MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 22 Januari 2022

Renungan Pagi

KJ. 10 : 1 – Berdoa

KASIHILAH MUSUHMU

Matius 5 : 43 – 45

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (ay. 44)

Kalimat “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu”, itu adalah pengajaran para rabi yang disampaikan secara Iisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bagi mereka hal mengasihi hanya berlaku untuk sesama dalam satu kelompok saja. Inilah hukum yang dibuat manusia dan sangat berbeda dengan hukum Tuhan Yesus. Hukum baru yang diajarkan Tuhan Yesus adalah Kasih (ayat 44). Allah memberikan kasih-Nya kepada manusia melalui Tuhan Yesus. Kasih Allah berlaku untuk semua orang, tidak ada pembedaan baik orang jahat maupun orang baik. Allah menerbitkan matahari dan memberikan hujan untuk orang jahat dan orang baik. Tidak diberikan-Nya kegelapan untuk yang memberontak terhadap-Nya dan memberikan terang untuk yang taat kepada-Nya. Allah memberikan kasih yang sama.

Kita adalah anak-anak Allah. Anak harus menyerupai Bapa. Bapa tidak membuat penyekat dalam menyatakan kasih-Nya, maka sebagai anak kita tidak boleh membuat tembok penyekat antara bangsa dengan bangsa, golongan dengan golongan, atau kelompok dengan kelompok. Kasih itu harus berlaku sama untuk sesame kita, termasuk mereka yang memusuhi kita.

Dalam mengasihi sesame yang memusuhi kita, Tuhan Yesus memberi nasihat supaya kita mendoakan mereka. Apakah mudah bagi kita mendoakan orang yang memusuhi kita? Apalagi mengingat sikapnya, perkataannya, akibat dari perbuatannya. Tidak mudah kita mengasihi orang yang jahat itu. Lalu bagaimana? Kembali kepada hati kita. Jangan kita simpan amarah, dendam. kejengkelan, benci dalam hati. Karena perbuatan itu akan mempersulit diri kita dalam mengasihi dan berdoa untuk orang yang jahat. Mari kita mengam puni maka kita mampu berdoa baginya. Mohon kepada Tuhan dan percaya bahwa Roh Kudus memampukan kita untuk mengasihi.

KJ. 429 : 1

Doa : (Tuhan Yesus tolong kami belajar mengampuni orang lain dan mengasihinya sebagaimana Tuhan telah mengasihi kami)

MINGGU II SESUDAH EPIFANI
Sabtu, 22 Januari 2022

Renungan Malam

KJ. 9 : 1 – Berdoa

JALANI PANGGILANMU

Matius 5 : 46 – 48

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (ay. 46)

Dua ayat ini adalah contoh yang diberikan Tuhan Yesus untuk menggambarkan tentang ayat-ayat yang mengajarkan tentang kasih. Kasih Tuhan Yesus tidak terbatas, tidak membedakan untuk orang fasik dan orang benar. Jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, maka hal itu sama seperti yang dibuat oleh pemungut cukai. Pemungut cukai di masa itu adalah orang yang tidak jujur. Orang yang tidak jujur saja mampu mengasihi, demikian juga orang kafir mampu menyapa atau mem beri salam untuk orang lain yang dijumpainya. Mereka menjaga relasi yang baik dengan sesamanya. Lalu jika kita melakukan kasih yang terbatas, maka kita sama saja dengan dua orang yang menjadi contoh dalam ucapan Tuhan Yesus. Jika kasi h itu terbatas untuk yang mengasihi kita saja, maka tidak ada upah dari Tuhan bagi kita. Upah yang dimaksud bukan seperti bayaran atas sebuah pekerjaan. Tetapi Iebih kepada berkat yang Tuhan berikan atas umat-Nya.

Tuhan Yesus tidak sedang mengajar umat-Nya mengubah yang jahat menjadi baik. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai banyak orang jahat yang tetap saja jahat sekalipun kita melakukan yang baik baginya. Yang mau ditegaskan di sini adalah bagaimana kita bisa sama seperti Bapa di sorga yang adalah kasih dan sumber kasih. Kita tetap memberikan kasih kepada siapapun tanpa batasan. Contoh Iain tentang kasih, kita mengingat apa yang dilakukan Daud terhadap Saul. Daud tidak membalas yang jahat, tetapi sebaliknya tetap mengasihi dan menghormati Saul. lnilah tantangan bagi kita, apakah kita mampu seperti itu? Apakah kita bisa mengasihi orang yang telah sangat menyakiti kita? Hanya dengan mengandalkan Roh Kudus saja, maka kita mampu melakukan kehendak Tuhan. Roh Kudus yang menolong menjadikan kita garam dan terang bagi sekeliling kita.

KJ. 406 : 1

Doa : (Tuhan Yesus tolong kami tetap mengasihi siapapun dengan baik, seperti kasih-Mu yang tidak pernah pudar)

Scroll to Top