TEMBAKAU

Renungan Malam

KJ. 70 : 1,2 – Berdoa

PELANGI KASIH TUHAN

Kejadian 9 : 12 – 17

Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi (ay. 13)

Warna warni dari pelangi sangatlah indah sehingga sering dijadikan objek foto. Ada juga yang menjadikannya sebuah lagu, mulai dari lagu anak-anak, seperti lagu Pelangi Ciptaan Tuhan, sampai lagu orang dewasa seperti yang dinyanyikan grup band Koes Plus dan Jamrud. Bahkan ada juga yang menjadikannya nama sebuah kue yang disebut Rainbow Cake. Itulah ekspresi kekaguman manusia terhadap pelangi yang diciptakan oleh Tuhan.

Tuhan meneguhkan janji-Nya kepada Nuh dan keturunannya bahwa tidak ada lagi kebinasaan setelah air bah dengan menciptakan pelangi. Pelangi dalam bahasa Ibrani ditulis qosy yang artinya busur atau lengkungan. Busur pada masa itu dijadikan sebagi alat perang antar bangsa. Simbol permusuhan dan peperangan. Tetapi Tuhan menamakannya ”busur-KU” artinya busur kepunyaan Allah atau busur itu sendiri adalah Allah. Busur Allah menjadi simbol bukan peperangan dan permusuhan tetapi tanda damai sejahtera di mana tidak ada lagi hukuman pemusnahan. Jika masa itu peperangan menjadi solusi kejam untuk menguasai sesama manusia, maka damai sejahtera dari Allah hadir untuk mengampuni dosa umat manusia. Jadi busur Allah – yang ditaruh di awan dan yang berwarna warni untuk memberi kesan indah, agung dan sukacita – dihadirkan Allah agar Dia dipuji dan dimuliakan oleh seisi dunia.

Setiap kita melihat pelangi, bukan saja mengagumi keindahan warnanya, tetapi bersyukur atas kasih Tuhan yang sangat besar. Kasih yang mengampuni umat yang berdosa. Kasih yang memelihara umat ciptaan-Nya. Kasih yang melindungi umat dari ancaman dunia. Kasih yang menghadirkan sukacita untuk umat yang tertekan. Kasih yang menggambarkan Tuhan yang panjang sabar. Akhirnya, pelangi kasih Tuhan akan terus hadir untuk menemani perjalanan umat Tuhan dan semua ciptaan-Nya.

KJ. 70 : 5

Doa : (Kami mengangumi Engkau, ya Tuhan, atas janji penyertaan-Mu kepada kami dengan pelangi kasih-Mu)

Scroll to Top