MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 30 Juli 2021
HARI ANTI PERDAGANGAN ORANG SE-DUNIA
Renungan Pagi
GB. 241 : 1,2 – Berdoa
BERLAKULAH ADIL
Ulangan 22 : 10
Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama (ay. 10)
Ternak berupa lembu dan keledai merupakan hewan pembajak yang kuat. Walaupun demikian, keduanya berbeda dan tidak dapat disatukan dalam satu pekerjaan membajak sawah. Perbedaan yang paling menonjol adalah tinggi dan besar kaki dari kedua hewan tersebut. Apabila disatukan, maka akan terjadi ketimpangan. Hewan dengan tubuh lebih rendah akan menang-gung beban yang lebih berat. Kakinya yang kecil akan sangat tersiksa dan kesulitan dalam menanggung beban berat tersebut. Apabila dipaksakan secara terus menerus akan mendatangkan hal yang merugikan bagi manusia maupun hewan tersebut. Karena itu petani tidak boleh memaksakan dan memperlakukan hewan pekerjanya dengan sesuka hati. Manusia harus memper-lakukan ternaknya secara adil dalam memelihara, merawat dan mempekerjakannya.
Hewan pekerja tersebut juga memerlukan waktu untuk beristirahat, ruang yang bebas, makanan yang cukup, perlakuan yang pantas dan tidak menyakiti badan mereka. Sering kita melihat terjadi perlakuan kasar terhadap mereka. Mungkin bagi kita, tindakan itu suatu hal yang wajar dan harus dilakukan. Contohnya, pecut yang dilontarkan ke badan mereka sebagai usaha untuk memacu semangat kerbau, sapi, kuda, agar dapat lebih giat bekerja. Apakah kita tahu air mata hewan itu menetes?
Mungkin banyak dari antara kita yang ingin memiliki hewan peliharaan. Boleh saja, tapi perhatikanlah hal perawatan dan tanggung jawab lain yang harus dilakukan. Sebab mereka juga memiliki insting untuk merasakan kasih sayang, merasa aman dan diperhatikan oleh pemiliknya. Ada begitu banyak insting dari hewan peliharaan yang sangat mengagumkan dan mengejutkan serta kurang dapat dimengerti oleh kita. Kita bertanggung jawab untuk memelihara ternak dengan penuh cinta dan memperlaku-kannya secara adil, agar sama-sama beroleh kebaikan.
GB. 241 : 3
Doa : (Tuhan, tolong mampukan kami dapat memperlakukan hewan ternak maupun peliharaan dengan penuh keadilan dan kasih sayang)
MINGGU IX SESUDAH PENTAKOSTA
Jumat, 30 Juli 2021
HARI ANTI PERDAGANGAN ORANG SE-DUNIA
Renungan Malam
GB. 357 : 1,2 – Berdoa
DERITANYA, KEBAHAGIAAN KITA
Ulangan 22 : 11 – 12
Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya (ay. 11a)
Mencampurkan berbagai macam materi untuk memperoleh hasil yang menakjubkan merupakan suatu keindahan di mata manusia, tetapi menjadi keburukan di mata Allah. Misalnya mencampur bahan baku pakaian, seperti nas bacaan hari ini.
Bulu domba berasal dari hewan. Kain lenan berasal dari tumbuhan. Kain yang mengandung kedua materi tersebut (bulu domba dan kain lenan) disebut “shatnez”. Dalam kehidupan masyarakat Yahudi hal itu dilarang, karena dinilai telah mencampur dua jenis benih yang berbeda. Salah satu bagian dalam kelompok masyarakat Yahudi memandang hal tersebut sebagai wujud perlawanan terhadap Allah. Pertama, karena Allah telah menciptakan semua ciptan-Nya dalam sifat khusus dan khas. Kedua, percampuran ini melambangkan bersatunya bangsa Mesir melalui hasil pertaniannya dan bangsa Ibrani dengan hasil ternak gurunnya. Ketiga, mengeksploitasi bulu domba merupakan suatu tindakan penindasan kepada makhluk lemah yang dimanfaatkan secara tidak berimbang, karena mencampurnya dengan tanaman.
Setiap percampuran berbagai ragam materi yang dilakukan oleh manusia, yang semata-mata hanya untuk memenuhi hasrat hatinya, akan mendatangkan keburukan. Eksploitasi berlebihan terhadap bulu domba yang memiliki nilai ekonomis tinggi akan mendatangkan kesedihan bagi hewan tersebut. Hal itu kemudian dapat memengaruhi pertumbuhan bulu yang melindungi badannya dari terik sinar matahari dan dinginnya angin malam.
Penderitaan domba-domba yang dicukur bulunya menjadi kebahagiaan bagi manusia. Sebab melalui bulu domba, manusia dapat menghasilkan beragam kerajinan termasuk pakaian yang dibutuhkan untuk menghangatkan tubuh. Melalui hasil ternak, kita jadi memiliki barang istimewa untuk menambah nilai diri dan prestise. Mari bersyukur dan mengurus ternak secara tepat.
GB. 357 : 3,4
Doa : (Ya Allah tolong ajarilah kami agar peka pada penderitaan sesama ciptaan-Mu, sehingga dapat menghargai kehadiran mereka)
