MINGGU ADVEN I
Rabu, 1 Desember 2021
Renungan Pagi
GB. 327 : 1 – Berdoa
MASA KHAWATIR?
Lukas 12 : 22 – 32
Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. (ay. 22)
Kebutuhan hidup tidak akan pernah ada habisnya, justru makin meningkat setiap hari. Jika tidak disikapi benar, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagaimana pemenuhannya. Sementara itu orang-orang yang selalu diliputi sikap khawatir akan sulit melangkah ke masa depan.
Yesus mengingatkan bahwa kekhawatiran tidak membawa seseorang menjadi lebih baik dalam hidup ini atau menyelesaikan masalah kebutuhan (ay.25). Sebaliknya, kekhawatiran membuat orang tertekan, bahkan sakit. Yesus menegaskan bahwa Allah saja yang memberi kita hidup; dan kalau Dia memberikan hidup, maka kita percaya bahwa Dia akan mencukupkan kebutuhan hidup kita. Sesungguhnya hidup itu sendiri merupakan berkat Tuhan yang luar biasa melampaui kebutuhan sandang pangan yang memang kita perlukan demi kelangsungan hidup. Kalau Allah memberikan hidup, kita percaya bahwa Dia pun akan memberikan makanan untuk mempertahankan hidup itu. Demikian juga, kalau Allah memberikan tubuh kepada kita, maka kita percaya bahwa Dia pun akan memberikan pakaian selama kita mau mengusahakannya.
Banyak orang begitu panik menghadapi persoalan hidup saat ini, lalu tidak peduli lagi kepada Tuhan dan mengandalkan kekuatan-Nya. Mungkin kita bertanya: Apakah ada jaminan atas kata-kata Yesus supaya tidak khawatir? Ini berkaitan dengan iman. |man itu bukan sekadar percaya, tetapi utamanya adalah bagaimana mempercayakan diri kepada-Nya. Ketika kita mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya, maka kuasa Tuhan juga bekerja sepenuhnya dalam hidup kita. Kemudian diikuti dengan rasa syukur kepada Tuhan atas pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita, maka akan memampukan kita berkarya dan menatap masa depan yang penuh harapan.
GB. 327 : 2
Doa : (Bapa surgawi, mohon mampukanlah kami mengatasi kekhawatiran terhadap kebutuhan hidup dengan percaya penuh pada kuasa-Mu)
MINGGU ADVEN I
Rabu, 1 Desember 2021
Renungan Malam
KJ. 247 : 1 – Berdoa
KAYA DI KERAJAAN-NYA
Lukas 12 : 33 – 34
Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harga di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. (ay. 33)
Siapapun pasti menginginkan kehidupan seperti yang dikatakan: “Muda bahagia, tua kaya raya, mati masuk surga.” Ungkapan ini meskipun bersifat menyindir tapi ada dalam pikiran banyak orang. Kebanyakan orang muda ingin menghabiskan waktu ‘ mereka dengan bersenang-senang bersama teman-teman mereka, dan saat tua ingin kaya raya dengan, serta yang terakhir “mati masuk surga.” Siapa yang tidak mau mati Ialu masuk surga?
Inilah yang diingatkan Yesus, bahwa tidak semudah yang dibayangkan beroleh hidup kekal dalam Kerajaan-Nya. Justru bagaimana pentingnya upaya mencari Kerajaan-Nya (Luk 12:31 ), yaitu membiarkan Allah menentukan arah kehidupan dengan memperhatikan tuntutan ekstrem, dan sederhana sebenarnya, namun sebuah tuntutan yang sulit untuk dilaksanakan, yaitu ketika diminta “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah!” Di sini Yesus menegaskan betapa pentingnya mengumpulkan harta di surga (ay.33), karena sesuai dengan janji-Nya akan menerima “harta abadi” di surga bagi para pengikut-Nya. Masalahnya adalah kekhawatiran akan kehidupan duniawi, karir, dan kepunyaan kita, yang dapat menjadi halangan untuk meraih Kerajaan Allah.
Bagi kita saat ini, diingatkan agar bijak menjalani hidup dengan segala upaya yang dilakukan untuk menjadi kaya. Sesungguhnya Yesus tidak membenci orang kaya dan tidak melarang kita menjadi kaya. Yang terpenting adalah: bagaimana kekayaan itu didapatkan, bagaimana kekayaan itu digunakan dan bagaimana dampak kekayaan itu bagi si pemilik. Ditegaskan agar hidup kita harus menghasilkan buah yang memuliakan nama-Nya. Kekayaan atau harta tidak boleh dijadikan tujuan hidup, tetapi menjadi sarana mencapai tujuan hidup yang dikehendaki Tuhan dan menggenapi rencana-Nya.
KJ. 247 : 3
Doa : (Bapa pengasih, mohon mampukan kami menjadi kaya di hadapan-Mu, dan menggunakan kekayaan untuk kemuliaan nama-Mu)
