MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 30 Juli 2020
Renungan Pagi
KJ. 363 : 1 – Berdoa
HIDUP SETURUT PETUNJUK-NYA
Yosua 22 : 1 – 8
“.… mengasihi Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, ….“ (ay. 5)
Yosua memanggil suku Ruben, Gad dan suku Manasye. Mereka adalah tentara yang terlatih. Tanah pusaka dan keluarga mereka yang berada di sebelah timur Sungai Yordan sudah menunggu kepulangan mereka. Sebelum mereka pulang, Yosua kembali memperingatkan supaya mereka hidup seturut dengan petunjuk Firman Tuhan.
Yosua memperhatikan kehidupan suku-suku itu, yaitu mereka sungguh-sungguh berpegang pada perintah dan ketetapan dari Tuhan, baik yang disampaikan-Nya melalui Musa maupun kepada Yosua. Dampak dari kepercayaan, ketaatan dan kesetiaan mereka pada Tuhan adalah mereka memperoleh keamanan, bahkan saudara-saudaranya yang lain pun turut merasakannya. Mereka memperoleh banyak jarahan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka selepas berjuang dari pertempuran yang hebat. Sungguh suatu perjuangan yang menghasilkan kemenangan dan membawa damai sejahtera. Kemenangan itu berasal dari Tuhan bagi mereka yang percaya. Oleh sekelompok orang yang percaya pada Tuhan dan rela bertempur hebat guna meraih masa depan maka seluruh bangsa dapat menikmati hasil yang memuaskan.
Yosua juga mengingatkan bahwa hasil kemenangan yang sudah diperoleh harus dibagikan kepada saudara-saudara lainnya sebab keberhasilan mereka juga didukung oleh doa dari sesama, adakah itu keluarga ataupun kerabat dan sahabat (ay.8).
Bagian firman Tuhan ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan, yakni mengikuti petunjuk-Nya. berpaut pada-Nya, setia memelihara perintah-Nya dan mengasihi-Nya dengan segenap hati serta jiwa. Sikap hidup beriman seperti itu akan menjadikan diri kita pembawa berkat yaitu keselamatan yang dari Tuhan bagi lingkungan sekitar di mana kita berada. Mungkin, apa yang kita lakukan tidak banyak namun jika dilakukan dalam ketaatan kepada Allah maka perbuatan kita dapat menjadi berkat bagi orang banyak. Amin.
KJ. 363 : 2
Doa : (Ya Tuhan, materaikanlah hati kami agar kami selalu mengikuti petunjuk-Mu dan memperoleh sukacita di dalamnya. Amin)
MINGGU VIII SESUDAH PENTAKOSTA
Kamis, 30 Juli 2020
Renungan Malam
KJ. 356 : 1 – Berdoa
MEZBAH KESAKSIAN
Yosua 22 : 9 – 14
…. maka bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye mendirikan mezbah di sana di tepi sungai Yordan…dst.” (ay. 10)
Sesudah bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye selesai menolong suku-suku lainnya merebut wilayah sebelah barat sungai Yordan mereka pulang ke tanah pusakanya di Gilead. Lalu mereka mendirikan sebuah mezbah. Mezbah dalam pengertian Perjanjian Lama adalah tempat persembahan korban hewan atau sebuah peringatan perjumpaan yang luar biasa dengan Tuhan.
Pada konteks bacaan ini, umat Israel telah memiliki satu mezbah sebagaimana ditetapkan Tuhan (UI.12:5-19) di Silo. Ketika suku-suku di sebelah barat mendengar ketiga suku tadi membangun mezbah yang besar, mereka menjadi marah dan hendak menyerang ketiga suku tersebut. Mereka menilai bahwa ketiga suku itu telah melanggar ketetapan bersama dan hendak meninggalkan kesetiaan iman pada Tuhan, Allah Israel. Ternyata mezbah yang dibangun itu merupakan sebuah mezbah kesaksian tentang ikatan persaudaraan keduabelas suku Israel dan kesatuan iman pada Tuhan, Allah Israel (ay.28,34). Akibatnya terjadilah perdamaian di antara mereka saudara sebangsa.
Dalam Perjanjian Baru pemahaman mezbah sebagai tempat persembahan korban mengacu kepada Yesus Kristus sebagai korban yang berkenan kepada Allah (lih. lbr 13:10-15). Tiada lagi tempat khusus seperti bangunan mezbah yang terbuat dari kayu atau batu atau material lainnya di tempat tertentu. Setiap bangunan persekutuan orang percaya di mana-mana tempat, bahkan seluruh kehidupan orang percaya adalah mezbah persembahan korban yang menyenangkan hati Allah. Orang percaya yang memberi hidupnya melayani Allah sama dengan membangun dirinya menjadi mezbah kesaksian.
Marilah kita membangun mezbah kesaksian bagi Tuhan melalui hidup keluarga rumah tangga yang saling mengasihi. Wujudkanlah mezbah kesaksian kita dengan menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat. Amin.
KJ. 356b : 5,6
Doa : (Ya Bapa, aku mau membaktikan diriku menjadi mezbah kesaksian yang membawa keharuman nama-Mu di dunia. Amin)
