MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 31 Juli 2021

Renungan Pagi

GB. 89 : 1,2 – Berdoa

BERLAKU BIJAKSANA

Ulangan 23 : 24 – 25

tetapi tidak boleh kau masukan ke dalam bungkusanmu (ay. 24b)

Januari 1935, Fiorello LaGuardia, seorang yang berprofesi sebagai hakim sekaligus menjadi Walikota New York, pernah pada malam hari memimpin sebuah persidangan di pengadilan bagi seorang perempuan tua yang miskin. Perempuan tua itu dituduh mencuri sepotong roti. Dengan tenang, dia mendengarkan bahwa alasan perempuan tua itu mencuri adalah karena kehidupan yang sedang dijalaninya susah, putrinya sakit dan cucunya kelaparan. Namun demikian, pemilik toko roti enggan memaafkannya dan memaksa untuk menghukum perbuatannya. Akhirnya, Fiorello LaGuardia menghukum perempuan tua tersebut, karena hukum tetap hukum, yang salah tetap bersalah. Walaupun begitu, selain menghukum, dia juga bertindak bijaksana, dengan memberikan sejumlah uang sebagai pembayar denda kepada perempuan tua tersebut. Ia pun meminta kepada semua orang yang hadir di persidangan malam itu untuk memberikan bantuan bagi perempuan tua tersebut. Alasannya sederhana, selama ini mereka telah membiarkan perempuan tua miskin itu hidup dalam kemiskinan, sehingga memaksanya untuk mencuri sebagai penyambung hidupnya.

Allah telah mengajarkan kepada kita, di sepanjang perjalanan kehidupan ini, bahwa ada begitu banyak berkat yang telah Dia berikan. Kita diminta untuk mau berbagi dengan penuh kerelaan. Tujuannya, agar melalui tindakan berbagi itu, orang-orang yang yang terpinggirkan dan termarginal dapat melihat dan merasakan kehadiran Allah dalam hidup mereka, melalui cinta kasih yang kita berikan.

Ada tiga hal yang harus menjadi perhatian, supaya apa yang diberikan ataupun diterima dapat menjadi manfaat dan bukan mendatangkan kesulitan bagi kedua pihak, yaitu : 1) Batas kemampuan memberi dan menerima; 2) Dasar dan tujuan serta dilakukan dalam kebenaran; 3) Sikap yang rendah hati, bersyukur juga bijaksana.

GB. 89 : 3

Doa : (Tolong mampukan kami, ya Allah untuk menjadi saluran berkat bagi sesama dengan dasar, tujuan dan dilakukan dalam kebenaran)

MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Sabtu, 31 Juli 2021

Renungan Malam

GB. 369 : 1 – Berdoa

MEMPERHATIKAN HIDUP SESAMA

Ulangan 24 : 19 – 22

itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda (ay. 21b)

Tidak asing lagi di telinga, jika mendengar pembicaraan, membaca berita atau media sosial tentang gaya hidup “Sultan” yang muncul di tengah-tengah masyarakat pada saat ini. Rumahnya mewah seperti milik sultan. Makanannya selera sultan. Pakaiannya seperti model sultan. Salahkah? Tidak. Tidak ada salahnya dapat menikmati gaya hidup seperti sultan.

Sebagai pengikut Kristus, kita selalu diingatkan, bahwa dahulunya adalah seorang budak. Israel dahulu adalah budak di tanah Mesir. Kita pun dahulu adalah budak dosa. Hanya karena kasih Allah yang telah dianugerahkan-Nya, kita telah dibebaskan dari belenggu perbudakkan. Harkat kemanusiaan kita telah dipulihkan, diangkat dari lumpur ke tempat yang tinggi oleh-Nya. Lalu, apa kuat dan hebatnya kita? Apa yang dapat kita banggakan dan pamerkan kepada sesama; kedudukan, jabatan, kekayaan atau kepintaran kita?

Allah adalah pemilik dari semua yang dapat kita nikmati pada saat ini. Tanpa perkenanan-Nya, tidak mungkin kita dapat memiliki semua yang ada pada saat ini. Ia memberikan semuanya kepada kita untuk dinikmati. Maksudnya, supaya melalui segala yang ada, kita dapat memuliakan nama dan kebesaran-Nya. Di dalam semua kelebihan yang ada pada kita -jika dibandingkan dengan orang lain-, ingatlah ada hak mereka yang menderita sengsara. Jangan sombong dan serakah. Jangan ingin menikmati dan menguasainya sendiri, segala kelebihan yang telah dikaruniakan dan dipercayakan Allah kepada kita. Ada orang yang termarginal, tersisih dan terlupakan.

Ada orang yang belum dapat merasakan berkat Allah seperti yang kita peroleh. Allah mengirimkan kita kepada mereka. Marilah keluar dan menjumpai mereka. Tolonglah mereka yang menderita miskin dan sengsara, yang terbelenggu perbudakan dunia, maka Allah akan tersenyum melihatnya dan selalu member-kati pekerjaan kita.    

GB. 369 : 2,3

Doa : (Ya Allah, mohon pakailah hidupku untuk melepaskan belenggu penderitaan sesama dengan bimbingan kuasa Roh Kudus)

Scroll to Top