HARI MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
Minggu, 31 Januari 2021

Renungan Pagi

SYUKUR HUT KE-38 PELKAT PT GPIB

GB. 76 : 1,2 – Berdoa

TERUNA YANG MENJADI BERKAT

Markus 10 : 17 – 22

“Mendengar perkataan itu Ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya” (ay. 22)

Kalau kepada kita disampaikan pertanyaan, “Apa yang paling berharga dalam hidupmu?” Jawabannya pasti beragam. Ada yang menjawab keluarga : suami, istri dan anak; atau bersekutu dengan Tuhan, dan lain-lain. Dalam kenyataannya disadari atau tidak, jawaban-jawaban kita seringkali tak sesuai dengan apa yang dilakukan atau diperbuat. Kita menjawab yang paling berharga itu adalah bersekutu dengan Tuhan. Padahal sering kita lupa untuk beribadah atau berdoa. Benar, tidak ?
 
Ketika Yesus sedang dalam perjalanan, datanglah seorang muda menghampiri-Nya dan bertanya, apa yang harus dia perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Menjawab pertanyaan tersebut, Yesus menyampaikan dua hal yang penting untuk dilakukan. Pertama, melakukan perintah Allah dengan taat dan sungguh-sungguh. Kedua, menjual harta yang dimilkinya, lalu membagikannya kepada sesama yang miskin. Jawaban Yesus disikapi anak muda tersebut dengan perasaan berat hati. Hal yang memberatkan hatinya utamanya karena harta. Jelas sekali, bahwa ia menganggap harta lebih utama daripada hidup kekal.
 
Tuhan Yesus tidak melarang orang menjadi kaya atau memiliki harta yang banyak. Namun demikian, jangan sampai kekayaan itu diperoleh dengan cara yang tidak benar dan dipergunakan untuk tujuan yang salah, Kepemilikan harta juga tidak boleh dimaknai secara salah, yaitu menjadi yang utama dalam hidup ini.
 
Saudara, tentunya kita menginginkan anak-anak terutama para teruna berhasil dalam hidupnya. Karena itu anak-anak kita harus diberi motivasi secara tepat. Maksudnya, didiklah anak-anak kita tidak hanya untuk menjadi pandai dan sukses. Lebih dari itu arahkanlah mereka juga menjadi teruna yang takut akan Tuhan. Dengan memiliki karakter teruna yang takut akan Tuhan, maka kelak mereka bertumbuh menjadi pembawa berkat bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

GB. 76 : 3,4

Doa : (Tuhan, syukur atas pertambahan usia ke-38 Pelkat PT GPIB. Biarlah dengan sinergi yang baik Gereja juga keluarga dapat membentuk teruna-teruna yang menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa)

HARI MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
Minggu, 31 Januari 2021

Renungan Malam

SYUKUR HUT KE-38 PELKAT PT GPIB

KJ. 247 : 1 – Berdoa

HIDUP KEKAL TIDAK DIJUAL

Markus 10 : 23 – 27

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ay. 23)

Ada yang mengatakan, bahwa uang bisa membel segalanya. Ungkapan ini terasa benar, jika kita melihat banyak orang yang tergila-gila dengan uang. Apalagi jika orang mau melakukan apa saja demi uang, maka ungkapan tersebut semakin disetujui kebenarannya. Khususnya di tengah masa pandemic covid 19, dimana keadaan semakin sulit dan banyak pengusaha gulung tikar, serta perekonomian melemah, juga mengganggu kehidupan secara keseluruhan. Sesungguhnya disadari atau tidak, ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Hal inilah yang diungkapkan Yesus dalam perikop bacaan malam ini. Orang muda yang bertanya tentang bagaimana cara masuk dalam Kerajaan Allah, menjadi sedih mendengar jawaban Yesus.
 
Ternyata tidak mudah bagi orang muda ini untuk melepaskan kekayaannya, sampai diungkapkan Yesus lebih sulit dari pada seekor unta memasuki lubang jarum. Kekayaan dianggap berharga sekali, sehingga tidak mudah dilepaskan meski demi mengikut Yesus dan memasuki Kerajaan Allah. Lalu Tuhan Yesus menambahkan lagi, bahwa kekayaan seseorang tidak bisa membuat dan menjamin dia masuk surga. Kekayaan justru dapat menjadi penghambat seseorang untuk masuk kerajaan Allah.
 
Tentunya hal ini bukan berarti, bahwa orang Kristen tidak boleh menjadi kaya. Yang tidak boleh adalah menghambakan diri pada kekayaan. Karena kekayaan tidak mampu menolong kita sedikitpun untuk memasuki kerajaan Allah. Hidup kekal tidak pernah bisa diraih dengan usaha ataupun kekayaan kita. Semua adalah anugerah-Nya. Karena itu tetaplah kita hidup dengan iman kepada Allah, bergantung dan berharap pada-Nya. Marilah kita memiliki hati yang bersyukur. Marilah semakin menghargai hidup kita dengan menjadi berkat bagi sesama. Selamat istirahat dengan penuh ungkapan syukur. Amin.

KJ. 247 : 2,3

Doa : (Tuhan Yesus, mohon bukalah hati dan pikiran kami untuk dapat melihat serta menyadari, bahwa semua yang diperoleh dalam hidup ini adalah anugerah-Mu)

Scroll to Top