MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 31 Agustus 2020
Renungan Pagi
GB. 70 : 1 – Berdoa
PENGETAHUAN, MODAL MENGHADAPI MASA DEPAN
Amsal 8 : 10 – 12
“Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan” (ay. 10)
Ada kata bijak mengatakan “tujuan pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka.” Maksudnya pendidikan adalah upaya transfer pengalaman/pengetahuan untuk membekali kehidupan generasi muda/penerus. Pengetahuan akan menyelamatkan dan menguatkan generasi muda sebagai pemilik masa depan.
Kitab AmsaI menggambarkan betapa pentingnya pendidikan dan pengetahuan sebagai modal untuk memperluas dan memperdalam hikmat. Pendidikan lebih berharga dari perak dan pengetahuan lebih dari emas terbaik, serta hikmat lebih berharga dari permata (8:10-11). Intinya pengetahuan dan didikan lebih bernilai dari barang-barang berharga. Sebagaimana disebutkan dalam kata-kata bijak bahwa “pengetahuan lebih berharga daripada harta, sebab untuk mengelola harta benda agar bermanfaat dibutuhkan pengetahuan yang baik”. Setiap orang bisa memiliki emas, perak atau permata, namun yang lebih penting adalah memiliki didikan dan pengetahuan. Pengetahuan adalah anugerah Allah bagi manusia (Ams. 1:7). Melalui pengetahuan yang baik manusia memiliki hikmat untuk mengelola sumberdaya alam yang diciptakan TUHAN untuk menopang kehidupan, sehingga dapat bertahan di tengah situasi apa pun, termasuk di tengah pandemi yang melanda dunia.
Jika kita ingin terus bertahan dan memiliki masa depan maka tekunlah menjalani pendidikan untuk menimba pengetahuan sebanyak mungkin. Bagi generasi penerus yang mau menata kehidupannya di masa depan, harus membekali dirinya dengan pengetahuan yang cukup melalui pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh merupakan kekuatan untuk berkarya dan berkreasi secara bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam. ltulah modal atau bekal penting bagi masa mendatang.
GB. 70 : 3
Doa : (Allah Bapa, tolong anugerahkan kami hikmat untuk setia menjalani pendidikan dan meraih pengetahuan yang baik bagi masa depan)
MINGGU XIII SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 31 Agustus 2020
Renungan Malam
KJ. 427 : 1 – Berdoa
TAKUT AKAN TUHAN MENYELAMATKAN HIDUP
Amsal 8 : 13 – 14
“Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan” (ay. 13a)
Menurut KBBI kata “fobia” berarti ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Misal, nomofobia (no-mobile phone-phobia) yaitu rasa takut kehilangan telepon genggam. Tekno.kompas.com tanggal 20 November 2012 membahas ciri-ciri seseorang yang sangat kuatir kehilangan ponsel: mimpi kehilangan ponsel; panik saat tidak menemukan ponsel; tidur dengan ponsel; membawa ponsel ke kamar mandi; memiliki dua ponsel; mood jelek saat lowbatt; segera mengaktifkan ponsel saat di pesawat. Jika terpenuhi empat ciri maka seseorang kemungkinan cenderung menjadi nomofobia. Ini salah satu contoh dari ketakutan yang berkembang saat teknologi digital dan Informasi menguasai berbagai sendi kehidupan manusia.
Kitab Amsal mengajak kita merenungkan kalimat “takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan” (3:13). Sesungguhnya tidak salah seseorang merasa takut. Namun bukan terhadap benda atau terhadap sesuatu yang bukan Tuhan. Kita diminta untuk takut hanya terhadap Tuhan. Takut akan TUHAN bermakna: menghormati, memuja, atau membesarkan nama TUHAN. Takut akan TUHAN, terwujud melalui perilaku yang saleh; artinya taat melakukan firman dan kehendak Tuhan serta sungguh-sungguh menyerahkan hidup dituntun oleh TUHAN.
Hikmat menuntun kita bukan untuk mengabaikan ketakutan, melainkan untuk mengendalikan dan mengkritisi pengalaman ketakutan, supaya ketakutan tidak menguasai atau mengontrol berperilaku kita. Sesungguhnya kita mampu mengatasi ketakutan jika hidup menjadi terarah kepada Firman TUHAN. Firman TUHAN sumber kekuatan (Mzm. 28:7), menenangkan hati dan pikiran. Jikalau kita berhadapan dengan situasi yang membuat kita takut, firman Tuhan pasti menolong kita. Jadi bencilah kejahatan, dan takutlah pada TIJHAN maka kita akan selamat.
KJ. 427 : 2
Doa : (Allah Bapa, mohon sertai kami dengan Roh Kudus agar tidak diliputi ketakutan melainkan kesadaran kami untuk taat pada Firman-Mu)
