HARI MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 4 Oktober 2021

Renungan Pagi

GB. 84 : 1 – Berdoa

DIPULIHKAN UNTUK MENJADI SAKSI-NYA

Kisah Para Rasul 22 : 12 – 16

Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kau lihat dan apa yang kaudengar (ay. 15)

Ketika kita dalam keadaan susah dan membutuhkan pertolongan, Tuhan mengutus orang pilihan-Nya untuk menolong kita. Artinya, Tuhan tidak bekerja sendiri. Ia memakai orang lain juga; tentu, bukan orang sembarangan. Seperti halnya Tuhan memakai Ananias untuk menyembuhkan, memberitahukan juga membaptis Paulus sebelum menjadi saksi Tuhan; memberitahu-kan kepada semua orang apa yang telah dilihat dan didengarnya.

Paulus menyampaikan kepada semua orang yang mendengarnya saat itu, bahwa Ananias adalah seorang Yahudi yang saleh menurut Hukum Taurat. Ananias juga terkenal baik di kalangan orang-orang Yahudi di Damsyik. Ia juga telah berubah dan menjadi pengikut Yesus. Ananias datang menjumpai dan berdiri di sisi Paulus. Ia memerintahkan Paulus untuk membuka matanya. Paulus membuka matanya dan dia dapat melihat lagi. Ananias juga menyampaikan tentang apa yang harus Paulus ketahui dan lakukan sebagai saksi Kristus. Karena Tuhan telah menetapkan Paulus untuk: 1) mengetahui kehendak-Nya; 2) melihat Yang Benar, yakni Allah melalui Yesus Kristus, dan 3) mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya; 4) Paulus harus menjadi saksi Yesus Kristus untuk menyampaikan kepada semua orang segala sesuatu yang ia telah dan akan lihat juga dengar, tanpa ragu dan takut; 5) Terakhir, Paulus bangun; menyerukan nama Tuhan dan dibaptis; dibersihkan dari dosa.

Tuhan Yesus mengutus kita menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi Tuhan Yesus, tentu, bukan perkara mudah, tetapi melalui proses panjang. Kita sudah dibaptis, ikut pengajaran di Pelayanan Anak, Persekutuan Teruna, katekisasi dan mengaku iman serta diteguhkan, menjadi warga jemaat dewasa. Banyak pengalaman iman. Namun demikian, apakah kita telah menjadi saksi Kristus yang setia? Kenyataannya kita masih ragu dan takut. Marilah kita seperti Ananias dan Paulus; menjadi alat dan sekaligus saksi Yesus Kristus kepada semua orang di manapun berada.

GB. 84 : 2

Doa : (Tuhan, mohon jadikanlah kami alat dan saksi-Mu di manapun)

HARI MINGGU XIX SESUDAH PENTAKOSTA
Senin, 4 Oktober 2021

Renungan Malam

KJ. 426 : 1,3 – Berdoa

TETAP BERSAKSI MESKI DITOLAK

Kisah Para Rasul 22 : 17 – 22

Tetapi kata Tuhan kepadaku, “Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain” (ay. 21)

Menjadi saksi Yesus Kristus, tidak mesti hanya terbatas di suatu tempat atau lingkungan sendiri. Kita juga mesti siap pergi ke mana saja, Tuhan suruh dan utus, walaupun di tempat atau lingkungan itu ada banyak tantangan. Karena jika kita hanya memberitakan Injil di suatu tempat saja, maka tidak banyak orang akan mendengar tentang Tuhan Yesus.

Lanjutan dari pidatonya, Paulus menjelaskan tentang peng-utusan Yesus kepadanya untuk pergi beritakan nama-Nya. Hal itu terjadi dalam penglihatan Paulus, ketika dia sedang berdoa di Bait Allah di Yerusalem. Paulus diliputi roh ilahi dan melihat Yesus. Yesus memerintahkan Paulus untuk segera keluar dari Yerusalem, karena orang-orang Yahudi tidak akan mendengar kesaksiannya. Paulus ingin tetap tinggal dan menganggap orang-orang Yahudi sangat mengenalnya, terlebih apa yang telah dilakukannya dulu. Namun demikian, Yesus mengutus Paulus untuk pergi jauh dari Yerusalem dan memberitakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Tuhan Yesus mau bangsa-bangsa lain juga mendengar dan percaya kepada-Nya melalui Paulus. Ketika Paulus selesai berpidato, seluruh rakyat kemudian berteriak-teriak menuntut, agar dirinya dienyahkan; dibunuh. Ia tidak layak hidup di bumi.

Saat kita memberitakan Injil di suatu tempat, ingatlah, bahwa tidak semua orang akan mendengar pemberitaan itu. Ada orang-orang yang tidak menyukai kita, sehingga kebenaran apapun yang disampaikan, tetap dianggap tidak benar. Lalu mereka akan berusaha dengan segala cara untuk membuat kita pergi. Jangan kita terlalu menanggapi serius sikap dan tindakan orang-orang yang memusuhi itu. Jika harus meninggalkan tempat itu, anggaplah hal tersebut sebagai cara Tuhan mengutus kita ke wilayah yang lain. Mungkin orang-orang di tempat lain, lebih membutuhkan kehadiran kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus bagi mereka. Jadi, apa pun sikap orang, kita tetap setia melakukan misi Allah.

KJ. 426 : 4

Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami untuk tidak putus asa, ketika ditolak)

Scroll to Top